Legalisir Ijazah Diduga Palsu, Sejumlah Calon Kades Somasi Disdikbud Abdya

  • Bagikan
Surat somasi terhadap Kadisdikbud Abdya, diperlihatkan sejumlah calon Kades Kecamatan Kuala Batee, Abdya. Selasa (17/5). Waspada/Syafrizal
Surat somasi terhadap Kadisdikbud Abdya, diperlihatkan sejumlah calon Kades Kecamatan Kuala Batee, Abdya. Selasa (17/5). Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada): Sejumlah calon Kepala Desa (Kades), wilayah Kecamatan Kuala Batee, Aceh Barat Daya (Abdya), yang gagal melenggang ke jabatan pimpinan tertinggi tingkat desa, yang bertarung pada Pilkades bulan Maret 2022 lalu, melayangkan somasi terhadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Abdya.

Somasi yang dilayangkan para calon Kades Kuala Batee tersebut, terkait adanya tindakan melawan hukum, yang dilakukan oknum pejabat Disdikbud Abdya, dengan melegalisir ijazah salah seorang calon Kades, yang memenangkan Pilkades, dalam pesta demokrasi rakyat dimaksud. Dimana, ijazah oknum calon Kades itu, diduga palsu.

Jonikar, salah satu calon Kades Gelanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee, yang ikut dalam somasi itu Selasa (17/5) mengungkapkan, pihaknya bersama sejummlah rekan calon Kades lainnya, pernah mendatangi Disdikbud Abdya, untuk mengecek keaslian biodata ijazah, yang dikeluarkan tahun 2019 lalu, oleh PBM Bandung atas nama Hakiman, yang merupakan Kades di Desa Gelanggang Gajah.

Saat itu katanya, pihaknya bersama rekan-rekan yang diterima langsung oleh Kadisdikbud, menemukan hal yang sangat tidak wajar, ijazah Kades terpilih itu tidak terdaftar atas nama Hakiman, melainkan terdaftar atas nama orang lain. “Sudah kita cek ke Disdikbud Abdya, ternyata benar NIS Nasional tidak sesuai dengan nama yang di ijazah, malah terdaftar atas nama Nover Pargaulan Sabam Hutabarat.” ungkap Jonikar.

Bersama rekannya, Jonikar menanyakan atas dasar apa Disdikbud Abdya mengeluarkan legalitas (leges) keaslian ijazah tersebut. Akan tetapi, Kadisdikbud yang dijumpai hari itu, meminta waktu sampai sore, untuk mengecek kembali keaslian ijazah tersebut.

Sayangnya lanjut Jonikar, saat pihaknya bersama rekan-rekan menghubungi kembali Kadisdikbud waktu sore hari, diketahui ternyata ijazah itu katanya sudah asli. “Setelah kita minta bukti keasliannya, Kadisdikbud terkesan menghindar dan cenderung emosi. Sehingga kami layangkan somasi secara resmi ke instansi itu,” sebutnya.

Somasi yang dilayangkan pada Jum’at (29/4) lalu itu tambahnya, hingga saat ini belum ditanggapi secara resmi dari Disdikbud Abdya. “Kita sudah jumpai berkali-kali Kadisdikbud, untuk mintai bukti yang menyatakan ijazah tersebut asli. Sayangnya, hingga saat ini tidak ada keterangan yang jelas. Bahkan, arogansi yang dikedepankan Kadis, ketika kami jumpai.” Kata Jonikar.

Terakhir Jonikar berharap, adanya titik terang secara administrasi dan secara hokum, terkait keaslian ijazah tersebut. Sehingga tidak menjadi prasangka buruk dimasyarakat. “Jika terbukti asli, kita terima dengan lapang dada. Namun, jika tidak mampu dibuktikan keasliannya, maka jelas ini sebuah tindak pidana, yang harus perhatikan serius oleh penegak hukum,” tutupnya.(b21)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.