Waspada
Waspada » LAPAK ASIK BPJamsostek Langsa, Siap Hadapi Peningkatan Klaim JHT
Aceh Ekonomi

LAPAK ASIK BPJamsostek Langsa, Siap Hadapi Peningkatan Klaim JHT

Kepala BPJamsostek Cabang Langsa, S Abidin. Waspada/Ist
Kepala BPJamsostek Cabang Langsa, S Abidin. Waspada/Ist

LANGSA (Waspada): Menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah pandemi ini, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Kota Langsa telah menyediakan berbagai kanal klaim yang dapat digunakan oleh peserta melalui protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik (LAPAK ASIK), yang terdiri dari kanal online, offline dan kolektif.

“Hal tersebut diperkirakan akan berdampak pada peningkatan klaim program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek),” sebut Kepala BPJamsostek Cabang Langsa, S Abidin, Jumat (19/6).

Diungkapkannya, pada awal bulan Juni ini, secara nasional klaim BPJamsostek telah mencapai angka di atas 921 ribu kasus dan akan terus meningkat akibat pandemi COVID-19, sehingga berdampak negatif bagi perekonomian Indonesia, khususnya dunia usaha, sehingga banyak pemberi kerja yang terpaksa harus mem-PHK tenaga kerjanya.

Untuk protokol LAPAK ASIK yang telah diperkenalkan sejak bulan Maret lalu melalui kanal online antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id, terus disempurnakan.

“Bahkan kini peserta yang mengalami kesulitan mengakses LAPAK ASIK online, dapat dilayani langsung di kantor cabang BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia, karena LAPAK ASIK juga memiliki kanal offline, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” ujar S Abidin.

Sambungnya, LAPAK ASIK offline ini tetap tidak mempertemukan petugas BPJamsostek dan peserta secara langsung.

Metode ‘One to Many’

Kantor cabang BPJamsostek menyediakan bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data.

Melalui metode ini, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan, sehingga metode pelayanan ini disebut ‘One to Many’.

“Dengan metode One To Many, kemampuan produksi untuk meyelesaikan klaim meningkat lima kali lipat dan phsycial distancing tetap terjaga,” ujarnya.

Selain itu, BPJamsostek juga memberikan kemudahan klaim bagi peserta melalui kanal LAPAK ASIK kolektif.

Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya.

Dengan adanya klaim kolektif ini pihak perusahaan dapat mengakomodir klaim seluruh karyawan yang ter-PHK dengan menunjuk satu orang perwakilan.

Lebih Transparan

Menurutnya, tiga kanal pengambilan JHT, termasuk metode “One to Many” bukan hanya memberikan keamanan bagi staf BPJamsostek dan peserta, tapi juga membuat proses pencairan dana lebih transparan karena proses verifikasi dapat dipantau dari kantor pusat.

Tak hanya mempersiapkan berbagai protokol layanan menyambut era new normal, BPJamsostek juga telah mempersiapkan beragam protokol kesehatan di internal yang mengatur interaksi dan aktivitas antar karyawan.

“Meski kami menyediakan kanal klaim offline, namun pihaknya mengimbau kepada seluruh peserta BPJamsostek untuk tetap sebisa mungkin berada di rumah dan menggunakan kanal online yang telah kami disediakan, jika ingin klaim. Karena prosesnya lebih mudah dan mengurangi potensi terpapar virus Covid-19,” terang S Abidin.

Selain itu peserta juga dapat memanfaatkan fasilitas tracking klaim untuk mengetahui perkembangan proses klaim yang sedang mereka ajukan.

“Semoga dengan kita mematuhi aturan pemerintah, pandemi ini bisa segera berakhir dan ekonomi Indonesia dapat kembali seperti sedia kala,” tutup S Abidin.(b13)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2