Waspada
Waspada » Nelayan Pidie Dambakan Kolam Labuh
Aceh

Nelayan Pidie Dambakan Kolam Labuh

Sekretaris Panglima Laot, Kabupaten Pidie, Marfian AS saat memperlihatkan lokasi rencana pembangunan Kolam Labuh di kawasan mulut muara Tutue Puteh, Gampong Pasi Rawa, Kecamatan Kota SIGLI, Kabuaten Pidie, Sabtu (4/1). Waspada/Muhammad Riza
Sekretaris Panglima Laot, Kabupaten Pidie, Marfian AS saat memperlihatkan lokasi rencana pembangunan Kolam Labuh di kawasan mulut muara Tutue Puteh, Gampong Pasi Rawa, Kecamatan Kota SIGLI, Kabuaten Pidie, Sabtu (4/1). Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Nelayan Kabupaten Pidie dambakan pembangunan Kolam Labuh di kawasan mulut muara Tutue Puteh, Gampong Pasi Rawa, Kecamatan Kota Sigli.

Sekretaris Panglima Laot, Kabupaten Pidie, Marfian AS Sabtu (4/1) mengatakan banyak manfaat yang bisa didapatkan jika dikawasan pesisir pantai memiliki dermaga atau kolam pelabuhan. Diantaranya, sebut dia aktivitas kapal–kapal nelayan ukuran mesin 15 -30 GT akan lancar.

Hal ini perlu menjadi pertimbangan pemerintah, karena selama ini para nelayan acap mengeluhkan kapal-kapal mereka kandas saat masuk untuk bersandar menurunkan ikan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pasi Peukan Baro yang dangkal. Hal yang sama juga terjadi di muara-muara lain hampir seluruh Kabupaten Pidie.

Marfian mengungkapkan dengan adanya kolam labuh tersebut semua aktivitas nelayan akan terjadi disana baik bongkar muat, persiapan perbekalan, serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat, karena perputaran uang bagi nelayan. Mulai dari para tengkulak sampai para pedagang warung-warung kecil yang berada di sekitar lokasi.

Lebih lanjut katanya, dengan adanya kolam labuh ini, tidak hanya berdampak pada peningkatan perekonomian para nelayan, tetapi lebih dari itu akan lebih memajukan sektor pariwisata yang saat ini sedang giat-giatnya dikembangkan oleh Pemkab Pidie. Kolam labuh juga berguna untuk tempat berlindung kapal saat badai, biasanya tempat itu juga dibangun pemecah ombak.

“Nelayan di sini sudah lama mendambakan kolam labuh. Ide kami ini muncul dalam rapat Panglima Laot Kabupaten Pidie dengan para pemilik boat beberapa waktu lalu, dan kami berharap ini menjadi respon oleh pemerintah daerah dan pusat,” tandas Marfian.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pidie Ir Tarmizi menyambut baik masukan masyarakat yang berharap adanya pembangunan kolam labuh. Kata dia, untuk membangun kolam labuh butuh anggaran senilai Rp250 miliar lebih. Sebelum adanya pembangunan kolam labuh terlebih dahulu perlu dibangun revetment pantai. Pembangunan ini dinilainya penting untuk mencegah longsor serta melindungi pergeseran garis pantai yang disebabkan faktor cuaca.

Selanjutnya muara dibuat satu, sedangkan satunya lagi digeserkan ke laut, dan kemudian dibangun revetment untuk penahan. Kemudian baru dilakukan pengerukan kolam labuh. Kemudian pada bagian ujung dekat muara Peukan Baro dibangun break water untuk penahan ombak. “Kemudian baru kita benahkan kembali TPI Peukan Baro agar terlihat lebih baik,” tandasnya. (b10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2