Waspada
Waspada » Muspida Hentikan Aktivitas Malam
Aceh Headlines

Muspida Hentikan Aktivitas Malam

Wakapolres Aceh Timur Kompol Warosidi, SH, MH, menyampaikan maklumat bersama Pemerintah Aceh terkait pemberlakukan jam malam yang mengharuskan aktivitas warga seperti warkop tutup mulai pukul 20:30 - 05:30 di salah satu warkop di Idi, Aceh Timur, Minggu (30/3). Waspada/M. Ishak
Wakapolres Aceh Timur Kompol Warosidi, SH, MH, menyampaikan maklumat bersama Pemerintah Aceh terkait pemberlakukan jam malam yang mengharuskan aktivitas warga seperti warkop tutup mulai pukul 20:30 - 05:30 di salah satu warkop di Idi, Aceh Timur, Minggu (30/3). Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Menyusul diberlakukan jam malam di seluruh kabupaten/kota di Aceh, Kapolres Aceh Timur bersama Bupati Aceh Timur langsung mengambil sikap untuk menginformasikan sekaligus membubarkan keramaian dan menghentikan aktivitas warung kopi (warkop) dalam Kota Idi dan sekitarnya, Minggu (29/3) sekira pukul 22:00.

Patroli sekaligus pembubaran pengunjung warkop kali ini melibatkan puluhan personel TNI/Polri, Satpol-PP dan LLAJ Dinas Perhubungan.

Tim gabungan melakukan sosialisasi perberlakuan jam malam di Aceh antara ke Cafe Perfec Caffe (depan Bank Aceh), Sarjana Cafee (samping Gedung Kemenag), Expresso (depan rumdis Sekda Aceh Timur), Terminal Idi dan Kopi Paste (dekat Jembatan Tibro).

Pembubaran pengunjung cafe dan keramaian lain menyusul ditandatanganinya Maklumat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh tentang penerapan jam malam guna menimalisir penyebaran virus Corona (Covid-19) di Aceh Timur. Perberlakuan hingga dua bulan ke depan dimulai pukul 20:30 Wib – 05:30 Wib.

Dalam apel gabungan di Mapolres Aceh Timur, Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM Thaib, SH, meminta seluruh personel yang terlibat dalam razia dan sosialisasi itu tetap mengutamakan keselamatan diri seperti mengenakan masker saat melaksanakan tugasnya.

“Kami apresiasi TNI/Polri dan seluruh personel yang terlibat dalam memberikan informasi terkait pencegahan Corona di daerah, semoga daerah kita aman dan bebas dari virus Covid-19,” katanya.

Sementara Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.Ik, MH, mengajak personel untuk mengimbau masyarakat untuk mematuhi garis-garis batas dari maklumat bersama Pemerintah Aceh terkait diberlakukannya jam malam.

“Sampaikan ke masyarakat bahwa sosialisasi itu bukan kemauan polisi, TNI atau pimpinan di daerah, melainkan perintah negara untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di daerah kita,” ujar Eko.

Ketua Gugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Aceh Timur, Ashadi, MM, terpisah menyebutkan, personel yang terlibat dalam razia dan pembubaran titik kemaraian sebanyak 150 personel, terdiri dari TNI dari Makodim 0104/Aceh Timur, personel Polres Aceh Timur, Satpol-PP/WH, Satgas BPD dan SAR Aceh Timur. (b24)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2