Waspada
Waspada » Lapas Kualasimpang Bangun Kampung Bina Mandiri
Aceh

Lapas Kualasimpang Bangun Kampung Bina Mandiri

KUALASIMPANG (Waspada) : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kualasimpang, Kabupaten Aceh Tamiang membangun Kampung bina Mandiri bagi warga binaan sebagai sarana asimilasi serta edukasi penguatan zona integritas menuju WBK – WBBM dilingkungan Lapas setempat.

Program Kampung Bina Mandiri tersebut meliputi klaster pertanian, klaster peternakan dan klaster perikanan dan pelaksanaan kegiatan ini juga diresmikan langsung Bupati Aceh Tamiang, H. Mursil bersama Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh, Zulkifli, SH, MH pada Kamis (3/9) kemarin di Lapas Kelas IIB Kualasimpang. Davy Bartian Bc.Ip.,S.Sos.,MM.

Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil.SH.M,Kn, dalam sambutannya mengatakan, bahwa pemerintah daerah mendukung program yang dilaksanakan Lapas Kelas II B Kualasimpang, terlebih lagi untuk memberikan edukasi dan pengembangan kreatifitas bagi warga binaannya, kegiatan ini juga dapat menjadi modal serta bekal dikemudian untuk warga bina ketika mereka kembali ke masyarakat.

Menurutnya, selain merupakan wadah pembinaan bagi warga binaan, Lapas juga memiliki fungsi sebagai lembaga pendidikan dengan memberikan program pembinaan kerohanian dan kemandirian.

“Jadi Lapas Kelas II B Kulasimpang tidak serta merta hanya menampung orang-orang yang melanggar hukum, tapi warga binaan diberikan edukasi sehingga dapat menjadi insan yang lebih baik lagi.

Bupati Mursil berharap kepada Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Aceh agar dapat memberi perhatian lebih untuk Lapas Kelas II B Kualasimpang, karena saat ini sarana dan prasarana di Lapas tersebut kurang memadai untuk kapasitas warga binaan.

Kepala Kanwil Hukum dan HAM Aceh Zulkifli, dalam kesempatan tersebut mengatakan, hakikatnya warga binaan pemasyarakatan itu sebagai insan yang harus diperhatikan dengan baik dalam sistem pembinaan terpadu, karena itu jumlah tahanan pada 26 Lapas dan Rutan di Aceh mencapai 7.839 orang tentunya dalam hal ini,Lembaga Permasyarakatan tidak bisa berdiri sendiri dan harus menerapkan pola terpadu, dan apa yang telah kita lakukan selama ini tidak terlepas dari kerjasama dengan Instansi vertikal serta pemerintah.

Sementara itu, Kalapas Kelas II B. Kulasimpang, Davy Bartian menyebutkan, kegiatan ini dilaksana untuk membangkitkan semangat bidang pertanian, perkebunan, dan perikanan.

“Program ini adalah rangkaian program pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan yang sudah lama di Lapas, bahkan kegiatan itu juga salah satu tugas pokok dan fungsi memberikan pelayanan pembinaan dan pelayanan juga pengamanan kepada warga binaan, ” ujarnya. (b15)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2