Waspada
Waspada » Lhokseumawe Banjir
Aceh

Lhokseumawe Banjir

Salah satu ruas jalan di kota Lhokseumawe yang terendam banjir Sabtu (5/12).Waspada/Ist

LHOKSEUMAWE (Waspada) : Akibat curah hujan tak mereda ditambah lagi dengan kondisi saluran air dan sungai di setiap kecamatan banyak yang tersumbat sampah menyebabkan Kota Lhokseumawe dikepung musibah banjir disetiap kecamatan.

Meski tidak ada korban jiwa dan tidak ada pemasangan tenda darurat pengungsian dalam musibah itu, namun warga banyak mengalami kerugian materi.

Karena sebagian besar barang-barang rumah tangga dan barang elektronik banyak mengalami kerusakan berat setelah tergenang banjir.

Demikian Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe H. Nirwansyah, Sabtu (5/12) via telepon selulernya terkait perkembangan banjir di seputaran Kota Lhokseumawe.

Dikatakannya, sejak jauh hari sebelumnya, pihak BPBD telah siaga keadaan dan siap terjun ke lokasi rawan banjir yang rutin terjadi setiap memasuki penghujung tahun.

Saat ini, pasca diguyur hujan deras yang nyaris tak mereda, telah membuat wilayah Kota Lhokseumawe direndam banjir setinggi lutut orang dewasa.

Antaranya seperti kawasan Gampong Blang Buloh Kec. Blang Mangat, kawasan ibukota Lhokseumawe di Kecamatan Banda Sakti, sebagian wilayah Kecamatan Muara Satu dan Muara Dua.

Meski direndam banjir, namun warga sama sekali tidak mau direlokasi atau berteduh di bawah tenda pengungisan dan lebih memilih bertahan dirumah masing-masing.

Bahkan umumnya warga juga disibukkan dengan kegiatan menyelamatkan barang rumah tangga yang mudah rusak terkena air seperti perabotan dan barang elektronik.

Nirwansyah menilai, setelah memantau langsung kondisi banjir di lapangan, ternyata musibah banjir terjadi terrmasuk karena faktor saluran yang tidak berfungsi akibat tersumbat tumpukan sampah dan sedimentasi.

Sehingga air dalam saluran sumbat meluap ke permukaan hingga menimbulkan banjir.

Keadaan serupa seperti yang terjadi Kecamatan Banda Sakti yang merupakan ibukota Lhokseumawe, yang sudah rutin mengalami banjir karena saluran tersumbat tumpukan sampah dan sedimentasi yang tebal.

Sehingga ketika air meluap dari saluran, maka rumah dan jalanan umum akan tergenang banjir.

Kondisi ini terjadi hampir di seluruh desa yang ada di Kota Lhokseumawe dan masih ada juga desa yang belum memiliki saluran skunder atau primer.

Di sisi lain, hal serupa juga terjadi pada sungai atau alur desa yang sebagian besarnya juga tersumbat karena tumpukan sampah dan kayu tersangkut dijembatan.

Sehingga membuat air sungai yang sedang mengalir deras ikut meluap ke permukaan hingga menimbulkan banjir, seperti yang terjadi di Gampong Blang Buloh.

“Kami sudah melakukan patroli dan melihat langsung kondisi banjir ini terjadi faktor saluran dan sungai tersumbat sampah, kayu, dan sedimentasi.”

“Namun kondisi masih terkendali,. Meski rumah dan jalan sudah digenangi banjir, namun warga enggan dievakuasi ke tempat tenda pengungsian, “ paparnya.

Nirwansyah menjelaskan pihak petugas BPBD kini juga sudah membuka pos pengaduan banjir di Desa Alue Awe Kec. Muara Dua untuk menangani musibah banjir.

Apalagi kondisi curah hujan yang masih tinggi tentu membuat musibah banjir akan berlangsung terjadi hingga satu pekan mendatang.

Nirwansyah mengimbau kepada warga Kota Lhokseumawe agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, karena itulah faktor penyebab terjadinya banjir. (b09)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2