Waspada
Waspada » Komisi IV DPRK Pidie Desak Pemkab Perhatikan Pustu
Aceh Kesehatan

Komisi IV DPRK Pidie Desak Pemkab Perhatikan Pustu

Anggota Komisi IV DPRK Pidie Muhammad Khaizir. Komisi IV DPRK Pidie Desak Pemkab Perhatikan Pustu. Waspada/Ist
Anggota Komisi IV DPRK Pidie Muhammad Khaizir. Komisi IV DPRK Pidie Desak Pemkab Perhatikan Pustu. Waspada/Ist

SIGLI (Waspada): Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie, Muhammad Khaizir mengingatkan pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan Puskesmas Pembantu (Pustu).

Pasalnya, sebagai fasilitas pelayanan pertama, kondisi Pustu sangat memprihatinkan. Selain minimnya peralatan penunjang medis, ketersediaan obat-obatan juga tidak lengkap.

”Saya tidak ingat jumlah Pustu di Kabupaten Pidie. Tetapi ada Pustu saat warga datang berobat, obatnya tidak lengkap. Seperti terjadi di Pustu Beuah, Kecamatan Delima,” kata Muhammad Khaizir.

Menurut dia, keberadaan Pustu sangat besar manfaatnya, terutama bagi warga yang berdomisili di daerah pedalaman, jauh dari pusat fasilitas kesehatan yang ada di kecamatan atau ibu kota kabupaten.

“Kita harus memperhatikan kondisi Pustu. Pada satu sisi kita terus membesar-besarkan rumah sakit tapi kondisi Pustu sendiri justru  disepelekan,” ujar politisi Partai Nasional Aceh (PNA) Kabupaten Pidie.

Menurut M. Khaizir, Pustu sebagai ujung tombak kesehatan bagi masyarakat, sudah selayaknya diperhatikan karena langsung bersentuhan dengan masyarakat dan mengetahui kebutuhan kesehatan masyarakat.

“Tolong Pak Plt Dinkes Pidie bersama jajarannya sering-sering turun ke lapangan agar tahu kondisi yang sebenarnya. Ada kondisi Pustu di Dapil saya itu yang kondisinya sangat memprihatinkan,” imbuh M. Khaizir.

Soal ketersediaan obat-obatan, M. Khaizir menambahkan, yang sering kosong atau tidak lengkap, karena itu dia menyarankan Dinkes Pidie untuk melengkapi obat-obatan yang sering dibutuhkan masyarakat secara cepat.

Plt Kadinkes Kabupaten Pidie Turno Junaidi, melalui Kepala Puskesmas Delima, dr Nazaruddin, saat dikonfirmasi mengatakan, stok obat obatan yang disimpan di Pustu Beuah sesuai kebutuhan, dan obat obatan yang dikirimkan ke Pustu Beuah adalah jenis obat-obatan biasa. “Obat-obatannya kami ambil dari Dinkes Pidie,” kata dr Nazaruddin.

Terkait kondisi fisik bangunan gedung Pustu Beuah yang sangat memprihatinkan. “Pustu Beuah ini, kalau musim hujan tergenang dan bahkan acap banjir,” tandasnya. (b06)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2