Waspada
Waspada » LSM GAD: Jangan Biarkan Posisi Wagub Aceh Terus Kosong
Aceh Headlines

LSM GAD: Jangan Biarkan Posisi Wagub Aceh Terus Kosong

Direktur LSM Growt Atjeh Development (GAD) Muzamir Abd Hamid (Tgk Bulee Dada) di salah satu Caffe di Kota Langsa, Minggu (17/1).LSM GAD: Jangan Biarkan Posisi Wagub Aceh Terus Kosong. Waspada/Munawar
Direktur LSM Growt Atjeh Development (GAD) Muzamir Abd Hamid (Tgk Bulee Dada) di salah satu Caffe di Kota Langsa, Minggu (17/1).LSM GAD: Jangan Biarkan Posisi Wagub Aceh Terus Kosong. Waspada/Munawar

LANGSA (Waspada): Sudah seharusnya pihak Parpol Pengusung dan DPR Aceh serta Gubernur, Nova Iriansyah berkoordinasi untuk segera melakukan pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Aceh.

Demikian Direktur LSM Growt Atjeh Development (GAD) Muzamir Abd Hamid (Tgk Bulee Dada) kepada Waspada, di salah satu Caffe di Kota Langsa, Minggu (17/1).

Lanjutnya, keberadaan Wagub Aceh menjadi sangat penting untuk kemajuan Aceh, karena kekosongan Wakil Gubernur Aceh ini harus segera diisi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Apa lagi, mengingat Provinsi Aceh saat ini memiliki tingkat kompleksitas masalah yang cukup pelik. Provinsi Aceh masih tertinggal dibanding dengan provinsi lain di Pulau Sumatera.

Menurutnya, Aceh menempati provinsi paling miskin se Sumatera dan nomor enam di seluruh Indonesia. Dari data PBS menunjukkan, jumlah penduduk miskin di Aceh per September 2019, mencapai 810.000 orang atau 15,01%.

Berdasarkan, Pasal 176 UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, dalam hal Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Wali Kota berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri, atau diberhentikan, pengisian Wakil Gubernur, Wakil Bupati, dan Wakil Wali Kota dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten / Kota berdasarkan usulan dari Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung.

Jadi dalam hal kriteria Calon Wagub, Tgk Bulee menyarankan agar dipilih orang yang siap pakai dan sudah terbukti mampu bekerja. Mengingat masa jabatan hanya tersisa lebih kurang dua tahun lagi. Kami mengharap kepada Gubernur Aceh, jangan takut bila didampingi oleh wakilnya, sudah sepatutnya dan dengan segera mencari serta memilih figur wakilnya, ujarnya.

Dikatakannya lagi, apabila posisi Wakil Gubernur Aceh terus dibiarkan maka isu di seantero Aceh tentang fenomena adanya kesengajaan agar Wakil Gubernur Aceh dibiarkan kosong sehingga terwujudlah pimpinan tunggal di Aceh hingga akhir 2022. Ini akan sangat tidak membangun dan kontra produktif bagi rakyat.

Muzamir alias Tgk Bulee menyebutkan hal ini juga pernah dikatakan oleh salah satu pengamat Aceh Muhajir Juli beberapa hari yang lalu beliau mengatakan, “Ikhtiar mewujudkan pemimpin tunggal di Aceh merupakan bentuk pengkhianatan terhadap rakyat Aceh.”

Tgk Bulee Dada menambahkan Lembaga Legislatif dan Parpol pengusung, serta Gubernur Aceh bisa mengambil suatu keputusan cepat tentang siapa yang akan mendampingi Gubernur Aceh dalam menjalankan roda pemerintahan Provinsi Aceh hingga Tahun 2022.

“Jangan sampai Gubernur Aceh tidak mempunyai Wakil karena saat ini sosok figur Wakil Gubernur Aceh yang berpengalaman sangat dibutuhkan. Mengingat begitu banyak program dan janji kampanye yang belum berjalan,” sebutnya.

Lihatlah angka pengangguran sangat tinggi, kemiskinan di mana-mana dihampir setiap daerah di wilayah Aceh, pandemi dampak Covid-19 yang tak kunjung berakhir dan berbagai persoalan lain. “Bila tidak ada Wakil Gubernur maka beban yang begitu berat tidak akan mampu dijalankan oleh Gubernur Nova sendirian,” imbuh Muzamir Abd Hamid. (b24)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2