Nunggak Pajak Rp450 Juta, Dirut PT Harun Plaza Dieksekusi Ke LP Lhokseumawe

Nunggak Pajak Rp450 Juta, Dirut PT Harun Plaza Dieksekusi Ke LP Lhokseumawe

- Aceh
  • Bagikan
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Lhokseumawe Miftah mengeksekusi Direktur Utama PT Harun Plaza berinisial Il yang terpidana perkara pajak ke Lapas Klas IIA Kota. Lhokseumawe, Selasa (16/11). Waspada/Zainuddin Abdullah
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Lhokseumawe Miftah mengeksekusi Direktur Utama PT Harun Plaza berinisial Il yang terpidana perkara pajak ke Lapas Klas IIA Kota. Lhokseumawe, Selasa (16/11). Waspada/Zainuddin Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Karena tidak setor pajak negara hingga menunggak senilai Rp450 juta, akhirnya Kejaksaan Negeri Kota Lhokseumawe mengeksekusi Direktur Utama PT Harun Plaza berinisial Il yang terpidana perkara pajak ke Lapas Klas IIA Kota Lhokseumawe.

Hal itu diungkapkan Kajari Lhokseumawe Mukhlis melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Miftahuddin yang dikonfirmasi Kamis (18/11), terkait kasus pidana tidak setor uang pajak negara.

Miftah mengatakan pihaknya telah mengeksekusi Dirut Harun Plaza ke dalam jeruji pada Selasa (16/11) lalu.

Diketahui bahwa Direktur Utama PT. Harun Plaza yang berinisial Il terbukti bersalah tidak menyetor pajak Rp494 Juta.

Tersangka Il melanggar Pasal 39 Ayat 1 huruf d dan l Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan.

Miftah menyebutkan tersangka akan menjalani pidana penjara 1 tahun 3 bulan dan denda senilai Rp1.188.000.000 atau dua kali dari Rp594 juta.

Jika diperhitungkan uang titipan senilai Rp450 juta dengan ketentuan, apabila terpidana tidak membayar denda paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi denda.

“Apabila harta benda terpidana tidak mencukupi untuk membayar denda tersebut, maka diganti pidana kurungan selama 3 bulan berdasarkan putusan MARI Nomor 1840 K/Pid.Sus/2021 Tanggal 1 September 2021,” ungkapnya.

Kasus ini bermula saat tersangka Il akan mendirikan pusat perbelanjaan di Kota Lhokseumawe dengan nama Harun Plaza pada tahun 2015. Namun Tersangka Il tidak menyetorkan pemotongan pajak ke kas pendapatan negara. (b09)

.

  • Bagikan