MENDIRIKAN sebuah usaha bukan perkara yang mudah dan tidak seperti membalikkan telapak tangan. Tetapi mereka yang selalu berusaha bekerja keras dan kreatif untuk mencari peluang bisnis seperti dilakukan seorang pria Hendra Pahlevi 46, mendirikan sebuah konveksi garmen, yang mampu menyerap puluhan tenaga kerja di Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang.
Kerja keras memang tidak pernah mengkhianati hasil. Apa yang diraih pria tiga anak itu tidak lahir dengan isntan, tetapi sudah melalui proses perjuangan yang panjang dari menjadi Sales marketing di Perusahaan Garmen Goet That sekira 10 tahun lalu hingga menjual pakaian di kaki lima serta di pasar malam di kabupaten/kota Provinsi Aceh.
Pencapaian yang diperoleh oleh lelaki berkulit hitam manis itu patut disyukuri, karena sudah sejak lama dia bercita-cita menciptakan lapangan kerja agar hidupnya bermanfaat untuk diri sendiri beserta orang lain, tetapi pada hari ini membuahkan hasil.
“Konveksi garmen yang saya dirikan ini sudah berjalan satu tahun lamanya dan terus berkembang. Baju yang diambil oleh pengusaha toko, sebelumnya hanya beberapa kabupaten saja, kini pasokannya hampir ke seluruh Aceh,” kata Hendra, Rabu, (16/10) kepada Waspada, di tempat usaha konveksinya.
Tempat usaha yang didirikannya itu, sekarang ini terserap 25 orang tenaga kerja dari kaum perempuan, 3 diantaranya gadis yang tidak melanjutkan pendidikannya lagi akibat kurang biaya, termasuk yang sudah lanjut usia, bagian menjahit pakaian daster serta gamis untuk dipasarkan kepada pengusaha toko baik di Kabupaten Bireuen sendiri maupun ke daerah lain yang ada di Aceh.
“Yang bekerja di konveksi kita, pada umumnya ibu-ibu yang berpenghasilan rendah termasuk 3 perempuan gadis yang putus sekolah. Ada juga yang sudah janda serta sejumlah ibu lanjut usia. Untuk lansia mereka bekerja di rumahnya masing-masing sambil melihat cucunya yang menghasilkan Rp1,2 juta setiap bulannya,” sebut Hendra.
Dirincikan, upah yang diberikan kepada masing-masing pekerja di konveksi yang memproduksi baju daster dan gamis, hasil dari pada perjuangannya tersebut, rata-rata perbulan mencapai Rp4 juta. Yang dibayarkan seminggu sekali setiap Sabtu sore, dengan upahnya kepada masing-masing pekerja senilai Rp1 juta.
“Kita membayar kepada mereka bukan harian, tapi perpotong baju. Banyak baju yang mereka jahit,maka banyak penghasilan yang didapatkan. Tapi, rata-rata tiap bulan mereka mendapatkan Rp4 juta. Alhamdulillah setidaknya ini bisa mendongkrak ekonomi rumah tangganya dan dapat bermanfaat terhadap keluarga mereka,” jelas Pengusaha Konveksi Garmen, Hendra, dengan nada haru.
Seorang oekerja Dien, 47, warga Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang, sambil bekerja menyampaikan kepada Waspada, semenjak berdirinya konveksi tersebut, dirinya mengakui sangat membantu biaya kehidupan keluarganya yang sekarang ini, ia berjuang sendirian dalam menafkahi 3 tanggungan anak-anaknya.
“Saya sudah bekerja di sini selama satu tahun lamanya. Alhamdulillah ini sangat membantu dan bermanfaat terhadap saya sendiri dan keluarga, karena ada penghasilan untuk biaya kehidupan sehari-hari,” ucap Dien.
Hal senada juga dituturkan temannya, Ayu, 47, yang juga sedang bekerja di konveksi garmen bagian steam (setrika). “Usaha ini sangat bermanfaat buat keluarga kami,” sebutnya semangat.
Fauzan
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.