Waspada
Waspada » Mutiawati Ketua DPD-AGPAII Kota Lhokseumawe
Aceh Pendidikan

Mutiawati Ketua DPD-AGPAII Kota Lhokseumawe

Ketua DPW-AGPAII Provinsi Aceh, Ahlul Fikri memberikan sambutan usai melantik Ketua DPD-AGPAII Lhokseumawe, Mutuawati, S.Ag. Mutiawati Ketua DPD-AGPAII Kota Lhokseumawe. Waspada/Maimun Asnawi
Ketua DPW-AGPAII Provinsi Aceh, Ahlul Fikri memberikan sambutan usai melantik Ketua DPD-AGPAII Lhokseumawe, Mutuawati, S.Ag. Mutiawati Ketua DPD-AGPAII Kota Lhokseumawe. Waspada/Maimun Asnawi

LHOKSEUMAWE (Waspada): Ketua Dewan Pengurus Wilayah-Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPW-AGPAII) Provinsi Aceh, Ahlul Fikri, S.Pd.I.,M.Pd, Rabu (27/1) siang di Aula SMP Muhammadiyah Kota Lhokseumawe lantik Mutiawati, S.Ag sebagai Ketua Dewan Pengurus Daerah-Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD-AGPAII) Kota Lhokseumawe.

Usai melantik Mutiawati, Ahlul Fikri dalam sambutannya di hadapan Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad menyebutkan, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) hari ini di seluruh Provinsi Aceh tidak terkecuali di Kota Lhokseumawe belum mendapatkan pembinaan dengan baik.

Hal ini kata Ahlul Fikri disebabkan pengangkatan guru PAI oleh Pemerintah Daerah (Pemda) sedangkan pembinaan dilakukan oleh Kemenag. Kondisi ini pada dasarnya sangat membingungkan. Artinya, kata Ahlul Fikri, guru PAI memiliki dua induk yaitu Kemenag dan Pemda di masing-masing wilayah.

Akibat memiliki dua induk, menimbulkan banyak persoalan yang dihadapi oleh guru PAI saat ini adalah terkait pembiayaan pendidikan profesi guru. “Mereka tidak mendapatkan kuota yang memadai sehingga harus menunggu cukup lama. Kondisi guru PAI tidak sama dengan guru mata pelajaran umum. Hal ini terjadi karena pembinaan dilakukan oleh Kemenag melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam,” katanya.

Untuk itu, sebagai Ketua DPW-AGPAII Provinsi Aceh mengharapkan kepada seluruh kabupaten/kota di Aceh dapat memberikan subsidi untuk pelaksanaan sertifikasi guru PAI. Seandainya subsidi tidak diberikan oleh Pemda, maka pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru-Pendidikan Agama Islam (PPG-PAI) harus menunggu hingga 40 tahun ke depan. Kondisi ini dialami oleh seluruh Indonesia.

Jumlah guru PAI di seluruh Aceh saat ini, sebut Ahlul Fikiri, mencapai 12.350 orang. Mereka berada di seluruh tingkatan sekolah mulai dari PAUD, TK, SMP, dan SMA sederajat. “Sayang sekali guru PAI hingga saat ini tidak mendapat tempat di kabupaten/kota di Aceh. Pemerintah tidak memberikan perhatian khusus kepada para guru PAI dan hanya beberapa kabupaten/kota yang peduli dengan para guru PAI yang diangkat menjadi kepala sekolah,” katanya.

Dengan dilantiknya Ketua DPD-AGPAII Kota Lhokseumawe, nantiny dapat berkontribusi aktif terhadap pembinaan guru PAI di Kota Lhokseumawe. AGPAI Kota Lhokseumawe harus sinergi dengan pemerintah setempat untuk mewujudkan impioan dan harapan para guru PAI di wilayah kota itu.

“Dengan lahirnya AGPAII di Lhokseumawe dapat memberikan kontribusi aktif terhadap pembinan guru ke depan dan AGPAII harus bersinergi dengan Pemko Lhokseumawe ke depan untuk mewujudkan impian dan harapan yang selama ini tidak terpola dengan baik,” demikian Ahlul Fikri.

Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Yusuf Muhammad pada kesempatan itu menyebutkan sangat serius memberikan perhatian kepada para guru PAI. “Guru PAI akan membentengi anak didik dari hal-hal negatif dari perkembangan teknologi informasi dewasa ini,” katanya.

Dalam dunia pendidikan, sebut Yusuf Muhammad, guru memegang peranan penting dalam mencerdaskan anak bangsa. Selain mengajar, mendidik, dan membina akhlak guru juga sebagai teladan bagi anak didik serta menjadi orang tua kedua. “Teknologi tanpa peran guru maka teknologi tidak ada artinya. Karena itu, kami dari Pemkot Lhokseumawe akan memberikan perhatian serius kepada AGPAII ke depan,” katanya.

Ketua Panitia Pelantikan Pengurus DPD-AGPAII Lhokseumawe, Fajri yang juga Wakil Ketua 2 DPD-AGPAII Lhokseumawe saat dikonfirmasi Waspada.id menyebutkan, seyogianya pelantikan Ketua dan Pengurus DPD-AGPAII Lhokseumawe dilaksanakan pada tahun 2020. Namun mengingatkan pada tahun 2020, semua orang disibukkan oleh hadirnya virus mematikan Covid-19.

“Alhamdulillah pada hari ini DPW-AGPAII Provinsi Aceh telah berhasil melntik DPD-AGPAII Kota Lhokseumawe. Dengan adanya AGPAII ini, para guru PAI dapat bahu membahu dalam memperjuangkan hak-hak guru PAI yang belum terakomodir, salah satu contoh masih sulit dilaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan sulitnya mendapatkan dukungan anggaran untuk peningkatan kompetensi guru PAI. Mudah-mudahan ke depan dengan terbentuknya AGPAII Lhokseumawe semua yang akan menjadi ringan dan mudah,” harap Fajri. (b07)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2