Lagi, Thailand Tangkap Kapal Nelayan Aceh - Waspada

Lagi, Thailand Tangkap Kapal Nelayan Aceh

  • Bagikan
Kapal nelayan keluar dermaga PPN Idi, Aceh Timur untuk beraktivitas di laut lepas, baru-baru ini. Waspada/M. Ishak
Kapal nelayan keluar dermaga PPN Idi, Aceh Timur untuk beraktivitas di laut lepas, baru-baru ini. Waspada/M. Ishak

IDI (Waspada): Belum selesai kasus KM Perkasa Mahera dan KM Voltus, kini giliran KM Tuah Sulthan GT 45 asal Aceh Timur dikabarkan kembali ditangkap pihak keamanan laut negara Thailand, Senin (9/3) sore. Hingga kini, nahkoda bersama 29 anak buah kapal (ABK) masih ditahan untuk menjalani proses hukum.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Waspada, Selasa (10/3), KM Tuah Sultan yang dinahkodai M. Faidan, diketahui keluar dari Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Idi, Aceh Timur, Sabtu (1/2) lalu. Setelah beraktivitas di laut, lalu KM Tuah Sultan, memutuskan untuk melakukan bongkar muat di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Kab. Aceh Besar.

“KM Tuah Sultan ini ditangkap di perairan Thailand berbatasan dengan Myanmar. Nahkoda bersama ABK masih ditahan di Kantor Polisi Distrik Thai Mueang, Provinsi Phang Nga, Thailand,” kata Kepala UPTD PPN Idi, Ermansyah, menjawab Waspada, Selasa (10/3).

Informasi ditangkapnya KM Tuah Sultan di perairan Thailand berdasarkan pengakuan pemilik kapal.

“Kita belum mengetahui keseluruhan nama-nama ABK di dalam kapal karena terakhir KM Tuah Sultan keluar melakukan aktivitas melalui PPS Lampulo, sehingga kita sedang berkoordinasi dengan PPS Lampulo,” kata Ermansyah.

Panglima Laot Lhok Kuala Idi Cut, Herman, dikonfirmasi Waspada, terpisah membenarkan KM Tuah Sultan milik masyarakat Idi Cut, ditangkap di laut lepas dengan dugaan melakukan pencurian ikan di perairan Myanmar.

“Pemilik KM Tuah Sultan adalah M. Amin, warga Idi Cut. Dia memiliki dua kapal dan M. Amin saat ini masih melaut dan berada di kapal yang berbeda,” ujar Herman.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, S.Ik, MH, melalui Kasat Pol Air AKP Pidinal Limbong, dikonfirmasi Waspada, kemarin mengakui adanya kapal nelayan asal Aceh Timur ditangkap di perbatasan Myanmar – Thailand.

“Kabarnya demikian, tapi belum pasti otoritas dari negara mana yang tangkap. Tapi kita terus menyelidiki dan mendalaminya, karena ini baru sebatas informasi,” tuturnya.

Sebelumnya, KM Perkasa Mahera GT 98 dan KM Voltus GT 9 ditangkap otoritas Thailand, Selasa (21/1) lalu. Kedua kapal milik pengusaha Aceh Timur itu hingga saat ini masih ditahan di Thailand.

Sementara Pemerintah Indonesia melalui Kemlu RI dan KBRI di Songkhla, masih melakukan upaya lobi dalam membebaskan puluhan nelayan tersebut. Tetapi, setelah ditangkap KM Tuah Sulthan GT 45, maka jumlah nelayan Aceh yang ditahan di Thailand menjadi 62 orang. (b24).

  • Bagikan