Waspada
Waspada » Lapas Pertanyakan BNN Langsa Terkait Penyelundup Sabu Menjadi Saksi
Aceh Headlines

Lapas Pertanyakan BNN Langsa Terkait Penyelundup Sabu Menjadi Saksi

Kepala Lapas II B Langsa, Heri, A.Md.IP. SH.MH. Lapas Pertanyakan BNN Langsa Terkait Penyelundup Sabu Menjadi Saksi. Waspada/Rapian
Kepala Lapas II B Langsa, Heri, A.Md.IP. SH.MH. Lapas Pertanyakan BNN Langsa Terkait Penyelundup Sabu Menjadi Saksi. Waspada/Rapian

LANGSA (Waspada): Kalapas Kelas II B Langsa mempertanyakan soal status tersangka, MAR, penyelundup sabu melalui dinamo mesin jahit ke dalam Lapas Kelas II B Langsa yang kini berubah statusnya sebagai saksi oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa, Selasa (4/5).

Kepala Lapas II B Langsa, Heri, A.Md.IP. SH.MH yang dikonfirmasi wartawan menjelaskan, menyikapi persoalan itu pihak Lapas telah menyurati BNN Kota Langsa untuk meminta informasi penyidikan terkait tersangka penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu ke dalam Lapas Kelas IIB Langsa berinisial MAR dengan nomor surat: W1.PAS.3.PK.01.01.02-91.

Diungkapkan Kalapas, sebelumnya MAR ditangkap terkait penggagalan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu melalui dinamo mesin jahit yang berhasil digagalkan oleh petugas Pengamanan Pintu Utama Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Langsa pada tanggal 15 Januari 2021 yang telah dilakukan konferensi persnya pada hari Senin tanggal 18 Januari 2021 bertempat di Kantor Badan Narkotika Kota Langsa.

Selain MAR, ada tiga orang narapidana yang juga diamankan, yakni JAR Bin AR, Ag Bin MT, Sy Bin MY yang sudah diserahterimakan kepada Badan Narkotika Nasional Kota Langsa yang turut diserahkan berita acaranya dan telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan surat Perintah Penyidikan Badan Narkotika Nasional Kota Langsa Nomor: Sp.Sidik/01/I/2021/BNNK-LGS.

Lanjutnya, menurut informasi yang kami terima dari masyarakat di Kota Langsa bahwa pengunjung yang menyelundupkan narkotika jenis sabu-sabu ke dalam Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Langsa atas nama MAR saat ini telah dilepaskan dari sangkaan tindak pidana yang dilakukannya oleh Badan Narkotika Nasional Kota Langsa, sehingga untuk melengkapi laporan kami kepada Menteri Hukum Dan HAM RI Cq. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Cq. Kantor Wilayah Hukum Dan HAM Aceh, maka dengan ini kami memohon informasi terhadap kebenaran atas informasi tersebut.

Dimana menurut pemahaman kami, perbuatan tersebut melanggar pasal 115 UU No. 35 tahun 2009: “Setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum membawa, megirimkan mengangkut, atau mentransito Narkotika Golongan I, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit Rp800.000.000 dan paling banyak Rp2.000.000.000.”

Pemberantasan peredaran Narkotika di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara merupakan salah satu program Prioritas Utama Kementerian Hukum Dan HAM RI Melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, maka Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Langsa dalam melaksanakan program tersebut di atas terus melakukan upaya-upaya pencegahan dan pemberantasan Narkotika dengan melakukan pengetatan pengeledahan keluar masuknya orang dan barang ke Lembaga Pemasyarakatan sesuai SOP.

“Mengingat hal tersebut di atas pentingnya upaya penegakkan hukum terhadap pelaku penyeludupan narkotika ke dalam Lapas sesuai dengan hukum yang berlaku agar menimbulkan efek jera yang maksimal bagi masyarakat lain agar tidak melakukan hal serupa dikemudian hari,” tandasnya.

Sementara Kepala BNN Kota Langsa, AKBP Basri, SH yang dikonfirmasi wartawan secara terpisah, membenarkan telah menerima surat dari LP Kelas II B Langsa dan sudah menjawab secara tertulis.

Kepala BNNK Langsa, AKBP H Basri SH MH. Waspada/Rapian
Kepala BNNK Langsa, AKBP H Basri SH MH. Waspada/Rapian

“Sampai hari ini BNN tidak pernah menetapkan MAR sebagai tersangka karena berdasarkan hasil penyelidikan dan bukti-bukti MAR tidak dapat dipersangkakan,” tegas Basri.

Secara tertulis, Basri, menjawab surat tersebut permintaan informasi penyidikan terkait tersangka penyeludupan narkotika jenis sabu-sabu ke dalam Lapas Kelas IIB Langsa, Mar Binti Ahmad AR.

Sehubungan dengan dasar tersebut di atas, dengan ini disampaikan kepada Kepala Hasil Penyidikan terhadap MAR Binti Ahmad AR, adapun kronologis kejadian tindak pidana narkotika, yang tanpa hak dan melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai narkotika Gol 1 jenis abu sebagaimana dimaksud dalam pasal 112 ayat (2) Yo Pasal 114 ayat (2) Jo Sub Pasal 132 dari UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika yang dilakukan oleh tersangka M, JAR Bin (Alm) AR Cs.

Kemudian, ditangkap oleh petugas Lapas Kelas II B Langsa pada hari Jumat tanggal 15 Januari 2021 sekira pukul 17:15 WIB di Lapas Kelas II B Langsa Provinsi Aceh, telah diamankan narkotika jenis sabu yang di dalam dinamo mesin jahit pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap barang oleh petugas Polsuspas Lapas Kelas IIB Langsa adapun kejadian tersebut berawal dari tersangka Sy yang mempunyai modal (uang) di Lapas Kelas IIB Langsa.

Selanjutnya mengajak tersangka M. JAR untuk memasukkan Narkoba ke dalam Lapas, kemudian tersangka M. JAR bertanya kepada tersangka Ag siapa yang bisa memesan narkotika jenis sabu, dan tersangka Ag menelepon temannya yang bernama Wak Is (DPO), setelah ditanyakan Apakah Wak Is masih ada narkotika atau sabu dijawab Wak Is “masih”.

Lalu Hp Ag diberikan kepada M.JAR untuk mengatur strategi cara masukkan narkotika jenis sabu dengan Wak Is, karena profesi M JAR adalah tukang jahit baju, maka Wak Is dan M. JAR sepakat memasukkan narkotika jenis sabu didalam dinamo mesin jahit.

Selanjutnya M JAR menyuruh ambil barang yang dititip oleh Wak Is di warung Sungai Lueng untuk diantar ke Lapas kelas II B Langsa kepada MAR, mantan istri M JAR, dan pada saat barang tersebut diantar oleh MAR barang tersebut diperiksa dan digeledah oleh petugas Polsuspas Lapas kelas II B Langsa tenyata di dalam dinamo tersebut ditemukan adanya narkotika di duga jenis sabu sebanyak 10,29 gram, setelah serah terima oleh lapas kelas B Langsa kepada pihak BNN Kota Langsa, maka pihak BNN Kota Langsa melakukan introgasi kepada ke Empat terduga penyalahguna narkotika yang dimasukkan ke lapas kelas II B Langsa.

Hasil dari pada introgasi terhadap ke empat terduga tidak ditemukan adanya bukti bukti bahwa MAR
mengetahui dalam dinamo tersebut adanya narkotika jenis sabu, sehingga penyidik berkoordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum untuk terduga tidak bisa dijadikan tersangka dalam kasus tersebut dan terduga MAR hanya menjadi saksi dalam kasus tersebut namun apabila ditemukan Novum (bukti-bukti baru) maka perkembangan penyidikan akan kami informasikan kepada pihak Lapas Kelas IIB Langsa.

“Tidaklah mungkinlah kita tahan MAR karena bila salah dalam penetapan hukum maka akan dilakukan prapid oleh tersangka,” papar Basri. (crp)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2