Kotaku Intervensi Kualitas Produksi Ikan Asin, 10 Pelaku Usaha Ikut Bimtek P-IRT - Waspada

Kotaku Intervensi Kualitas Produksi Ikan Asin, 10 Pelaku Usaha Ikut Bimtek P-IRT

  • Bagikan
10 Pelaku usaha ikan asin dari Desa Pusong Baru, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe ikuti bimbingan teknis (Bimtek) yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan di Hotel Diana selama dua hari berturut-turut. Kegiatan Bimtek tersebut telah selesai dilaksanakan belum lama ini. Waspada/Ist
10 Pelaku usaha ikan asin dari Desa Pusong Baru, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe ikuti bimbingan teknis (Bimtek) yang dilaksanakan oleh dinas kesehatan di Hotel Diana selama dua hari berturut-turut. Kegiatan Bimtek tersebut telah selesai dilaksanakan belum lama ini. Waspada/Ist

 

LHOKSEUMAWE (Waspada): Pendamping Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kota Lhokseumawe, Iskandar, Jum’at (18/6) kepada Waspada.id menyebutkan, pihaknya telah mengintervensi 30-an pelaku usaha ikan asin di Desa Pusong Baru, Kecamatan Banda Sakti untuk meningkatkan kualitas produksi.

Untuk tujuan tersebut, para pelaku usaha ikan asin di Gampong Pusong Baru diwajibkan mengikuti Bimtek guna mendapatkan izin P-IRT dari Dinas Kesehatan.

“Dengan mengikuti bimbingan teknis (Bimtek), para pelaku usaha ikan asin akan mudah mendapatkan izin P-IRT. Kegiatan Bimtek ini berlangsung dua hari bertempat di Hotel Diana dan kegiatan ini sudah selesai dilaksanakan berkat kerjasama dengan Dinas Kesehatan beberapa hari lalu,” terang Iskandar.

Dengan mengikuti Bimtek ini dan memiliki izin P-IRT, setiap produk yang dihasilkan oleh para pengusaha ikan asin di Pusong Baru bisa menjadi jaminan bahwa produk ikan asin mereka aman dikonsumsi oleh konsumennya. “Mereka nantinya bisa membangun rasa aman bagi setiap konsumennya,” kata Iskandar.

Di dalam Bimtek tersebut, para pemateri memberikan pemahaman kepada para peserta tentang standar keamanan pangan. Setelah mereka selesai mengikuti Bimtek tersebut, baru mereka dapat melakukan pengurusan izin P-IRT.

“Untuk tahap pertama ada 10 pelaku usaha ikan asin yang ikut dalam Bimtek yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe. Bimtek dilaksanakan dua hari di Hotel Diana kemarin. Jumlah pelaku usaha ikan asing di Pusong Baru sebanyak 31 orang. Ke depan ke 31 pelaku usaha itu harus mengantongi P-IRT,” jelasnya.

Menjawab Waspada.id, Iskandar menyebutkan, keterlibatan Kotaku dalam program ini hanya mengintervensi pelaku usaha ikan asin dalam meningkatkan hasil produksi dan Kotaku memberikan bantuan anggaran untuk sarana produksi yaitu Jambo, ancak jemuran ikan asin. Bantuan itu diberikan agar ikan asin hasil produksi mereka higienis sehingga mudah untuk bersaing di pasar nantinya.

Menurut Iskandar, usaha ikan asin sudah menjadi produk unggulan di Kota Lhokseumawe dan dinilai sangat menjanjikan dan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha tersebut.

“Ada 31 pelaku usaha ikan asin di sana. Setiap pelaku usaha memiliki satu jambo. Setiap jambo memiliki 5-10 pekerja. Kalau 10 pekerja dikalikan 31 pelaku usaha maka terdapat 310 pekerja yang ditampung oleh 31 pelaku saha ikan asin,” terang Iskandar.

Program Bimtek untuk pengurusan P-IRT bagi pelaku usaha ikan asin di Pusong Baru, kata Iskandar akan terus berlanjut hingga semua pelaku usaha mengantongi izin P-IRT. (b07).

 

  • Bagikan