Waspada
Waspada » Mantan Kombatan GAM Diminta Jaga Damai
Aceh

Mantan Kombatan GAM Diminta Jaga Damai

 Bupati Rocky menziarahi Makam 'Kubu Aneuk 9' di TPU Buket Teukuh, Kec. Idi Tunong, Aceh Timur, Kamis (3/12). Waspada/M. Ishak
 Bupati Rocky menziarahi Makam 'Kubu Aneuk 9' di TPU Buket Teukuh, Kec. Idi Tunong, Aceh Timur, Kamis (3/12). Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Momentum Milad Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Ke-44 Tahun 2020, mantan kombatan diminta untuk terus menjaga kedamaian. Hal itu penting guna seluruh butir-butir yang ada dalam Nota Kesepahaman antara Pemerintah Republik Indonesia dengan GAM dapat terealisasi dengan sempurna.

“Kami imbau seluruh mantan kombatan GAM untuk menjaga damai, karena hanya melalui kedamaian kita bisa membangun daerah ini,” kata Bupati Aceh Timur H. Hasballah HM.Thaib atau Rocky, di sela-sela Ziarah ‘Kubu Aneuk 9’ di TPU Desa Buket Teukuh, Idi Tunong, Aceh Timur, Kamis (3/12).

Menyahuti Milad GAM Ke-44, Rocky sebagai Tuha Peut Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Peureulak meminta seluruh mantan GAM di 24 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Timur untuk menyantuni para anak yatim, janda korban konflik dan kaum dhuafa.

“Dalam suasana Covid-19 yang kian mengancam ini, sebagai kepala daerah kami berharap tidak ada mobilisasi massa dan kerumunan massa yang berlebihan dalam memeriahkan Milad GAM. Silahkan isi kegiatan Milad GAM kali ini dengan doa dan zikir serta penyantunan, karena hal itu lebih berharga disaat diiringi dengan keikhlasan,” urai Rocky.

Bendera

Disinggung soal bendera, Rocky kepada Waspada, kembali meminta seluruh masyarakat tidak mengibarkan bendera Aceh, karena hingga saat ini statusnya masih Cooling Down sesuai dengan kesepakatan Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Pusat.

“Belum saatnya bendera dikibarkan. Jika sudah saatnya nanti kita akan kibarkan bendera Aceh secara bersama-sama,” tutur Rocky dalam wawancara khusus itu.

Sebagai mantan gerilyawan GAM, Rocky mengaku sama sekali tidak sepakat bendera Aceh dikibarkan secara diam-diam di tiang listrik, tower telkom, dan dipajangkan di sawah dan perbukitan, karena bendera Aceh tersebut nantinya akan dikibarkan di tiang layaknya tiang bendera.

“Jaga damai, karena hanya kedamaian kita bisa memulihkan ekonomi pasca konflik berkepanjangan hingga 2005. Pupuk kedamaian ini dan wariskan untuk anak cucu kita kelak sebagai modal dalam memajukan daerah,” sebut Rocky.

Ziarahi Makam

Sebagai mantan GAM yang terdidik, Bupati Aceh Timur meluangkan waktu sehari sebelumnya 4 Desember 2020 untuk menziarahi ‘Kubu Aneuk 9’ di TPU Buket Teukuh, Idi Tunong, Aceh Timur. Setiba di lokasi, Bupati Rocky didampingi unsur muspika setempat membersihkan makam kesembilan korban konflik yang dimakamkan dalam satu liang.

Usai membersihkan dan membentuk kembali makam, kemudian Bupati Rocky membacakan doa terhadap almarhum dan memohon agar Allah memberikan kelapangan kubur dan diterima arwah disisi-Nya. Makam yang diziarahinya yakni makam almarhum Zainal Bin Bakri, Muhammad Bin Ismail, Muhammad Bin Nazar, Anbari Bin Ramli, Idris Bin Muis, Muksinun Bin Samiun, Zulfadli Bin Madden, Murhaban Bin Sulaiman, dan Makam M. Salim Bin A. Rahman.

Usai berdoa, lalu Bupati Rocky mengunjungi belasan rumah keluarga almarhum yang tersebar disejumlah desa dalam Kecamatan Darul Ihsan dan Idi Tunong. Satu persatu rumah korban konflik itu dikunjungi dan diberikan sembako dari H. Muzakir Manaf atau Mualem yang diprioritaskan untuk korban konflik dan kaum dhuafa.

“Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat karena yang diberikan Mualem melalui kita adalah beras, minyak, gula, kain sarung dan telur dalam stau paket,” kata Rocky didampingi tokoh KPA Aceh Timur, H. Azhari alias Maop, dan Bukhari alias Meulasah. (b11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2