Nur Afina Ulya, Mahasiswi Terbaik Peraih Cumlaude IPK 3,93

  • Bagikan
Nur Afina Ulya saat menerima perhargaan atas predikat nilai terbaiknya dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Kamis (17/6). Waspada/Rapian
Nur Afina Ulya saat menerima perhargaan atas predikat nilai terbaiknya dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa, Kamis (17/6). Waspada/Rapian

TAK banyak mahasiswi yang bisa menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S-1) dengan waktu 3 tahun 8 bulan. Namun, bagi Nur Afina Ulya, 22, yang menekuni pendidikannya di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa hal itu terlihat begitu mudah.

Selain menyelesaikan pendidikan dengan waktu tercepat, Nur Afina Ulya menjadi mahasiswi terbaik dari 460 mahasiswa yang lulus di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa bersama 18 mahasiswa lainnya yang berprestasi di Prodi Hukum Keluarga Islam dengan nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,93 dan meraih predikat cumlaude yang diwisuda secara Dalam Jaringan (Daring) dan Luar Jaringan (Luring) di Aula Laboratorium kampusnya, Kamis (17/6).

Tentu hal ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi Nur Afina Ulya, dara manis berkulit sawo matang anak kedua dari pasangan Ir. Jamaluddin Wahab dan Ir. Rahmi Zuhra, MP yang lahir di Langsa, 8 Oktober 1999 silam.

Bagi Fina, begitu disapa rekan-rekannya di kampus, kesuksesannya menyelesaikan pendidikan S-1 nya bukan tanpa kerja keras dalam menuntaskan aral yang dihadapi di masa kuliahnya, namun berkat keuletannya dalam mengikuti proses belajar di kampusnya, semuanya dapat terselesaikan dengan baik.

“Alhamdulilah pada hari ini merupakan hari bersejarah bagi diri saya yang dinobatkan sebagai mahasiswa terbaik di antara ratusan mahasiswa IAIN lainnya,” ujar Fina dengan rendah hati saat bincang-bincang dengan Waspada.id, Jumat (18/6).

Lanjutnya, apapun yang saya raih hari ini merupakan bagian dari motivasi hidup yang ingin membanggakan orang tua.

Hal itulah yang terus mengiringi langkah saya setiap harinya ke kampus sehingga dalam tempo tiga tahun delapan bulan, saya mampu menyelesaikan seluruh mata kuliah yang ada.

Di samping itu, menurut gadis humble (rendah hati-red) ini, dirinya juga selalu menjaga Indeks Prestasinya agar selalu stabil di setiap semester, aktif di kelas dan mengerjakan skripsi dengan cepat.

Bahkan, anak kedua dari tiga bersaudara dengan seorang kakak bernama Hani Humaira dan adik kecilnya M. Hafidz Zuhri, terlihat sangat ceria dan lugas saat bincang-bincang bersama penulis.

Selain pintar, dara berkulit putih ini juga fasih berbahasa Inggris, apalagi dalam bincang-bincangnya acap kali dia memberikan argumen dengan bahasa asingnya, sehingga mengantarkanya menyelesaikan skripsinya berjudul “The verstek decisions on divorce in Langsa muslim family court: a gender perspective“.

Saat itu, Fina ingin berbagi tips kepada mahasiswa yang sedang kuliah untuk bisa lulus dengan waktu yang cepat, agar bisa melanjutkan studi lagi. Intinya, motivasi diri sendiri.

“Harus selalu ditanamkan pada diri, karena waktu tidak akan kembali lagi dan pergunakan waktu seefektif mungkin. Jadi walaupun kuliah di mana pun, jika menanamkan hal itu bisa mengukir prestasi,” sebut Fina yang punya cita-cita ingin menjadi hakim dan ahli hukum itu.

Disinggung mengapa memilih berkuliah di IAIN Langsa, Fina tersenyum lalu menjawab, selain dosennya yang luar biasa, bahkan banyak lulusan luar negeri dan kampusnya juga bagus.

Nur Afina Ulya, penerima perhargaan atas predikat nilai terbaiknya dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa saat bersama keluarganya, Kamis (17/6). Waspada/Rapian
Nur Afina Ulya, penerima perhargaan atas predikat nilai terbaiknya dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa saat bersama keluarganya, Kamis (17/6). Waspada/Rapian

Kini, sosok Fina yang cekatan itu tak pernah berhenti begitu saja untuk menapaki hari depannya, karena rencananya Fina ingin mempersiapkan diri untuk tes beasiswa S-2 guna melanjutkan pendidikan dan pengembangan diri di bidang bahasa asing.

“Inilah langkah selanjutnya, semoga keluarga memberikan restu dan doanya untuk mengapai asa yang belum terwujud,” pinta Fina sembari tersenyum manis dengan gaun elegannya.

Hingga saat ini, untuk mengisi waktu luangnya, Fina masih sibuk serta aktif di organisasi eksternal kampus dalam bidang dakwah, karena waktu yang terus berjalan tidak pernah mengingkari hasil oleh karenanya pergunakan waktu dengan baik.

Hal ini patuh diberi applaus dengan usia yang masih dini terus melangkah dengan hal yang positif dan punya bakat dakwah juga, karena ada motto dalam diri Fina yakni bloom where you are planted (mekar di mana kamu ditanam –red).

Dara bertalenta itu juga sangat respek dengan menyikapi kondisi kekinian, menurutnya dewasa ini dirinya prihatin dengan pengguna media sosial kian marak lantaran Covid-19 yang melanda kaula muda.

Di samping itu, perkembangan anak-anak di sekolah yang kurang filter terhadap media sosial dan kurang pengawasan orangtua. Bahkan lebih mirisnya kasus pencemaran nama baik, penghinaan dan sebagainya terus saja bergulir.

“Hal ini diperlukan pengetahuan hukum dan edukasi terhadap penggunaan media sosial yang sehat,” sebutnya.

Kini, Fina menjadi dara inspiratif di kampusnya bernaung di IAIN Langsa dengan torehan prestasi yang gemilang. Semoga langkahnya menggapai impian terus mengiringinya dengan bekal doa kedua orangtuanya…Selamat Nur Afina Ulya. Waspada/Rapian

Baca juga:

460 Lulusan IAIN Langsa Diwisuda, 18 Raih Predikat Terbaik

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.