MPD Aceh Tamiang Gelar Pertemuan Bersama MPA Provinsi Aceh

MPD Aceh Tamiang Gelar Pertemuan Bersama MPA Provinsi Aceh

  • Bagikan
Ketua MPD Aceh Tamiang, Fahmizar, S.Pd saat memimpin pertemuan bersama pengurus Majelis Pendidikan Aceh (MPA) Provinsi Aceh, Senin (27/9) di kantor MPD Aceh Tamiang.Waspada/Yusri
Ketua MPD Aceh Tamiang, Fahmizar, S.Pd saat memimpin pertemuan bersama pengurus Majelis Pendidikan Aceh (MPA) Provinsi Aceh, Senin (27/9) di kantor MPD Aceh Tamiang.Waspada/Yusri

KUALASIMPANG (Waspada): Pengurus Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Tamiang menggelar pertemuan bersama pengurus Majelis Pendidikan Aceh (MPA) Provinsi Aceh yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua MPD Kabuapten Aceh Tamiang, Fahmizar, S.Pd melalui Drs. Kamaruddin Komisi Litbang dan Penjamin Mutu dalam pertemuan bersama MPA Provinsi Aceh yang berlangsung Senin (27/9) di ruang rapat kantor MPD setempat mengatakan, ada beberapa program kerja yang sudah dilaksanakan pihaknya seperti pembahasan tentang kurikulum muatan lokal Baca Tulis Al Qur’an (BTQ) dan Adat Budaya Tamiang (ABT) dengan melibatkan unsur Dinas Pendidikan, Kemenag, MPU, MAA, Dinas Dayah dan pakar adat serta pakar budaya.

                                             

Kemudian, memasuki masa pandemi Covid-19, MPD Aceh Tamiang juga melakukan berbagai analisa melalui rapat koordinasi dengan unsur terkait tentang pembelajaran tatap muka masa pandemi Covid-19. “Termasuk pengembangan nilai semangat kebangsaan, cinta tanah air, patriotisme di kalangan generasi muda Kabupaten Aceh Tamiang,” jelas Kamaruddin sembari menyampaikan, masih banyak kegiatan lainnya yang sudah dilakukan dan hingga saat ini MPD Aceh Tamiang terus memantau perkembangan pendidikan di daerah ini sesuai tugas dan fungsinya MPD.

Sementara itu, Dr Sofyan Agani mewakili pengurus MPA Provinsi Aceh dalam kesempatan itu juga memaparkan tentang peningkatan mutu dan daya saing lulusan sekolah atau madrasah di Aceh dan pengembangan guru serta kepala sekolah. “Tidak lagi bicara siapa yang menghasilkan guru atau siapa yang bersalah dengan kualitas guru sekarang,” ungkapnya.

Begitu juga halnya dengan pemerataan guru, lazimnya masalah yang sering ditemui adalah guru yang berkualitas umumnya terpusat di kota, derah terpencil selain guru minim juga banyak yang berkualitas rendah, bahkan sering keberadaan guru masuk ranah politik dan kekeluargaan serta SKB 5 Menteri Tahun 2011 tentang pemerataan guru tidak jalan di Aceh.

Sofyan Agani dalam paparannya menegaskan, terkait hal ini solusinya dengan dibuka seluas-luasnya kesempatan guru untuk mengajar di daerah terpencil dan sangat terpencil dengan memberikan insentif sebesar Rp4 juta perbulan untuk guru PNS dan non PNS berkisar Rp6 jutaan yang bersedia mengajar daerah sangat terpencil. “Untuk daerah terpencil diberikan insentif sebesar Rp3 jutaan dengan kriteria dibuat kontrak untuk 4 – 5 tahun dan diatur dalam suatu kebijakan khusus agar program ini tepat sasaran dan berskesinambungan,” sebutnya.

Ditegaskannya, tanpa usaha yang serius, sistematis dan strategis untuk membenahi pendidikan Aceh, mutu yang diperoleh secara nasional tetap terpuruk dan jangan berharap siswa mampu bersaing untuk masuk perguruan tinggi ternama di luar Aceh, kalau hal ini belum terbenahi. “Sangat sering ide, cita–cita dan gagasan berakhir di ruang pertemuan atau FGD,” pungkas Sofyan Agani.

Sementara itu pengurus MPA Provinsi Aceh yang hadir dalam pertemuan tersebut Dr Sofyan Agani, Dr Tgk H. Ajidar Matsyah, Lc,MA, Drs. Saiful Bahri, M.Pd dan beberapa anggota rombangan lainnya. Selain itu juga turut dihadiri unsur Dinas Pendidikan Aceh Tamiang, perwakilan sekolah, perwakilan Kemenag Aceh Tamiang.(b15)

  • Bagikan