Waspada
Waspada » Nelayan Temu Mayat Laki-laki Hanyut Di PPI Peudada
Aceh

Nelayan Temu Mayat Laki-laki Hanyut Di PPI Peudada

Kanit Identifikasi Satreskrim Polres Bireuen Bripka Azrul Aswan melakukan identifikasi jenazah korban, di kamar mayat RSUD dr Fauziah Bireuen, Kamis (23/1). Waspada/Abdul Mukthi Hasan/B
Kanit Identifikasi Satreskrim Polres Bireuen Bripka Azrul Aswan melakukan identifikasi jenazah korban, di kamar mayat RSUD dr Fauziah Bireuen, Kamis (23/1). Waspada/Abdul Mukthi Hasan/B

BIREUEN (Waspada): Sesosok mayat laki-laki bernama Ade Fauzi, 29, beralamat di Desa Lampasi Eungking, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, ditemukan nelayan hanyut terapung dialiran Krueng Peudada di PPI Peudada, Gampong Pulo, Kecamatan Peudada, Bireuen, Kamis (23/1) sekitar pukul 12:30 WIB.

Paska ditemukan jenazah dievakuasi ke kamar mayat RSUD dr Fauziah Bireuen, guna di visum oleh tim medis beserta tim identifikasi Satreskrim Polres Bireuen, dan dibawa pulang keluarga ke rumah duka.

Kapolres Bireuen AKBP Gugun Hardi Gunawan, SIK, MSi melalui Kasatpol Airud PPI Peudada, Iptu Eka Jumadi, ditanyai Waspada, dilokasi kejadian menjelaskan, jenazah korban sudah dievakuasi dengan ambulan Puskesmas Peudada.

Dijelaskan, awalnya ditemukan oleh nelayan boat pukat melintas dialiran sungai sekitar PPI Peudada pulang dari melaut, melihat dibagian pinggir barat PPI Peudada ada sesosok mayat terapung dan hanyut.

Mendapat laporan petugas menggunakan kapal patoli Satpol Airud Polres Bireuen, langsung menuju TKP dan mengevakuasi mayat ke darat, menghubungi ambulan puskesmas Peudada dan dibawa ke RSUD dr Fauziah, jelas Iptu Eka Jumadi.

Sementara Kapolsek Peudada Iptu Zulfikar dikonfirmasi Waspada, untuk penyebab kejadian masih dalam penyelidikan dan seorang keluarga korban sudah dimintai keterangan, dan korban diduga mengalami halusinasi seperti orang ketakutan.

Seorang anggota keluarga korban ditanyai Waspada dan didampingi oleh Kapolsek mengatakan, korban Ade Fauzi merupakan adik sepupu dari istrinya, kerjanya jualan Kebab di Medan.

Sebelumnya dia pulang kerumah orang tua di Teupin Punti, Kecamatan Syamtalira Arun, Kabupaten Aceh Utara, karena sakit. Lalu Selasa (21/) malam, dia mau pergi ke Banda Aceh lalu diantar anggota keluarga naik sepeda motor ke Bayu tunggu Bus.

Lalu Rabu (22/1) dinihari, Ade Fauzi menelpon abangnya memberitahukan dia turun dari bus sudah di Peudada Bireuen. “Dia merasa takut seperti halusinasi ada orang yang ikuti dia, dan orang yang ingin memukulnya,” jelasnya.

Selanjutnya anggota keluarganya tersebut, Rabu (22/1) subuh langsung ke Peudada mencari dan tidak dapat menemukan Ade Fauzi, jelasnya, sesaat mau pergi ke RSUD dr Fauziah bersama Kapolsek Peudada.

Kapolsek Peudada Iptu Zulfikar menambahkan, tas milik korban awalnya diamankan warga paska diserahkan oleh pihak bus ditumpangi korban, dan sudah diantar Sekdes Pulo Peudada, Johan, ke Mapolsek.

Sekdes Pulo Peudada, Johan dikonfirmasi Waspada, Kamis (23/1) sore menjelaskan, Rabu (22/1) dinihari itu, awalnya dari Bus yang ditumpangi oleh korban itu ada turun penumpang dipinggir jalan Pulo Peudada ke barat Mapolsek.

Saat kernet bus lagi mengambil barang penumpang dari dalam bagasi, tiba-tiba melihat korban tujuan ke Banda Aceh itu sudah turun bawa tas seberang jalan dan menyetop mobil penumpang L300 hendak balik ke timur.

Karena curiga lalu kernet mencegah untuk dinaikkan dan sempat ditanya tas dibawa korban milik siapa, korban menjawab itu tasnya. Korban meninggalkan tasnya dan lari ke selatan Desa Pulo ke arah sungai.

Karena bus hendak berangkat dan tas itu milik korban lalu dititip dan diamankan Sekdes, karena mungkin nanti dia balik lagi. “Kami pergi mencari korban sampai jam 4:00 pagi tidak ketemu dan tadi dapat informasi dapat mayat dan ciri-ciri sama, dan saya antar tas ke Polsek,” terangnya.

Kasatreskrim Polres Bireuen Iptu Dimmas Adhit Putranto SIK melalui Kanit Identifikasi, Bripka Azrul Aswan, ditanyai Waspada, mengatakan, korban Ade Fauzi, 29, beralamat di Desa Lampasi Eungking, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar.

Dari hasil identifikasi terhadap korban, dugaan korban meninggal akibat tenggelam karena di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang bersifat penganiayaan. Diduga korban tenggelam sekitar 5 jam sebelum ditemukan, dan korban diduga mengalami dipresi dan sejenisnya dan sudah di cari oleh pihak keluarga 2 hari sebelum kejadian, jelas Kanit Indentifikasi. (cb02/B).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2