Waspada
Waspada » Nelayan Bekas Tahanan Thailand Reaktif COVID-19
Aceh

Nelayan Bekas Tahanan Thailand Reaktif COVID-19

IDI (Waspada): M, remaja berusia 16 tahun asal Kecamatan Idi Timu, Kab. Aceh Timur, reaktif COVID-19.

Remaja tersebut tercatat salah seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Perkasa Mahera, yang ditangkap dan ditahan bersama 33 nelayan lain atas dugaan illegal fishing di perairan negara Thailand, Januari lalu.

Namun, Thailand membebaskan M bersama empat rekan lainnya dengan alasan masih tergolong usia sekolah.

Setelah proses pengurusan administrasi selesai, lalu kelimanya diterbangkan dari Bangkok ke Banda Aceh setelah transit di Jakarta, Sabtu (18/7) sore.

Kelimanya disambut petugas Dinas Sosial Aceh dan DPR Aceh, dan diantar ke rumahnya masing-masing, Minggu (19/7) pagi.

Sehari setelah tiba di rumahnya, kelima remaja tersebut dilakukan rapid test dan hasilnya non-reaktif. Tetapi petugas kembali melakukan swab test terhadap kelima ABK KM Perkasa Mahera itu.

Ternyata hasilnya, satu dari lima nelayan itu reaktif COVID-19, Senin (28/7). Kini, M telah dilakukan isolasi secara mandiri di rumahnya.

“Awalnya kita menjemput M untuk dirawat, tapi keluarga menolak dengan alasan merasa sehat. Tapi kita sudah anjurkan agar M melakukan isolasi mandiri di rumah,” kata Direktur RSUD Dr. Zubir Mahmud Aceh Timur, Dr. H. Edi Gunawan MARS, kepada Waspada, Selasa (28/7).

Selama menjalani isolasi mandiri, petugas akan terus mengawasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tersebut. Bahkan pihaknya telah meminta keluarga segera menghubungi pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) bila sewaktu-waktu kesehatan M menurun.

“Kita akan telusuri orang-orang yang pernah kontak erat dengan M, baik keluarga maupun petugas dan orang-orang yang sempat kontak erat saat M tiba di Aceh,” sebut Edi.

Terlambat
Dirinya menyayangkan atas keterlambatan informasi yang diterimanya terkait kondisi salah satu nelayan tersebut.

Padahal kelimanya telah dilakukan swab, Kamis (17/7) bersamaan rapid test. “Hasil rapid test diketahui pada hari itu juga dan semuanya saat itu non-reaktif.

“Tapi untuk hasil swab test sesuai dokumen yang kami lihat, hasil swab test tersebut sudah terbit, Rabu 22 Juli lalu. Tapi baru kita terima hasilnya, Senin (27/7). Artinya, kita terima hasilnya setelah 10 hari hasil swab test itu keluar,” kata Edi.

Dirinya tidak mengetahui secara pasti keterlambatan informasi tersebut, padahal kelimanya sudah dilakukan swab test saat pertama kali tiba di Jakarta setelah dipulangkan dari Thailand.

“Apakah keterlambatan informasi ini di pihak Jakarta, atau di pihak Dinsos Aceh, kita tidak usah mencari kesalahan siapapun,” tutur Edi.

Swab Test
Sementara itu, enam orang yang sempat kontak erat dengan M juga dilakukan swab test. Keenamnya merupakan keluarga M yang menetap serumah dengan M. Begitu juga dengan empat rekan M yang berstatus sama dengan M sebagai tahanan di Thailand.

“Enam orang dari pihak keluarga M akan dilakukan swab test. Begitu juga dengan empat orang teman M juga akan dilakukan rapid tes. Jika rapid test keempatnya reaktif, maka akan dilakukan ke swab test,” demikian Dr. H. Edi Gunawan MARS.

Sebelumnya, dua karyawan PT. Medco E&P Malaka juga terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil swab test, Senin (20/7).

Keduanya saat ini masih menjalan isolasi mandiri di rumahnya, namun PDP tersebut masih dalam pengawasan petugas Dinkes Aceh Timur. (b11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2