Waspada
Waspada » Leuser Agara Masih Tertinggal
Aceh Headlines

Leuser Agara Masih Tertinggal

Beberapa siswa SMPN Leuser, terpaksa berjalan kaki beberapa Km menuju sekolah di tengah panas terik matahari. Sarana transportasi merupakan sarana yang sangat dibutuhkan siswa di kecamatan yang berada di bagian paling selatan Aceh Tenggara tersebut. Leuser Agara Masih Tertinggal. Waspada/Ali Amran
Beberapa siswa SMPN Leuser, terpaksa berjalan kaki beberapa Km menuju sekolah di tengah panas terik matahari. Sarana transportasi merupakan sarana yang sangat dibutuhkan siswa di kecamatan yang berada di bagian paling selatan Aceh Tenggara tersebut. Leuser Agara Masih Tertinggal. Waspada/Ali Amran

 

KUTACANE (Waspada): Kondisi Kecamatan Leuser masih tetap tertinggal dan terisolir, kendati anggaran pembangunan dari berbagai sumber terus masuk melalui APBK, APBA dan APBN ke Aceh Tenggara (Agara).

Demikian Camat Leuser Mustafa ketika menyampaika sambutan pada pembukaan Musrenbang RKPK Aceh Tenggara 2022 yang berlangsung di Bailai Adat Kute Kane Mende Kecamatan Leuser, Kamis (4/3).

Dari 23 kute (desa) yang ada di Kecamatan Leuser, sampai saat ini belum ada satu pun lantai jemur bantuan pemerintah yang dibangun di kecamatan paling selatan di Aceh Tenggara ini, padahal sarana tersebut sangat dibutuhkan petani di daerah penghasil utama jagung di bumi sepakat segenep .

Selain masalah sarana lantai jemur jagung, warga Kecamatan Leuser juga sangat membutuhkan perbaikan, perawatan dan pembangunan jalan kabupaten. Pasalnya, saat ini, jalan berlapiskan aspal di ruas jalan kabupaten di Kecamatan Leuser sangat minim dan kondisinya sangat buruk.

Bahkan jika memasuki musim penghujan, praktis jalan yang ada dan masih berlapiskan tanah pada sebagian besar kute di Kecamatan yang berada di atas kawasan pebukitan ini tak bisa dilewati kenderaan bermotor. Akibatnya petani kesulitan mengangkut hasil pertanian dan perkebunan keluar dari Kecamatan Leuser.

Kesulitan itu, ujar Mustafa, semakin terasa lagi akibat minimnya dan tak laik pakainya jembatan penghubung antar kute yang ada akibat kurangnya perawatan dan karena sebagian besar jembatan yang ada telah dimakan usia.

Puluhan murid berdesak-desakan di atas mobil barang menuju sekolah. Mobil barang menjadi salah satu angkutan siswa dan siswi yang bersekolah di SMPN dan SMAN 1 Leuser.  Leuser Agara Masih Tertinggal. Waspada/Ali Amran
Puluhan murid berdesak-desakan di atas mobil barang menuju sekolah. Mobil barang menjadi salah satu angkutan siswa dan siswi yang bersekolah di SMPN dan SMAN 1 Leuser.  Leuser Agara Masih Tertinggal. Waspada/Ali Amran

Selain itu, warga juga sangat membutuhkan bus maupun mobil khusus untuk mengangkut siswa dan siswi dari SD sampai SMA.

Minim dan mahalnya air bersih juga merupakan masalah yang sangat vital dan penting diperhatikan serta dibangun untuk warga yang bermukim di 23 desa yang ada di kecamatan Leuser.

“Mata air ada yang keluar dari celah bukit dan bebatuan, namun sarana untuk menyalurkan air bersih tersebut ke rumah warga, sangt minim bahkan sama sekali tak ada. Untuk itu kami minta Pemkab lewat Musrenbang ini membantu warga Leuser memenuhi kebutuhan air bagi penduduk Leuser,” ujar Camat Mustafa Kamal.

Di bidang pertanian, pupuk urea bersubsidi juga merupakan kebutuhan skala prioritas yang tak kalah pentingnya bagi warga Leuser yang mengandalkan hidup dari sektor pertanian dan perkebunan, terutama jagung, kakao dan sawit.

Karena itu, camat meminta dinas yang bersangkutan mengalokasikan bantuan pupuk bersubsidi tersebut bagi petani di Kecamatan Leuser.

Minimnya sarana jalan dan jembatan yang kondisinya sangat memprihatinkan, langka dan mahalnya pupuk urea bersubsidi, tak adanya satu unit pun lantai jemur yang dibutuhkan petani serta tak adanya jaringan internet membuat permasalahan di Kecamatan Leuser semakin komplit dan membuat hati jadi semakin miris.

Menanggapi usulan skala prioritas warga di kawasan pebukitan tersebut, Wakil Bupati, Bukhari Buspa mengatakan, persoalan dan usulan warga di Kecamatan Leuser harus menjadi perhatian yang serius bagi SKPK atau OPD yang ada. Selain terisolir, wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Karo dan Dairi itu sangat tertinggal dibanding dengan 15 kecamatan lainnya yang ada di Aceh Tenggara.

“Saya ingin, Leuser yang sekarang akan berbeda dan lebih maju dibandingkan Leuser yag sebelumnya, karena itu OPD harus membuat program dan mengalokasikan dana yang diajukan warga Leuser untuk kemajuan daerah yang seluruh wilayahnya berada di atas kawasan pebukitan dan dataran tinggi tersebut,” ujar Wabup diamini anggota DPRK, Arnold Napitupulu dan Timbul Hasudungan Samosir.(b16)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2