Waspada
Waspada » Mahasiswa Abdya Kecam Pelaku Pencabulan Anak
Aceh Headlines

Mahasiswa Abdya Kecam Pelaku Pencabulan Anak

Ketua Dema STIT Muhammadiyah Abdya, Wahyu Andika. Mahasiswa Abdya kecam pelaku pencabulan anak. Waspada/Syafrizal
Ketua Dema STIT Muhammadiyah Abdya, Wahyu Andika. Mahasiswa Abdya kecam pelaku pencabulan anak. Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Mahasiswa Abdya kecam pelaku pencabulan anak. Berbagai kalangan masyarakat di Aceh Barat Daya (Abdya), mengutuk dan mengecam keras aksi pelecehan anak di bawah umur, yang dilakukan DH, 29, salah seorang warga Kecamatan Babah Rot, sebagaimana diberitakan beberapa hari lalu.

Kutukan dan kecaman terus bergulir dari berbagai elemen masyarakat, juga lintas organisasi. Tidak ketinggalan, organisasi kemahasiswaan yang ada di ‘Nanggroe Breuh Sigupai’ juga melontarkan kecamannya.

Sebagaimana disampaikan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Aceh Barat Daya (Abdya), Wahyu Andika, Senin (16/11). Menurutnya, perbuatan yang dilakukan tersangka DH, sungguh sangat tidak terpuji. Apalagi yang menjadi korban merupakan anak-anak di bawah umur.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus dilindungi, bukan untuk dilecehkan oleh para predator anak. Untuk itu, kita minta agar penegak hukum bersikap tegas dalam menghukum seberat mungkin,” tegasnya.

Parahnya lagi kata Andika, kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur itu, tidak hanya terjadi di Kecamatan Babah Rot. Kasus serupa juga terjadi di Kecamatan Setia, yang dilakukan oleh F, 32, pria beristri warga salah satu desa di Kecamatan Setia. dimana, korban dari F adalah anak-anak dengan umur sekitar 3 sampai 4 tahun.

“Kondisi ini harus menjadi perhatian khusus semua kalangan, terutama bagi pemerintah dan juga orang tua, untuk menjaga anak-anak mereka dari pelaku kejahatan seksual menyimpang itu,” ungkapnya.

Andika menambahkan, jika pelaku kasus pelecehan seksual terhadap anak tidak dijerat dengan Undang-Unadang Perlindungan Anak (UUPA), dikhawatirkan perbuatan tidak bermoral itu akan terus berlanjut dan akan merusak generasi bangsa.

Pihaknya berharap, pemerintah, orang tua, serta unsur terkait lainnya, dapat mengantisipasi terjadinya tindakan pelecehan terhadap anak, dengan melakukan pengawasan ekstra, agar kasus serupa tidak terulang.

“Kami berharap, aparat penegak hukum menggunakan UUPA dalam kasus ini. Jika tidak, tentu tidak ada efek jera bagi si pelaku, sehingga dikhawatirkan kedepannya akan terjadi lagi kasus seperti ini,” sebutnya.

Diberitakan sebelumnya, DH, 29, warga Kecamatan Babah Rot, diamankan penyidik Polres Abdya, atas dugaan pelecehan terhadap 2 orang anak di bawah umur, yang dilakukan di lokasi kebun sawit dekat kediaman tersangka, pada Senin (9/11) lalu, sekira pukul 16.30 WIB sore.

Sementara kasus pencabulan kedua dilakukan F, 32, pria beristri, warga salah satu desa di Kecamatan Setia. Para korban tersangka F, merupakan anak-anak berusia 3 hingga 4 tahun. Di mana, anak-anak yang jadi korban itu, merupakan anak-anak dari sahabat pelaku (F).

Kepala P2TP2A Abdya, Delvan Arianto SIP terpisah mengatakan, saat ini pihaknya sudah melakukan pendampingan kasus pelecehan seksual anak di bawah umur yang dilakukan oleh F, yang tak lain merupakan anak mantan pejabat eselon II di Abdya.

Menurutnya, sudah ada dua orang korban yang melaporkan perbuatan F tersebut, kepada pihak kepolisian. Kedua laporan itu, disampaikan langsung oleh orang tua korban. “Kasus itu sudah ditangani pihak Polres Abdya, untuk diproses lebih lanjut,” katanya.(b21)

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2