Waspada
Waspada » Sabu Dibungkus Martabak Telur Modus Baru Di Lhokseumawe
Aceh

Sabu Dibungkus Martabak Telur Modus Baru Di Lhokseumawe

Wakapolres Lhokseumawe Kompol Ahzan bersama Kasat Narkoba Iptu Ferdian Candra menunjukkan tersangka dan sabu dibungkus martabak telur, Senin (3/2), dalam konferensi pers. Waspada/Zainuddin Abdullah
Wakapolres Lhokseumawe Kompol Ahzan bersama Kasat Narkoba Iptu Ferdian Candra menunjukkan tersangka dan sabu dibungkus martabak telur, Senin (3/2), dalam konferensi pers. Waspada/Zainuddin Abdullah

LHOKSEUMAWE (Waspada): Peredaran sabu modus baru terbongkar. Di Lhokseumawe dan Aceh Utara kini sabu dibungkus martabak telur.

Hal itu berhasil diungkap Satuan Rerserse Narkoba Polres Lhokseumawe dan menangkap tiga bandar secara terpisah di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara. Polisi menyita barang bukti sabu sebanyak 2 ons.

Hal itu diungkapkan WakaPolres Lhokseumawe Kompol Ahzan bersama Kasat Narkoba Iptu Ferdian Chandra dalam konferensi pers yang digelar di Gedung Serba Guna Mapolres Lhokseumawe, Senin (3/2).

Dikatakannya, meski ditangkap pada lokasi yang berbeda, namun ketiga tersangka bandar narkoba itu memiliki kerjasama dalam jaringan sindikat yang sama.

Akan tetapi dalam menjalankan bisnis haramnya, para tersangka menggunakan modus operandi terbaru untuk mengelabui petugas dengan cara dagang martabak telur.

Sehingga secara terselubung tersangka bisa dengan mudah melakukan transaksi pada konsumen dengan cara paket sabu dibungkus bersama martabak telur.

Kondisi ini tidak menimbulkan kecurigaan masyarakat dan mencegah perhatian perhatian petugas yang datang ke lokasi.

Disebutkannya, ketiga bandar narkoba itu satu diantaranya diringkus di kawasan Keude Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara yakni BR, 36.

Sedangkan dua tersangka lainnya yakni berinisial YN, 32 dan H, 34 ditangkap dikawasan Blang Panyang Kec. Muara Satu Kota Lhokseumawe pada Kamis (22/1) lalu.

Selanjutnya dari hasil penangkapan ketiga tersangka, polisi berhasil menyita barang bukti sebanyak 2 ons sabu-sabu saat penangkapan tersangka di salah satu rumah di Kawasan Gampong Blang Panyang.

Wakapolres menjelaskan, semula pada saat penggrebekan dan dalam kondisi sudah terkepung, ternyata tersangka YN berhasil meloloskan diri hingga ditetapkan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tertangkap Di Banda Aceh

“Saat penggerebakan dilakukan tersangka melarikan diri, namun setelah itu kita daftarkan mereka ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Ternyata kita mendapatkan informasi kalau tersangka lari ke Banda Aceh,” ujarnya.

Wakapolres menerangkan, pasca itu polisi berhasil menangkap YN di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh.
Lalu ketika pihaknya melakukan pengembangan kasus, ternyata terungkaplah bahwa YN membeli sabu-sabu dari tersangka H dengan harga Rp80 juta.

Sementara tersangka H berhasil ditangkap di kawasan Syamtalira Bayu, Kab. Aceh Utara.

“Ketiga tersangka terancam hukuman seumur hidup atau mati, dan denda Rp10 miliar,” tegasnya.

Dalam konferensi pers itu polisi juga menunjukkan ketiga tersangka yang sudah mengenakan baju tahanan termasuk juga menunjukkan barang bukti yang disita sebanyak dua bungkusan sabu-sabu seberat dua ons. (b16)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2