Waspada
Waspada » Lantai Berlubang, Jembatan Samudera Rawan Kecelakaan
Aceh Headlines

Lantai Berlubang, Jembatan Samudera Rawan Kecelakaan

Sejumlah pelajar sedang meintasi Jembatan Menasah Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Senin (1/3). Lantai jembatan Samudera rusak berlubang, sehingga rawan terjadi kecelakaan. Waspada/Zainal Abidin
Sejumlah pelajar sedang meintasi Jembatan Menasah Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara, Senin (1/3). Lantai jembatan Samudera rusak berlubang, sehingga rawan terjadi kecelakaan. Waspada/Zainal Abidin

LHOKSEUMAWE (Waspada): Jembatan rangka baja di Gampong Mancang, Kecamatan Samudera, Aceh Utara rawan kecelakaan. Lantai dan dinding jembatan patah, akibatnya beberapa kali terjadi kecelakaan di sana, Senin (1/3).

Jembatan di pinggir Pasar Geudong itu, menurut warga, telah lama rusak. Sebelumnya, Pemkab Aceh Utara telah membantu memperbaiki lantai dan dinding jembatan. Namun, sekarang lantai dan dinding telah lapuk. Jembatan berada di jalur bekas rel kereta api. Jembatan tersebut berada di bawah jembatan utama, lintasan Jalan Medan – Banda Aceh.

Jembatan di Gampong Mancang, selalu ramai di lintasi para pelajar, pedagang kecil dan ibu rumah tangga. Mereka memilih melintasi jembatan tersebut, untuk menghindari lalu lintas yang sering padat di jembatan utama. “Warga, diantaranya pelajar sering melintasi jembatan ini,” jelas M. Husni, 41, pedagang ayam di dekat lokasi jembatan.

Dia juga menjelaskan tentang sejumlah kecelakaan yang terjadi akibat kerusakan jembatan. Diantaranya, seorang pelajar SD dari Gampong Menasah Mancang. Saat pulang sekolah, dia melintasi jembatan tersebut. Korban terperosok ke lubang lantai yang rapuh. Kemudian korban terjatuh ke dalam sungai. “Korban selamat, karena ada warga yang melihat dan mengangkat korban yang dibawa arus,” tambah M. Husni.

Korban lainnya, warga Gampong Kumbang Teupin Punti, Syamtalira Aron. Sementara dua hari lalu, warga penyandang tuna netra juga terperosok. Namun berhasil diselamatkan warga sekitarnya.

Tokoh masyarakat Samudera HM. Yusuf Hasan mengharapkan Pemkab Aceh Utara harus segera memperbaiki jembatan itu. “Sekitar 10 tahun lalu, Pemkab Aceh Utara pernah merehab lantai jembatan ini,” jelasnya. Namun karena berkonstruksi kayu, lantai jembatan cepat rusak. Sehingga saat ini kondisi jembatan memprihatinkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, mengaku jembatan Samudera tersebut milik PT. KAI. Jembatan bekas rel kereta api itu, tidak bisa dibangun dengan anggaran daerah. “Sekarang tidak bisa lagi kita bangun dengan uang daerah,” jelas Kadis PUPR Aceh Utara, Edi Anwar, ST.

Dia mengakui, sebelumnya pernah direncanakan dibangun jembatan permanen di lokasi tersebut. Namun karena terkendala dengan pemindahan sejumlah kios di sekitar jembatan, sehingga rencana tersebut gagal. (b08)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2