Nasir Nurdin Pimpin PWI Aceh, Apresiasi Dukungan Dari Pimpinan Harian Waspada

- Aceh
  • Bagikan
Ketua PWI Pusat Atal S Depari menyerahkan bendera Pataka kepada ketua PWI Aceh terpilih Nasir Nurdin, Minggu (21/11) dini hari. Waspada/Muhammad Riza
Ketua PWI Pusat Atal S Depari menyerahkan bendera Pataka kepada ketua PWI Aceh terpilih Nasir Nurdin, Minggu (21/11) dini hari. Waspada/Muhammad Riza

BANDA ACEH (Waspada): M Nasir Nurdin terpilih menjadi ketua PWI Aceh periode 2021-2026 pada pemilihan yang berlangsung di Hotel Hermes sejak Sabtu (19/11) hingga Minggu dinihari tadi.

Pasca terpilih, M Nasir Nurdin berjanji akan mengawali langkahnya dengan melakukan konsolidasi kepengurusan PWI Aceh mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota.

“Saya sadar benar tanpa sinergisitas semua pengurus baik provinsi, kabupaten dan kota, program serta visi misi saya akan terkendala,” demikian M Nasir Nurdin ketua terpilih Ketua PWI Aceh, khusus kepada Waspada melalui selular Minggu (22/11) pagi.

M Nasir Nurdin memaparkan, sebagai ketua tim formatur untuk kepengurusan periode 2021-2026, dia telah diberi waktu sebulan untuk menyusunnya. “Nah, untuk itu, saya akan awali melakukan konsolidasi kepada semua para jurnalis yang bernaung di PWI baik provinsi maupun kabupaten kota guna menyerap saran dan masukan untuk komposisi kepengurusan periode ini,” ujar mantan Waredpel Harian Serambi Indonesia ini.

M Nasir Nurdin yang kesehariannya memimpin keredaksian Theacehpost.com ini yakin bahwa dengan adanya konsolidasi ke seluruh kepengurusan yang ada, visi misi yang disebutkannya saat penyerahan dokumen pendaftaran sebagai balon ketua PWI Aceh akan terwujud.

Salah satunya, tambah dia, agar bisa mewujudkan visi menjadikan PWI Aceh sebagai ‘rumah besar’ bagi seluruh anggota untuk terus melakukan penguatan kelembagaan, pendidikan, advokasi, kesejahteraan dan kepedulian sosial menuju organisasi pers profesional, maju, mandiri, dan bermartabat.”

“Banyak hal positif yang telah dilakukan para pendahulu kita dalam menjaga eksistensi PWI sebagai organisasi kewartawanan tertua dan terbesar di Indonesia. Mari kita pertahankan itu sambil terus melakukan pembenahan demi tetap terjaganya marwah PWI,” kata Nasir.

Dalam rilis saat mencalonkan diri Nasir mengungkapkan, berdasarkan diskusi dengan kawan-kawan pengurus dan anggota PWI di hampir seluruh kabupaten/kota di Aceh—ketika roadshow pada 15-25 Oktober 2021—banyak hal yang diamanahkan oleh kawan-kawan agar menjadi program prioritas lima tahun ke depan.

“Nah konsolidasi dan menyerap kembali masukan dari para kawan-kawan pengurus serta anggota PWI, ini guna merapatkan kembali skala priorita program lima tahun ke depan,” ucapnya optimis.

Terakhir Nasir mengapresiasi dukungan penuh dari pimpinan dan manajemen Harian Waspada atas terpilihnya dia sebagai ketua PWI Aceh. “Saya sangat mengapresiasi sekali atas dukungan dari pimpinan dan manajemen Harian Waspada hingga saya terpilih menjadi Ketua PWI Aceh,” ujarnya.

Sebagai referensi, M Nasir Nurdin yang sedari awal sebagai calon kuat terpilih, saat pemilihan yang didapuk oleh Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari sebagai contoh kongres pemilihan yang terbaik di Indonesia, Nasir terpaksa menunggu putaran kedua untuk merayakan kemenangannya.

Nasir pada putaran pertama meraih angka 80 suara dari 200 lebih suara yang diperebutkan, menyusul T Haris Fadilah 44 suara, Azhari B, 40 suara, Imran Joni 28 suara dan Iranda yang hanya meraih 18 suara. Hasil ini memaksa para peserta kembali memilih Nasir dan Haris pada putaran kedua.

Akhirnya hasil pemilihan yang berlangsung di Hermes Hotel Banda Aceh itu menyatat Nasir terpilih menjadi ketua PWI Aceh unggul dengan suara sebanyak 121 suara sementara Haris 83 suara dan tiga surat suara dinyatakan rusak.

Sedangkan untuk DKP, Tarmilin Usman mantan ketua PWI Aceh terpilih sebelumnya menjadi ketua setelah unggul tipis dari Aldin Nainggolan. (m14)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *