Modifikasi Tangki Cadangan, Mobil Jazz Terbakar Di SPBU

  • Bagikan
Honda Jazz BK 1393 JI yang dikemudikan Mukhlis Alfaidy, hangus terbakar saat mengisi BBM di SPBU Cot Iri, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Senin (25/4) malam. Waspada/ist
Honda Jazz BK 1393 JI yang dikemudikan Mukhlis Alfaidy, hangus terbakar saat mengisi BBM di SPBU Cot Iri, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Senin (25/4) malam. Waspada/ist

ACEH BESAR (Waspada): Honda Jazz BK 1393 JI yang dikemudikan Mukhlis Alfaidy, 31, warga Karieng, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, terbakar saat mengisi BBM di SPBU Cot Iri, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Senin (25/4) malam.

Terbakarnya mobil Honda Jazz tersebut diduga akibat pemilik mobil menggunakan tangki modifikasi cadangan agar bisa memuat jumlah minyak yang diisi di SPBU.

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim Kompol M Ryan Citra Yudha, SIK dalam siaran persnya mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekira pukul 22:05 di SPBU Cot Iri.

“Kejadian terbakarnya mobil Honda Jazz BK 1393 JI yang dikemudikan Mukhlis Alfaidy, saat ianya mengisi BBM jenis pertalite di SPBU Cot Iri. Tiba – tiba saat BBM diisikan oleh petugas, terjadi ledakan dari dalam mobil dan langsung mengeluarkan api,” ungkap Kasatreskrim.

Kemudian, lanjut Kasatreskrim, personel Opsnal Satreskrim melakukan penyelidikan terhadap kejadian kebakaran mobil Honda Jazz tersebut, dan didapati bahwa mobil yang terbakar tersebut sudah dimodifikasi tangki BBM-nya.

“Hasil penyelidikan oleh Penyidik Satreskrim Polresta Banda Aceh, didapati keterangan dari pemiliknya bahwa pada saat Mukhlis Alfaidy sedang mengisi BBM jenis pertalite di SPBU ke dalam tangki tambahan, sekitar lima menit berjalan tiba-tiba muncul api dari tempat tangki tambahan. Lalu terjadi ledakan dari dalam mobil sehingga Mukhlis Alfaidy melompat keluar melalui pintu sebelah kiri,” kata Kasatreskrim lagi.

Kemudian pihak SPBU dan Mukhlis Alfaidy memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia di SPBU sampai akhirnya api padam. Setelah itu Mukhlis Alfaidy beserta barang bukti dan petugas dari pihak SPBU yang bertugas pada saat itu diamankan ke Polresta Banda Aceh guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Dapat dijelaskan bahwa Mukhlis Alfaidy membeli BBM jenis Pertalite dalam jumlah besar untuk dijual kembali ke kios dengan maksud untuk mengambil keuntungan dari penjualan tersebut.

“Mukhlis Alfaidy membeli BBM pertalite dari SPBU seharga Rp7.650 per liter dan dijual ke kios seharga Rp8.500 per liter, tuturnya.

Kompol Ryan menjelaskan, penyebab terjadinya kebakaran, di duga pemilik mobil sengaja melakukan pengisian minyak bersubsidi dengan mengunakan tangki yang sudah di modifikasi sebesar 120 liter di dalam mobil dan juga ditemukannya dalam mobil tersebut berupa jerigen penampungan minyak dengan kapasitas 33 liter sebanyak enam buah, uang tunai sebesar Rp1,3 juta dan BBM jenis pertalite sekitar 70 liter.

Sementara itu, lanjut Kasatreskrim, pihak polisi memintai keterangan terkait terbakarnya mobil di Polresta Banda Aceh antaranya Mukhlis Alfaidy (sopir), Hendri dan Khaidir pengawas SPBU.

“Untuk sopir setelah dilakukan pemeriksaan langsung mendapatkan perawatan medis di rumah sakit Bhayangkara, karena mengalami luka bakar yang cukup serius pada tangan kanan dan kaki kirinya akibat terbakarnya mobil saat pengisian BBM subsidi jenis pertalite, pungkas Kasatreskrim.(tim)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.