Waspada
Waspada » MPD Aceh Tamiang Gelar Monitoring Pesantren
Aceh Pendidikan

MPD Aceh Tamiang Gelar Monitoring Pesantren

Ridwan Ma'ruf, Wakil Ketua I MPD Aceh Tamiang. MPD Aceh Tamiang Gelar Monitoring Pesantren. Waspada/Yusri
Ridwan Ma'ruf, Wakil Ketua I MPD Aceh Tamiang. MPD Aceh Tamiang Gelar Monitoring Pesantren. Waspada/Yusri

KUALASIMPANG (Waspada): Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Kabupaten Aceh Tamiang menggelar kegiatan monitoring semua pesantren dan dayah yang berada di wilayah kabupaten ini. Terobosan tersebut untuk melihat secara langsung berbagai persoalan maupun kendala yang dihadapi dalam proses pembelajaran di masing-masing pesantren.

Wakil Ketua I MPD Kabupaten Aceh Tamiang, Ridwan Ma’ruf, A.Ma,Pd didampingi Kepala Sekretariat MPD, Wan Irwansyah, S.Sos,I kepada Waspada.id, Selasa (30/3) di ruang kerjanya mengatakan, monitoring yang dilaksanakan tersebut juga berdasarkan tugas dan fungsi dari MPD dan sesuai Qanun Kabupaten Aceh Tamiang No 11 Tahun 2013 tentang pembentukan susunan organisasi dan tata kerja MPD.

Jadi, merujuk dari Qanun Nomor 11 Kabupaten Aceh Tamiang tersebut, MPD Aceh Tamiang sesuai Tupoksinya dapat melaksanakan kegiatan monitoring terhadap lembaga pendidikan dayah atau pesantren dengan tujuan untuk mengukur penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan oleh Dayah maupun Pesantren. “Disamping untuk menyesuaikan kegiatan dan program dayah dan pesantren dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Ridwan Ma’ruf.

Disebutkannya, adapun sasaran yang menjadi fokus utama pihaknya dalam kegiatan monitoring tersebut antara lain terkait kualifikasi guru, ustadz, standar sarana dan prasarana, ouput atau outcome pendidikan dayah dan pesantren serta standar kelulusan. “Termasuk juga program kerja dari lembaga pendidikan dayah dan pesantren, pendanaan serta kurikulum,” jelas Ridwan Ma’ruf.

Melalui program monitoring ini, Ridwan Ma’ruf mengharapkan terpetanya kualifiaksi guru, ustadz dan ustadzah, terpetanya sarana dan prasarana serta berbagai hal lainnya, “Monitoring kita lakukan lebih kurang sebanyak 50 dayah atau pesantren, baik salafi maupun pesantren terpadu,” ungkap Ridwan Ma’ruf.

Ditambahkannya, adapun rekomendasi dari hasil monitoring nantinya akan disampaikan kepada Bupati Aceh Tamiang dengan harapan bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah terhadap berbagai persoalan yang ditemui dari monitoring yang dilakukan MPD Aceh Tamiang.

Sementara itu, Kepala Sekretariat MPD Aceh Tamiang, Wan Irwansyah menyampaikan, kegiatan ini merupakan terobosan baru dari MPD Aceh Tamiang dan kegiatan tersebut berlangsung sejak Senin 29 Maret sampai dengan 1 April 2020. “Tim monitoring dibagi menjadi empat tim dengan setiap timnya melibatkan Komisioner MPD dan pegawai Sekretariat MPD,” pungkas Wan Irwansyah, mantan Camat Manyak Payed.(b15)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2