Mahasiswa STAI Tamiang Olah Siput Dondong Jadi Kerupuk

  • Bagikan
Mahasiswi STAI Aceh Tamiang berpose bersama warga Kampung Pahlawan, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang untuk membuat kerupuk siput dondong. Waspada/Ist
Mahasiswi STAI Aceh Tamiang berpose bersama warga Kampung Pahlawan, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang untuk membuat kerupuk siput dondong. Waspada/Ist

Kami manfaatkan siput dondong diolah menjadi kerupuk sebagai program pemberdayaan masyarakat sehingga bisa dijual untuk menambah penghasilan bagi masyarakat setempat

Mahasiswa/mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Aceh Tamiang berhasil mengolah siput dondong menjadi kerupuk yang gurih untuk pemberdayaan masyarakat di Kampung Pahlawan, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang.

“Kami semuanya ada sebelas orang dari kampus STAI Tamiang yang melakukan program kuliah pengabdian masyarakat (KPM) di Kampung Pahlawan dan supervisor KPM, Zakia, M.Si,” ungkap mahasiswi STAI Tamiang, Nisfi Ramadhani kepada Waspada, id, Kamis (27/2)

Adapun 11 mahasiswa/mahasiswi yang melaksanakan KPM di Kampung Pahlawan yaitu Nisfi Ramadhani, Syaidatun Nisah, Radha Silvia, Rini Andriani, Farida Hanim, Kiki Sapira Rahmah, Siti Rahana, Nurul Asyah , Sabda Wahyu Ramadan, Arya Elmansyah, Zulfikar dan sebagai supervisor, Zakia, M. Si.

Menurut Nisfi Ramadhani, di Kampung Pahlawan daerah pesisir di Kecamatan Manyak Payed, siput dondong merupakan hama.

“Kami manfaatkan siput dondong diolah menjadi kerupuk sebagai program pemberdayaan masyarakat sehingga bisa dijual untuk menambah penghasilan bagi masyarakat setempat,” ujar Nisfi.

Mahasiswa STAI Tamiang Olah Siput Dondong Jadi Kerupuk
Kerupuk dari siput dondong hasil olahan mahasiswi/mahasiswa STAI Aceh Tamiang. Waspada/Ist.

Nisfi menjelaskan, untuk membuat kerupuk siput dondong yang gurih, enak dan lezat serta mengandung gizi dan protein yang tinggi bahannya terdiri dari siput dondong, tepung terigu, tepung tapioka , bawang putih yang sudah dihaluskan, garam, penyedap masakan, pengembang (baking powder) dan bubuk lada.

Nisfi memaparkan cara pembuatan kerupuk Ddndong dimulai dari siput dondong dipisahkan dari cangkangnya, lalu dibersihkan kotoran dan dibilas menggunakan air yang bersih.

Setalah itu, imbuh Nisfi, siput dondong direbus selama kurang lebih 15 menit untuk menghilangkan lendir, selanjutnya siput dondong diblender sampai halus, untuk dijadikan adonan dicampuri dengan tepung terigu, tepung tapioka 1:1, bawang putih yang sudah dihalus, garam, penyedap rasa masakan, lada bubuk, pengembang sampai menjadi adonan yang kalis atau tidak lengket di tangan.

Menurutnya, setelah menjadi adonan dicetak berbentuk seperti lontong, lalu dikukus selama kurang lebih 30 menit, selanjutnya didinginkan dan diiris tipis-tipis, lalu dijemur di bawah terik matahari sampai benar-benar mengering dan selanjutnya siap untuk digoreng.

“Kerupuk Ddndong setelah dimasukkan dalam kemasan bisa dijual di pasar sebagai kuliner untuk menambah penghasilan masyarakat Desa Pahlawan Kecamatan Manyak Payed, “ujarnya.

Menurut Nisfi, mahasiswa dan mahasiswi yang melaksanakan KPM di Desa Pahlawan dalam rangka menyelesaikan tugas akhir untuk persyaratan menulis skripsi. WASPADA.id/Muhammad Hanafiah


Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.

Mahasiswa STAI Tamiang Olah Siput Dondong Jadi Kerupuk

Mahasiswa STAI Tamiang Olah Siput Dondong Jadi Kerupuk

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *