Komisi IV Panggil Direktur RSUD TCD Sigli

Komisi IV Panggil Direktur RSUD TCD Sigli

  • Bagikan
Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie dr Muhmmad Yassir, Sp An memberi pejelasan terkait polemik pembagian jasa medis menggunakn sistem Logbook di rumh sakit yang dipimpinnya itu, Selasa (12/1). Komisi IV Panggil Direktur RSUD TCD Sigli. Waspada/Muhammad Riza
Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie dr Muhmmad Yassir, Sp An memberi pejelasan terkait polemik pembagian jasa medis menggunakn sistem Logbook di rumh sakit yang dipimpinnya itu, Selasa (12/1). Komisi IV Panggil Direktur RSUD TCD Sigli. Waspada/Muhammad Riza

SIGLI (Waspada): DPRK Pidie melalui Komisi IV menggelar rapat kerja bersama Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tgk Chik Ditiro, dr Muhammad Yassir, SpAn, Selasa (12/1) pagi.

Berdasarkan agenda resmi, rapat digelar pada pukul 10.15 WIB di Ruang Rapat Komisi IV DPRK, Pidie, dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRK Pidie T Mirza Jamil, SH. Hadir dalam rapat tersebut, Muhammad, Alwi, Kurniada, Muhammad Khaidir, Hizbullah.

Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie dr Muhmmad Yassir, Sp An memberi pejelasan terkait polemik pembagian jasa medis menggunakn sistem Logbook di rumh sakit yang dipimpinnya itu, Selasa (12/1). Komisi IV Panggil Direktur RSUD TCD Sigli. Waspada/Muhammad Riza
Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie dr Muhmmad Yassir, Sp An memberi pejelasan terkait polemik pembagian jasa medis menggunakn sistem Logbook di rumh sakit yang dipimpinnya itu, Selasa (12/1). Komisi IV Panggil Direktur RSUD TCD Sigli. Waspada/Muhammad Riza

Dalam Raker tersebut, Komisi IV DPRK Pidie meminta penjelasan Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli dr Muhammad Yassir, SpAn tentang kabar ketidakharmonisan, antara pimpinan di RSUD Tgk Chik Ditiro dengan tenaga medis dan paramedis serta para pegawai administrasi di lingkungan rumah sakit umum milik Pemkab Pidie tersebut, terutama tentang pembagian Jasa Medis sejak diberlakukannya program Logbook.

“Maka dari itu kami ingin mendengarkan langsung, apakah benar informasinya seperti itu yang terjadi,” kata T Mirza Jamil.

Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, dr Muhammad Yassir, SpAn, menerangkan, terkait penerapan sistem Logbook, di dalam penilaian kinerja yang dihubungkan dengan sistem remunerasi, maka kami pada dasarnya sudah melakukan semua tahapan-tahapan yang diperlukan untuk aturan itu dapat dijalankan.

Begitupun jelas dia, pihaknya sudah pernah menyampaikan bahwa sistem itu dilaksanakan pihaknya berdasarkan aturan. “Jadi kalau berdasarkan aturan, dan mudah-mudahan kami bisa membuktikan bahwa apa yang terjadi di RSUD Tgk Chik Ditiro itu, hanya berita-berita yang segelintir yang menyatakan ketidakpuasan. Ketidakpuasan ini adalah bagian dari komplain Staf dan ini harus bisa kita cermati,” jelasnya.

Tidak mungkin komplain itu tidak ada terjadi, karena di dalam standar, komplain dan kepuasan itu standarnya di atas 85 persen, berarti ada yang tidak puas 15 persen. Kalau puas semua meskipun diuji statistikpun, itu istilahnya erorr, berarti itu tidak mungkin, terangnya.

Lanjutnya, mungkin teknisnya apakah berupa diskusi, saja. Dari kami menyatakan tidak benar kalau mengatakan bahwa terjdi kisruh di rumah sakit untuk proses pembagian jasa medis tersebut.

Buktinya di rumah sakit lain, selama virus Corona ini penerimaanya 15-20 persen, sedangkan RSUD Tgk Chik Ditiro pendapatanya selama ini minimal 50 persen. Seiring jalannya waktu secara realisasi penerimaan laporan keuangan RSUD Tgk Chik Ditiro berjumlah 98 persen dan secara realisasi pendapatan pelayanan berjumlah 96 persen.

Ini menunjukkan dengan adanya penilaian kinerja inilah semakin meningkatnya kinerja di RSUD Tgk Chik Ditiro, dan ini bisa kami buktikan. Saat pandemi Covid-19 juga timbul kisruh, di mana sejumlah dokter umum mengundurkan diri. Ini karena kami tidak mau rumah sakit tutup, karena paling penting IGD, ICU, ruang isolasi harus jalan, ungkap dr Muhammad Yassir, SpAn.

Ketua PB-HAM Pidie, Said Safwatullah, SH memberi apresiasi terhadap Komisi IV DPRK Pidie yang memanggil Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli. Ini menurut dia sebagai upaya penyelesaian polemik di rumah sakit tersebut.

Pun begitu kata dia, kehadiran Direktur RSUD TCD diharapkannya bukan sekedar hanya klarifikasi semata, tetapi ada solusi konkrit dalam penyelesaian polemik tersebut. Said Safwatullah juga menyarankan Komisi IV DPRK Pidie bisa merekomendasi yang mengikat dan ditindaklanjuti oleh Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli.

“Ada rekomendsi dari pertemuan multi pihak, baik direktur, pihak yang komplain dan juga internal rumah sakit termasuk staf dan dokter ahli. Rekomendasi yang harus ditindaklanjuti oleh pihak rumah sakit,” katanya.

Sebut dia, idealnya dalam Raker tersebut, Komisi IV tidak hanya memanggil dan meminta keterangan dari Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, tetapi semua pihak wajib dipanggil dan diminta keterangan. “Misal, perwakilan dokter spesialis, perwakilan perawat, perwakilan dokter umum dan juga yang harus dipanggil adalah Dewas BLUD. Mereka ini harus juga dipanggil dan dimintai keterangannya,” tandasnya (b06)

  • Bagikan