Waspada
Waspada » Lagi, Ulama Aceh Meninggal
Aceh

Lagi, Ulama Aceh Meninggal

MEMBAWA JENAZAH: Jamaah membawa jenazah Tgk H Munir atau Walidi, usai disalati di Masjid Baiturrahmah, untuk di kebumikan di Komplek Dayah Darussalam di Desa Blang Batee, Peureulak, Aceh Timur, Sabtu (12/6) sore. Waspada/M Ishak

PEUREULAK (Waspada): Setelah Tgk H Muhammad Nur atau Abu Keuniree, tiga hari yang lalu, kini giliran Tgk H Munir yang akrab disapa Walidi, salah seorang ulama kharimatik Aceh kembali menghadap Allah SWT.

Walidi meninggal dunia di RSUD Sultan Abdul Azis Syah Peureulak, Sabtu (12/6) sekira pukul 14:30 Wib. Kabar duka itu dengan cepat beredar melalui berbagai media sosial, sehingga ribuan jamaah berbondong-bondong melayat ke rumah duka di Komplek YPI Dayah Darussalam di Desa Blang Batee, Peureulak, Aceh Timur.

Setelah selesai dimandikan dan dikafani, lalu disalatkan yang Masjid Baiturrahman, persis disisi kanan kediaman Walidi.

Sementara doa dan ucapan perpisahan mewakili keluarga dipimpin Tgk H Muhammad Ali atau Abu Ali Paya Pasi, Pimpinan Dayah Bustanul Huda Julok, Aceh Timur.

Dalam bimbingannya, Abu Ali Paya Pasi mengajak seluruh jamaah dan masyarakat di wilayah Peureulak dan sekitarnya untuk terus menjalankan ilmu-ilmu agama yang diberikan Walidi semasa hidupnya, baik dalam menjalankan ibadah secara teratur dan benar, maupun berbagai amal kebaikan lainnya.

“Sebagai bukti kita cinta kepada almarhum Walidi selaku ulama dan panutan, maka lazimnya kita mengamalkan segala ilmu yang selama ini diberikan dalam berbagai pengajian-pengajian, baik di Peureulak maupun di berbagai daerah lain,” kata Abu Ali Paya Pasi.

Meskipun demikian, alumni Dayah Darul Huda Lhoknibong ini meminta, jamaah dan masyarakat Aceh untuk terus berdoa sebagai amalan tambahan dengan arwah Walidi ditempatkan disisi-Nya, amin.

Sementara itu, jalan utama dari Kota Peureulak ke arah Paya Meuligoe, padat. Ribuah jamaah dari berbagai daerah hadir melayat untuk menyalatkan dan menghantar jenazah almarhum ke tempat pengistirahatan terakhir.

Usai pemakaman sekira pukul 18:30 Wib, para jamaah juga mengantri menyalatkan dan mendoakan untuk almarhum Walidi. Sebagaimana diketahui, Walidi meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak putra dan putri.

Bahkan, gelombang pertama salat jenazah Walidi dipimpinan putranya yang bungsu.

Kemacetan panjang jalan lintas tak bisa elakkan sepanjang lima kilometer, petugas LLAJ dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Timur ikut membantu mengatur arus lalu lintas dan Bantuan Komunikasi (Bankom).

Sebagaimana diketahui, sejumlah ulama Aceh meninggal dunia dalam beberapa bulan terakhir, seperti Tgk H Bukhari Hasan (Ayah Leuge) di Peureulak.

Lalu Tgk H Abdullah Rasyid (Abu Lah Kruet Lintang) di Peureulak Timur, kemudian Tgk H Muhammad Nur (Abu Keuniree) di Bagok. (b11).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2