Waspada
Waspada » Kominfo-PWI Agara Adakan Pembekalan Wartawan
Aceh

Kominfo-PWI Agara Adakan Pembekalan Wartawan

KUTACANE (Waspada): Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Aceh Tenggara (Agara) menggelar pembekalan pra Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Hotel Garuda Plaza di Kota Medan Jumat (20/11).

Pembekalan yang diikuti sejumlah wartawan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Aceh Tenggara itu secara resmi dibuka Kadis Kominfo Agara Zul Fahmi S.Sos melalui Sekretarisnya Karnodi.

Sekretaris Dinas Kominfo Karnodi mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan pra UKW tersebut dan mengharapkan para peserta serius agar memahami materi yang sampaikan dua narasumber yang dihadirkan dalam acara tersebut.

“Penting memahami materi supaya peserta dari Kutacane termotivasi dan mampu mengikuti UKW yang akan digelar di Kutacane pada 28 – 29 November ini. Dan kita berharap semoga teman-teman menjadi jurnalis yang profesional,” sebut Karnodi.

Karnodi menjelaskan, UKW yang diselenggarakan bekerjasama dengan PWI Agara dan PWI Aceh tersebut, pesertanya berasal dari Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Banda Aceh, Gayo Lues dan kabupaten lainnya di Aceh, juga akan dihadiri Ketua PWI Pusat.

Mohsa EL Ramadan, mantan Penguji UKW PWI sebagai pemateri pada pembekalan itu mengatakan, kunci mengikuti UKW harus tenang. UKW menurutnya potret dari pekerjaan sehari-hari sebagai jurnalis.

“Kalau benar seseorang wartawan selama ini memang mengerjakan pekerjaannya atau tugas jurnalistik, maka dia kemungkinan besar kompeten,” ujar Ramadan.

Sementara itu Maskur Abdullah, yang dikenal sebagai penguji dan pengajar di Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS) Jakarta, menambahkan, wartawan dituntut untuk menaati etika atau kode etik, baik ketika mencari berita, ketika wawancara mau pun ketika dia menulis berita.

“Kode etik menjadi pondasi bagi setiap wartawan ketika melaksanakan tugas jurnalistiknya. Bagi wartawan yang memiliki pengetahuan dan memiliki keterampilan kerja jurnalistik, serta memiliki etika, maka akan lebih mudah baginya menjadi wartawan yang kompeten,” kata Maskur Abdullah yang pernah bekerja untuk BBC Indonesia dan kantor berita Reuters tersebut.

Untuk memperoleh informasi yang benar dan menyiarkannya ke publik, kata mantan redaktur Harian Waspada ini, selain beritanya harus benar, faktual dan layak, wartawan juga harus memiliki landasan moral, yaitu etika profesi atau kode etik jurnalistik (KEJ).

“Karena kita wartawan, maka harus pula hafal kode etik kita, dan wajib menaati kode etik terebut,” pesan Maskur Abdullah.

Pada kesempatan itu Maskur Abdullah juga memaparkan pedoman penilaian UKW, yakni tentang komponen Kesadaran, terdiri dari etika dan hukum, kepekaan jurnalistik, jejaring dan lobi, Pengetahuan antara lain; pengetahuan umum, pengetahuan khusus, teori dan prinsip jurnalistik, serta Keterampilan, yang terdiri dari; penggunaan alat dan teknologi informasi, peliputan, riset dan investigasi serta arah pemberitaan.

Di tempat terpisah, PPTK pra UKW, Aliamran SH ketika dikonfirmasi Waspada terkait pelaksanaan UKW akan diadakan tersebut tim pengujinya dari tingkat nasional.

Pelaksanaan UKW tersebut selain Bupati Agara juga turut diundang Ketua PWI Pusat, Ketua PWI provinsi Aceh, Bupati Bener Meriah, Bupati Aceh Tengah, Bupati Kabupaten Gayo Lues, singkatnya.(Cseh)

 

Teks Foto
Maskur Abdullah (berhadapan dengan laptop), Mohsa EL Ramadan mantan Penguji UKW PWI Pusat (baju hitam) sedang menyampaikan kisi kisi untuk UKW. Waspada /Seh Muhammad Amin

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2