Waspada
Waspada » Koperasi Wassalam Tunda Replanting Kebun Rambung Tanam Sawit
Aceh

Koperasi Wassalam Tunda Replanting Kebun Rambung Tanam Sawit

M Yunus didampingi Ketua KTNA Aceh Tamiang D Yogi S dan Ketua Koperasi Wassalam Syaiful, Selasa (18/2).Waspada/Muhammad Hanapiah
M Yunus didampingi Ketua KTNA Aceh Tamiang D Yogi S dan Ketua Koperasi Wassalam Syaiful, Selasa (18/2).Waspada/Muhammad Hanapiah

KUALASIMPANG (Waspada): Koperasi Wassalam akan menunda pelaksanaan replanting mengubah kebun karet (rambung) menjadi kebun sawit melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kampung Seumadam, Dusun Alur Mentawak, Kec. Kejuruan Muda, Kab. Aceh Tamiang.

Hal itu dijelaskan Ketua Koperasi Wassalam, Syaiful yang turut didampingi Ketua Tim PSR, M. Yunus ketika dikonfirmasi Waspada, Selasa(18/2).

Menurut Syaiful dan M. Yunus, memang dalam RAB program replanting atau PSR untuk lahan kebun sawit rakyat dan bukan pohon rambung.

“Namun kata Badan Pengelola Dana PKS boleh saja dilakukan replanting jika di lahan petani ada campur pohon rambung dan sawit,” tegas M.Yunus.

Yunus dan Syaiful menyatakan tidak ada surat resmi dari BPD PKS yang menyatakan hal tersebut boleh dilakukan replanting mengubah lahan rambung menjadi kelapa sawit.

“Kami akan tunda pelaksanaan tersebut di Alur Mentawak,” tegas Syaiful.

Terkait tentang boleh semai kecambah untuk program replanting karena tidak tersedia bibit yang cukup di PT. Socfindo untuk usia tanam, Yunus dan Syaiful menyatakan memang boleh semai kecambah sampai usia yang cukup untuk ditanam di lahan petani yang dapat bantuan program PSR.

“Kecambah disemai di penangkaran bibit sawit,” ujar Yunus.

Menurut mereka, memang ada bibit sawit tersedia tetapi lokasinya jauh dari Aceh Tamiang sehingga jika dibeli, biaya yang dikeluarkan harganya tidak sesuai lagi dengan RAB dan tentu saja bisa menimbulkan kerugian bagi pelaksana program ini.

“Makanya solusinya semai kecambah di lokasi penangkan bibit di Kampung Pantai Cempa,” ungkap Yunus.

Sedangkan menyangkut tentang lahan sawit milik petani yang sudah ditebang tetapi belum ditanam, memang ada empat hektare milik petani di Kampung Pantai Cempa dan untuk sementara karena lahan belum ditanam sawit, pihak koperasi Wassalam memberikan bantuan bibit jagung dan pupuk untuk petani tersebut.

“Nanti kalau sudah ada bibit sawit tentu saja lahannya ditanam pohon sawit,” kata Syaiful.

Syaiful dan Yunus menyatakan memang belum ada surat resmi dari PT. Socfindo yang menyatakan tidak tersedia bibit usia tanam untuk program replanting di Aceh Tamiang.

Jika ada bibit usia tanam pasti dibeli bibit untuk program replanting. “Hari itu kami beli bibit usia siap tanam untuk replanting di Kampung Jambo Rambung, Bandar Pusaka,” demikian Syaiful dan M. Yunus yang juga Kadis Pertanian dan Perkebunan Aceh Tamiang.(b23)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2