Lebaran Indah Tanpa Mudik: Sepotong Kue Lebaran Polri Di Negeri Serambi Mekkah

Lebaran Indah Tanpa Mudik: Sepotong Kue Lebaran Polri Di Negeri Serambi Mekkah

  • Bagikan
Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada, M. Phil saat meninjau pengecekan kesiapan personil dan Pos Operasi Ketupat Rencong 2021 yang disambut Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH, SIK, MH dan Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, SE. Lebaran Indah Tanpa Mudik: Sepotong Kue Lebaran Polri Di Negeri Serambi Mekkah. Waspada/Ist
Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada, M. Phil saat meninjau pengecekan kesiapan personil dan Pos Operasi Ketupat Rencong 2021 yang disambut Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH, SIK, MH dan Wali Kota Langsa, Usman Abdullah, SE. Lebaran Indah Tanpa Mudik: Sepotong Kue Lebaran Polri Di Negeri Serambi Mekkah. Waspada/Ist

LANTUNAN gema azan berkumandang, menandakan Maghrib telah tiba dan masyarakat pun bergegas melaksanakan berbuka puasa. Sejak dikumandangkannya azan Maghrib, Kalimatullah seakan tak pernah berhenti terus berzikir di negeri Serambi Mekkah, Aceh selama bulan Ramadhan 1442 H.

Aceh, provinsi yang memiliki keistimewaan karena Aceh merupakan tempat berdirinya kerajaan Islam pertama di Indonesia, yakni Kerajaan Samudera Pasai. Tentu, pada masa itu pengaruh agama dan kebudayaan Islam begitu besar dalam kehidupan masyarakat, sehingga pada masa itu Aceh mendapat julukan “Seuramo Mekkah” (Serambi Mekkah).

Sebagai negeri Serambi Mekkah, konsep menganut prinsip-prinsip Islam dalam menjalankan pemerintahan terus bergulir hingga saat ini dengan penegakan Syariat Islam punya tradisi unik sarat makna saat Hari Idul Fitri, khususnya saat hari meugang Ramadhan dan Idul Fitri.

Meski Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah masih dirayakan di tengah situasi pandemi Covid-19, sama seperti tahun lalu, di mana saat silaturahmi dilakukan tidak ada sentuhan atau pelukan antar-manusia. Tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya yang dipenuhi energi baik silaturahmi tatap muka, tahun ini masyarakat Aceh masih harus menggantikan permintaan maaf melalui pesan teks atau video call melalui media sosial Facebook, Instagram dan WhatsApp.

Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada, M. Phil saat meninjau kesiapan personil dan Pos Operasi Ketupat Rencong 2021. Waspada/Ist
Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada, M. Phil saat meninjau kesiapan personil dan Pos Operasi Ketupat Rencong 2021. Waspada/Ist

Sejurus dengan itu, menilik ruang dan waktu peran Polri yang begitu besar dalam melahirkan perdamaian di bumi Serambi Mekkah, Aceh Darussalam di masa-masa kelam Daerah Operasi Militer bersama TNI dan rekam jejak itu masih terpatri diingatan semua kalangan, bahwa Polri bersama TNI berjibaku untuk memberikan rasa aman di masa Daerah Operasi Militer tersebut.

Di masa-masa damai saat ini, tugas baru Polri di bawah kepemimpinan Kapolda Aceh Irjen. Pol. Drs. Wahyu Widada, M. Phil kian kompleks dan tidak menggunakan kekuatan senjata, namun mengedepankan pendekatan sosial dan humanis.

Pada masa Pandemi Covid 19 ini tugas Polri bukan lagi hanya menangani kriminalitas, kejahatan jalanan, radikalisme sampai masalah narkoba, tetapi juga sebagai anggota Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, Polri memiliki sejumlah tugas tambahan demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Sebagai langkah preemtif Polri bertugas memetakan wilayah yang rawan penyebaran Virus Corona, tak terkecuali Aceh sebagai Negeri Serambi Mekkah. Bahkan, Polri juga harus secara massif memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan. Sedangkan untuk langkah preventif, Polri melakukan patroli di wilayah yang rawan penyebaran Covid-19 untuk turut melakukan pengawasan.

Begitu juga halnya di saat-saat Lebaran Idul Fitri 1442 H yang baru saja bergulir, Polri terus berjibaku memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan melakukan penyekatan-penyekatan di berbagai daerah untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19 dan menerapkan larangan mudik sebagaimana disampaikan Presiden Joko Widodo yang meminta Polri untuk memastikan kebijakan larangan mudik berjalan efektif.

Tentu, langkah ini membutuh kepiawaian improvisasi anggota Polri untuk turut mengatasi masalah yang timbul dari ketidakpatuhan masyarakat. Pemahaman komunikasi antarbudaya masyarakat penting sekali agar tidak timbul kegaduhan di lapangan demi menciptakan Lebaran indah tanpa mudik

Menyikapi persoalan, tugas berat di tangan Kapolda Aceh melakukan arus mudik di perbatasan antara Sumatera Utara dan Aceh di Kabupaten Aceh Tamiang, Langkat dan Besitang untuk membendung masuknya penyebaran Covid 19 yang kian meresahkan warga.

Kapolda Aceh Irjen. Pol. Drs. Wahyu Widada, M. Phil yang merupakan lulusan terbaik Akpol 1991 ini pun langsung turun ke kabupaten/kota di pesisir timur sebelum perayaan Hari Raya Idul Fitri untuk melakukan pengecekan Pos Operasi Ketupat Seulawah 2021 Polres Langsa bersama sejumlah perwira diantaranya, Dir Lantas Polda Aceh Kombespol Dicky Sondani S.I.K, M.H, Dir Sabhara Polda Aceh, Kombespol Drs. Misbahul Munauwar, S.H, Kabid Propam Polda Aceh, Kombespol H. Iskandar Z.A., S.I.K., MH, Kabid Humas Polda Aceh, Kombespol Winardy, S.I.K, Koorspripim Polda Aceh Kompol Henki Ismanto, S.I.K,

Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada, M. Phil saat meninjau kesiapan personil dan Pos Operasi Ketupat Rencong 2021. Waspada/Ist
Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada, M. Phil saat meninjau kesiapan personil dan Pos Operasi Ketupat Rencong 2021. Waspada/Ist

Saat itu, Kapolda Aceh melakukan pengecekan kesiapan personil dan Pos Operasi Ketupat Rencong 2021 seperti, pengecekan buku mutasi piket Pos Operasi Ketupat Seulawah 2021, pengecekan alat pengukur suhu tubuh dan alat kesehatan lainnya

Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Wahyu Widada, M. Phil mengatakan, kedatangannya ini juga merupakan upaya Polri mencegah Covid-19 dengan melakukan penyekatan mengantisipasi masyarakat yang melaksanakan mudik.

Saat itu, Kapolda juga mengingatkan kepada personel yang melaksanakan tugas untuk tetap melakukan penerapan Prokes dan juga melakukan imbauan terhadap masyarakat serta meminta kepada masyarakat untuk tidak mudik.

“Hal ini untuk kebaikan kita bersama, kita berharap dengan bantuan dan partisipasi masyarakat terhadap pemerintah bisa memutus mata rantai Covid19,” sebutnya.

Diutarakan Kapolda, di momen Lebaran Idul Fitri ini siapa yang tidak kepingin mudik apalagi sungkeman kepada keluarga, tetapi dengan adanya penyebaran Covid-19 ini mari kita saling menjaga diri serta keluarga kita untuk mendukung kebijakan pemerintah, tujuannya tidak lain untuk memutus mata rantai Covid-19.

Sementara di wilayah hukum Polres Langsa, Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH, SIK, MH terus berjibaku memberikan imbauan dan sosialisasi ke masyarakat dengan menurunkan seluruh personel Bhabinkamtibmas ke gampong-gampong untuk mensosialisasikan larangan mudik sesuai instruksi Kapolda Aceh.

Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH, SIK, MH. Waspada/Ist
Kapolres Langsa AKBP Agung Kanigoro Nusantoro SH, SIK, MH. Waspada/Ist

Kapolres Langsa menjelaskan, imbauan larang mudik tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19, bagi masyarakat yang lain maupun keluarga yang berada di kampung.

“Larangan mudik itu untuk menghindarkan serta memutus penyebaran virus corona dari seseorang kepada keluarga maupun masyarakat di tempat ia mudik. Ini sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap keamanan dan keselamatan masyarakat,” jelasnya.

Kapolres Langsa menambahkan, bahwa saat mudik biasanya terjadi pertemuan antara anak dan orang tua sehingga risiko terpapar atau penyebaran virus ini tinggi.

“Sayangilah diri anda, orang tua, keluarga, kerabat maupun teman serta masyarakat luas, dengan menunda mudik sampai berakhirnya Virus Corona, serta tetap jalankan physical and social distancing. Saya berharap untuk silaturahmi lebarannya bisa dilakukan secara virtual,” tambahnya.

Sepotong kue lebaran yang disuguhkan Polri untuk Lebaran indah tanpa mudik di masyarakat Serambi Mekkah berbuah kebaikan dengan muncul rasa kenyamanan masyarakat dengan minimnya kasus penyebaran Covid 19.

Kiranya sepotong kue lebaran di negeri Serambi Mekkah ini menjadi semakin mewujud postur Polda Aceh yang profesional, bermoral, dan modern sebagai pelindung, pengayom serta pelayan masyarakat yang terpercaya dalam memelihara Kamtibnas dan menegakkan hukum di wilayah Aceh…sukses buat Polda Aceh. WASPADA/Dj Rendra

** Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Karya Jurnalistik & Video Pendek Kreatif Polda Aceh Tahun 2021

 

  • Bagikan