SUKSESI Pilkada Serentak 2024 kini semakin menggema. Dijadwalkan, akhir November 2024 kontestasi lima tahunan ajang ‘perebutan’ menjadi orang nomor satu di Pemerintah Kota Subulussalam, masuk dalam debut Pilkada serentak itu.
Meski belum saatnya Pasangan Bakal Calon Wali dan Wakil Wali Kota Subulussalam yang berkompetisi menunjukkan jati diri, H. Affan Alfian Bintang, SE yang baru pada pekan kedua Mei 2024 lalu menanggalkan jabatan sebagai wali kota, sejalan perputaran waktu dan periodesasi, sosok Affan Bintang agaknya masih menjadi bahan pembicaraan di hampir semua kalangan masyarakat kota ini, terlepas pro maupun kontra.
Kesimpulan awal bagi kalangan pro Bintang, disinyalir belum ada sosok yang mampu menandingi sang idola, Ketua DPC Partai Hanura Kota Subulussalam ini. Peluang masih terbuka lebar, sejumlah keunggulan dimiliki Bintang, seperti cukup dekat bahkan membaur dengan lapisan masyarakat menengah ke bawah.
Lalu pertanyaan kelompok kontra, apakah sosok Fajri Munte yang digadang-gadang Partai Golkar, Haji Rasyid Bancin dari Partai Gerindra dengan tim yang cukup solid dan viral jauh lebih awal dengan slogan Wajah Baru, Perubahan Baru serta Salmaza dan Bahagia Maha garis independen dan Nasir (saudara kandung alm. Merah Sakti) atau masih akan muncul nama lain bukan ‘menjadi’ pesaing kuat dan patut diperhitungkan?
Apakah semata-mata rupiah menjadi faktor kekuatan utama untuk bisa menjadi orang nomor satu di Kota Subulussalam yang didiami beragam etnis ini. Apakah tak ada faktor lain bagi seorang sosok agar bisa meraih kursi Wali Kota Subulussalam, selain materi dan pertanyaan lain.
Pertanyaan kemudian, apa atau bagaimana upaya Affan Bintang mendapatkan kursi Wali Kota Subulussalam Periode II.
Agaknya lima tahun kepemimpinan Affan Bintang bersama Salmaza (Bisa) patut dijadikan barometer dan menakar, ‘Berpeluangkah Bintang Mengejar Periode Kedua Menjadi Wali Kota Subulussalam’ lima tahun ke depan, di sisi lain Salmaza adalah salah seorang kandidat Kontestasi Pilkada Subulussalam 2024.
Terlepas dari kekuatan materi, publik pasti bisa melihat, bahkan ‘menilai’ sisi positif dan negatif Bisa dalam masa lima tahun menakhodai Kota Subulussalam. Terlepas ‘konflik’ internal antarkeduanya semasa akur dalam sebutan Bisa.
Fakta tersendat, bahkan terbengkalai pembayaran honor ribuan tenaga honorer, mulai dari tenaga medis, kebersihan dan aparatur kampong, bahkan hingga telah berakhir jabatan Bisa pun belum terselesaikan, adalah hal yang menjadi catatan, mungkin ingatan banyak orang.
Bukankan unjuk rasa, orasi dan berbagai bentuk protes menghadapi Kebijakan Bisa cukup sering terjadi di era Bisa itu dan mediasi DPRK nyaris gagal membuahkan hasil.
Acapkali terdengar di publik dan bisa jadi rasa simpati atau sebaliknya, baik untuk sosok Bintang maupun Salmaza menjadi bagian penilaian dan pertanyaan publik, ‘Masihkah pantas dua sosok ini dipilih untuk menjadi Wali Kota Subulussalam?’
Persoalan lain, semakin tinggi defisit anggaran daerah di Bumi Sada Kata Kota Subulussalam pada era Bisa, terlepas dari alasan Covid-19 dan lainnya, dinilai sejumlah pihak Bisa gagal memenej keuangan daerah.
Penilaian awam, kalaupun banyak pembiayaan lain-lain, sangat tidak pantas kalau hak-hak para tenaga honorarium yang menjadi sasaran. Alasannya, pembayaran honorarium sudah lebih dahulu dianggarkan dan nyaris tidak beda dengan para ASN atau keryawan perusahaan yang gaji rutin mereka dibayar setiap bulan karena penganggaran di depan.
Mirisnya, ada penilaian negatif jika honor yang seharusnya dibayarkan kepada yang berhak justru digunakan untuk kepentingan lain.
Pertanyaan mendasar, apakah dengan memimpin satu daerah akan mau dan mampu untuk memenuhi atau membayarkan hak-hak dasar pekerja atau abaikan hak pekerja demi kepentingan kelompok atau golongan. Sebuah harapan untuk kandidat Wali Kota Subulussalam ke depan. WASPADA.id/Khairul Boangmanalu
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.