Waspada
Waspada » Logbook Diduga Zalimi Hak Tenaga Medis RSUD TCD
Aceh Headlines

Logbook Diduga Zalimi Hak Tenaga Medis RSUD TCD

Suasana di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie, Selasa (29/12). Logbook Diduga Zalimi Hak Tenaga Medis RSUD TCD. Waspada/Muhammad Riza
Suasana di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie, Selasa (29/12). Logbook Diduga Zalimi Hak Tenaga Medis RSUD TCD. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): Sejak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro (TCD) Sigli, Kabupaten Pidie menerapkan Logbook, beberapa karyawan di rumah sakit milik Pemkab Pidie tersebut mengaku merasa haknya terzalimi.

Ironisnya, dampak dari penerapan Logbook itu, disebut-sebut manajemen rumah sakit itu menjadi amburadul. Selasa (29/12), beberapa karyawan di RSUD TCD Sigli mengungkapkan, penerapan Logbook di RSUD TCD Sigli dinilai tidak tepat dan tidak wajib karena rumah sakit itu bukan rumah sakit vertikal yang langsung berada di bawah Kementerian Kesehatan (Kemenkes) semisal RS Adam Malik Medan.

“Rumah sakit kita ini kan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), bukan rumah sakit vertikal macam RS Adam Malik,” kata beberapa karyawan di lingkungan RSUD TCD Sigli.

Tidak hanya karyawan biasa yang mengaku dan merasa haknya dizalimi, para karyawan kelas bawah di lingkungan RSUD TCD Sigli juga melaporkan salah seorang dokter umum yang bertugas di Poli Medical Chek Up (MCU) dr NA, yang sudah berbulan-bulan tidak pernah mendapat Jasa Medis.

“Dokter itu rajin masuk dinas walaupun dia tidak diberi Jasmed. Dia pegawai negeri bang, aparatur negara. Kalau tidak salah pangkatnya golongan IV-C dan tugas di Poli MCU,” cerita sumber Waspada.id tersebut.

Lanjut dia, akibat dugaan kurang transparannya pembagian Jasmed ini, para karyawan di rumah sakit itu berharap agar aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian dan kejaksaan bisa melakukan pemeriksaan terhadap dugaan tersebut. Hal ini dinilai penting agar para karyawan di rumah sakit TCD Sigli tidak terus-menerus merasa terzalimi oleh oknum-oknum tertentu untuk menguasai uang Jasmed paramedis.

Di tempat terpisah, dr Nur Afifah yang dihubungi Waspada.id, Selasa (29/12), awalnya enggan berkomentar terkait penerapan Logbook di RSUD TCD Sigli. “Maaf bang, saya tidak berkompeten menjawab pertanyaan itu. Saya ini seorang dokter PNS yang ditugaskan di RSUD TCD Sigli. Soal itu silahkan abang tanyakan langsung ke pimpinan,” katanya.

Namun saat ditanya Waspada.id, apakah pernah menerima Jasmed, dr Nur Afifah mengaku terakhir menerima Jasmed pada Maret 2020. Selanjutnya sampai Desember 2020, dia mengaku tidak lagi menerima Jasmed tersebut sampai sekarang.

“Seingat saya, saya hanya tiga bulan terima Jasmed. Kalau tidak salah terakhir Maret 2020 saya terima. Selajutnya sampai sekarang saya tidak lagi terima hak saya tersebut,” katanya.

Menurut dr Nur Afifah, alasan dirinya tidak diberikan lagi Jasmed oleh manajemen RSUD TCD, lantaran ia menolak mengisi Logbook. Hal itu dilakukan karena Logbook itu bukan aturan dari Pemerintah Provinsi Aceh.

Selain itu, Logbook tersebut tidak diwajibkan untuk diterapkan di RSUD TCD yang notabene bukan rumah sakit vertikal di bawah Kemenkes. “RSUD Zainal Abidin Banda Aceh saja tidak menerapkan Logbook. Penerapan Logbook itu diwajibkan untuk RS vertikal, semisal RS Adam Malik di Medan,” ucapnya.

Pun begitu, dr Nur Azizah sangat berharap agar pihak rumah sakit tempatnya bekerja itu mengembalikan haknya untuk memperoleh Jasmed. “Selama ini saya sudah lama tidak mendapat Jasmed. Jadi uang ini dikemanakan. Jadi harus terbuka dan terang benderang. Saya mau keadilan, jangan lah nasib kami dipermainkan, mentang-mentang baru secuil berkuasa,” tandasnya.

Sebelumnya Direktur RSUD TCD Sigli, Kabupaten Pidie, dr Muhammad Yassir, SpAn, menegaskan, hanya dokter spesialis yang tidak diwajibkan mengisi Logbook, karena kerja mereka sudah terdata pada setiap ruangan. “Aktivitas para dokter spesialis sudah terrecord pada setiap ruangan, dan juga ada yang menginput dan memverifikasi secara online,” katanya.

Selain dari dokter spesialis, semua diwajibkan mengisi Logbook. Bila hal itu tidak dilakukan maka pihaknya tidak bisa memberika uang Jasmed untuk siapapun karyawan di RSUD tersebut. (b06)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2