Mimpi Bupati Abdya Terwujud, Produksi 1 Juta Benur Tahap Uji Coba

  • Bagikan
Bupati Akmal Ibrahim SH. Waspada/Ist
Bupati Akmal Ibrahim SH. Waspada/Ist

BLANGPIDIE (Waspada): Memproduksi benur udang vaname sendiri, di wilayah ‘Nanggroe Breuh Sigupai’ Aceh Barat Daya (Abdya), merupakan mimpi dan cita-cita lama dari Bupati Akmal Ibrahim SH, jauh sebelum menjabat pada periode pertama 2007-2012 lalu.

Mimpi dan cita-cita itu baru bisa diwujudkan di penghujung masa pemerintahannya, dalam memimpin daerah yang juga dikenal dengan sebutan ‘Bumou Teungku Peukhan” itu, Periode kedua 2017-2022, tepat di penghujung tahun 2021 ini.

Di mana, di penghujung tahun ini, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Abdya, dilaporkan berhasil memproduksi sebanyak 1 juta benur udang vaname, dengan kualitas super, dalam masa tahap uji coba. “Ini adalah kabar gembira, untuk pengusaha udang vaname Barat Selatan Aceh (Barsela). Ini juga adalah mimpi dan cita-cita saya sejak lama,” ungkap Bupati Akmal Rabu (8/12) di Blangpidie.

Selama ini kata tambah Bupati Akmal, para pengusaha udang vaname di Abdya dan sejumlah Kabupaten/Kota lainnya, sepanjang Barsela yang sudah mulai membuka usaha budidaya udang vaname, terpaksa harus membeli benur udang vaname kualitas superior ke luar daerah, hingga luar Provinsi Aceh. Karena katanya, selama ini, di Barsela belum ada yang memproduksi benur udang vaname.

“Dengan adanya produksi dari DKP Abdya yang berkualitas super ini, para pengusaha tambak udang di wilayah Barsela, tidak lagi harus menunggu beberapa hari, untuk mendapatkan benur vaname. Mereka bisa dapatkan di Abdya, tentu dengan harga yang lebih murah,” sebutnya.

Menurut Bupati Akmal, budidaya udang vaname adalah bisnis yang menggiurkan. Sudah banyak masyarakat yang berhasil dalam budidaya udang vaname tersebut. Bahkan, di beberapa kesempatan, pihaknya sering menyampaikan kepada masyarakat dan para pengusaha, budidaya udang vaname itu, tidak ubahnya bisnis sabu, dengan keuntungan besar, yang dapat membuat orang kaya. “Bedanya, kalau sabu adalah perbuatan melawan hukum dan penjara tempatnya. Sedangkan budidaya vaname, hasilnya halal dan kita hidup tenang,” katanya.

Imbasnya kata Bupati Akmal, dengan daya tarik yang sangat menjanjikan itu, khususnya di Abdya saat ini, tanah yang berada di pesisir pantai, yang selama ini terlantar, kini sudah disulap menjadi kolam udang vaname. “Dulu, saya beli tanah di pesisir pantai itu berkisar Rp10 juta hingga Rp40 juta perhektar. Sekarang sudah mencapai harga Rp100 juta lebih perhektar, tapi dibeli juga. Begitulah menggiurkan budidaya vaname ini,” ujar Bupati Akmal, yang juga pengusaha udang vaname tersebut.

Dengan kondisi itu, Bupati Akmal berharap, DKP Abdya ke depannya bisa memproduksi benur vaname dalam jumlah besar. Selain bisa menambah pendapatan asli daerah, juga bisa memenuhi kebutuhan pengusaha udang vaname, di wilayah Barsela yang saat ini terus berkembang dan bertambah.(b21)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *