Nelayan Tradisional Lhokseumawe Butuh Perhatian Pemerintah

Nelayan Tradisional Lhokseumawe Butuh Perhatian Pemerintah

  • Bagikan
Sejumlah nelayan tradional Hagu Selatan, Kecamatab Banda Sakti, Lhokseumawe sedang mengumpulkan ikan hasil tangkapan pukat darat. Di tengah pandemi Covid-19 hasil tangkapan nelayan tradisional tidak mampu memenuhi kebutuhan keluarga. Waspada/Zainal Abidin

LHOKSEUMAWE (Waspada): Selama pandemi Covid-19, penghasilan nelayan tradisional di pinggiran Kota Lhokseumawe semakin menurun. Mereka mengharapkan bantuan pihak terkait, sehingga mampu meningkatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurut nelayan Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Pemko Lhokseumawe, sejumlah warga pesisir Kota Lhokseumawe masih mencari ikan dengan alat tangkap tradisional. Yaitu berupa pukat darat. “Menangkap ikan dengan pukat darat, hasilnya sangat minim,” jelas Ketua Kelompok Nelayan Karya Sepakat, Ridwan Ibrahim.

Menangkap ikan dengan peralatan tradisional juga butuh banyak tenaga. Sehingga ketika hasil tangkapan dibagi, hasilnya sangat terbatas. “Perhari nelayan rata-rata hanya mendapat Rp50 ribu,” jelasnya. 

Jumlah tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan dapur di tengah pandemi Covid-19. “Dengan penghasilan rata-rata hanya Rp50 ribu, tidak mampu memenuhi kebutuhan harian keluarga. Apalagi, kondisi ekononi warga tidak menentu di tengah pandemi Covid-19,” tegas Ridwan. 

Untuk meningkatkan penghasilan, para nelayan tradisional Hagu Selatan butuh perhatian pihak terkait. “Kita akan mengajukan bantuan, agar nelayan tradisional bisa menangkap ikan sendiri di laut,” jelas Ridwan.

Saat ini buruh nelayan Hagu Selatan membutuhkan boat dan alat tangkap. “Kami mengharapkan pemerintah daerah bisa membantu, minimal mengeluarkan rekomendasi agar dapat mencari bantuan dari Pemerintah Aceh atau Kementerian Kelautan RI,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan Perikanan, Pertanian dan Pangan (DKPPP) Pemko Lhokseumawe Muhammad Rizal, S.Sos, M.Si menjelaskan, pihaknya telah berupaya membantu para nelayan. Bagi nelayan yang berusaha mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan, pihaknya akan mempermuda penguran rekomendasi dinas. 

Menurutnya, DKPPP Pemko Lhokseumawe juga telah mengusulkan bantuan alat tangkap untuk nelayan. Selain itu, di kawasan pesisir Lhokseumawe juga telah dibangun pabrik es untuk kebutuhan nelayan. Diharapkan para nelayan tradisional mampu berkembang di tengah pandemi Covid-19.(b08)


  • Bagikan