Waspada
Waspada » Lomba Kampung Upaya Mengukur Tingkat Keberhasilan Pembangunan Kampung
Aceh

Lomba Kampung Upaya Mengukur Tingkat Keberhasilan Pembangunan Kampung

CAMAT Karang Baru Iman Suhery saat menerima sertifikat Camat terbaik yang diserahkan langsung Bupati Aceh Tamiang, H Mursil pada kegiatan pemilihan Datok terbaik dan Camat terbaik di Kampung Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka. Waspada/Ist
CAMAT Karang Baru Iman Suhery saat menerima sertifikat Camat terbaik yang diserahkan langsung Bupati Aceh Tamiang, H Mursil pada kegiatan pemilihan Datok terbaik dan Camat terbaik di Kampung Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka. Waspada/Ist

KUALASIMPANG (Waspada): Lomba Kampung yang dilaksanakan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (BPMK-PPKB) Kabupaten Aceh Tamiang merupakan salah satu upaya untuk mengukur dan melihat tingkat keberhasilan pembangunan yang sudah dilakukan masing-masing Kampung diwilayah kabupaten ini.

“Evaluasi Kampung atau sering disebut lomba Kampung tentunya dilaksanakan secara terukur, terarah, berkoordinasi terpadu dan berkelanjutan dalam rangka menilai penyelenggaraan pemerintahan terhadap pembangunan yang sudah dilakukan oleh pemerintahan Kampung bersama masyarakat,” kata Mix Donal, Kepala DPMK-PPKB Kabupaten Aceh Tamiang kepada Waspada, Minggu (6/9) pagi.

Mix Donal menyampaikan, evolusi perkembangan kampung hakekatnya merupakan kompetensi dan evaluasi hasil pembangunan kampung yang bersifat mendorong kebersamaan, kewasdayaan, kegotong royongan dan program ini dilaksanakan setiap tahun secara berkelanjutan dan berjenjang mulai dari tingkat kampung kecamatan dan provinsi.

Evaluasi ini juga sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang evolusi perkembangan desa atau kelurahan, efektivitas tingkat perkembangan, kemajuan berkelanjutan pembangunan kesejahteraan masyarakat serta daya saing kampung.

“Karena itu perlu dilakukan evaluasi perkembangan kampung yang meliputi bidang pemerintahan, bidang kewilayah dan bidang kemasyarakatan,” sebut Mix Donal sembari menambahkan, kemudian, dasar pelaksanaan kegiatan ini adalah surat Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Provinsi Aceh, Nomor 414 2/897/DPMG tertanggal 24 Februari 2020 tentang evaluasi gampong tingkat provinsi Aceh.

Dalam pelaksanaan lomba kampung tingkat Kabupaten Aceh Tamiang Tahun 2020 ini telah terpilih tiga orang Datok Penghulu terbaik se Aceh Tamiang yaitu dua orang dari Kecamatan Bandar Pusaka yakni Fitriadi Datok Alur Tani Dua, Ardan, Datok Bengkelang dan Riza Zahari, Datok Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru.

Sementara Camat terbaik tahun 2020 yang terpilih sebagai juara 1,Iman Suhery, Camat Karang Baru, juara II Aulia Azhari, Camat Kota Kualasimpang dan terbaik III diraih Zainuddin, Camat Rantau serta terbaik IV, Devi A. Manulang, Camat Kejuruan Muda.

Adapun prosesi penyerahan piagam dan hadiah untuk Datok Penghulu dan Camat terbaik tersebut langsung diberikan Bupati Aceh Tamiang, H Mursil di dampingi Asisten Pemerintahan, Zulfiqar dan Kadis BPMK- PPKB, Mix Donal pada Sabtu (5/9) kemarin yang dipusatkan di Kampung Bengkelang, Kecamatan Bandar Pusaka.

Bupati Aceh Tamiang, H Mursil dalam sambutannya dalam kegiatan tersebut menyampaikan pesan, para aparatur pemerintahan kampung agar dapat menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD) yang sudah dimiliki masing-masing Kampung untuk memajukan perekonomian kampung dan digunakan sebaik-baiknya, jangan sampai tidak tepat sasaran.

“Fokuskan penggunaan uang desa ini untuk hal yang lebih berguna bagi masyarakat, buatlah program yang dapat membangun perekonomian kampung sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” ungkap H Mursil.

Karena tujuan dari pemerintah memberikan Alokasi Dana Desa tersebut tentu untuk mensejahterakan masyarakat.

“Jadi, programnya bukan kepentingan pribadi atau golongan, tapi uang desa harus berdaya guna dan mamfaatnya dirasakan masyarakat secara umum,” ujar Bupati.

Bupati Aceh Tamiang, H Mursil mencermati bahwa, selama ini belum menunjukkan hasil secara siginfikan terhadap kemunculan dan perkembangan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dari kampung yang berada di kabupaten ini.

Artinya, BUMK-nya masih mengesankan jalan ditempat dan seharusnya BUMK dengan kuncuran dana desa itu mampu menggali potensi Kampung untuk memperoleh income (pendapatan) bagi BUMK sendiri serta bisa berdaya guna untuk masyarakat Kampung.

“Karena itu, program BUMK jangan asal program saja sehingga akhirnya tidak memberikan hasil yang baik,” pinta H Mursil. (b15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2