Kodim Aceh Tamiang Temukan Puluhan Kilogram Sabu Dan Ribuan Pil Ekstasi - Waspada

Kodim Aceh Tamiang Temukan Puluhan Kilogram Sabu Dan Ribuan Pil Ekstasi

- Aceh
  • Bagikan
KODIM 0117/Aceh Tamiang menyerahkan 19 Kg sabu dan ribuan butir pil ekstasi kepada BNNP Aceh, Jumat (3/1). Waspada/gitorolies
KODIM 0117/Aceh Tamiang menyerahkan 19 Kg sabu dan ribuan butir pil ekstasi kepada BNNP Aceh, Jumat (3/1). Waspada/gitorolies

BANDA ACEH (Waspada): Kodim 0117/Aceh Tamiang menyerahkan 19 Kg sabu dan ribuan butir pil ekstasi kepada BNNP Aceh, Jumat (3/1).

Adapun barang haram yang diserahkan tersebut berupa 19 bungkus kantong kemasan Teh Hijau (tulisan China) berisi sabu seberat 19 Kg, 4 kantong diduga berisi pil ekstasi diperkirakan berjumlah ± 20.000 butir, empat bungkus diduga obat penenang diperkirakan berjumlah ± 20.000 butir.

Penyerahan sabu dan ekstasi tersebut langsung dilakukan oleh Dandim 0117 Letkol Inf Deki R Putra, di dampingi Kasi lid Pomdam IM Mayor CPM Koko Haryono, Dansalak Lidpam Pomdam IM Kapten CPM Hermansyah, Dansubdenpom 1/6 Tamiang Lettu CPM Hafiz, Danunit Idik Pomdam IM Letda CPM Romi, berlangsung di kantor BNNP Aceh.

Dandim 0117/Aceh Tamiang, Letkol Inf Deki Rayusyah Putra kepada wartawan mengatakan, narkoba tersebut awalnya ditemukan Babinsa yang bertugas di Aceh Tamiang. “Saat itu Babinsa melihat tas yang mencurigakan, kemudian Babinsa menelpon Datuk atau Keuchik setempat, selanjutnya bersama tokoh masyarakat mendatangi lokasi untuk memastikan tiga tas tersebut,” ujarnya di dampingi Plt. Kepala BNNP Aceh, Amanto saat menyerahkan barang bukti ke BNNP Aceh.

Dandim menjelaskan, saat tas tersebut dibuka, diketahui tas mencurigakan tersebut berisi 19 bungkus sabu, empat bungkus obat yang diduga pil ekstasi sekitar 20.000 butir serta 20.000 butir obat lain jenis Happy Five. Temuan ini pun dilaporkan ke Danramil setempat serta diteruskan ke Kodim Aceh Tamiang. “Kita perintahkan untuk menyerahkan barang bukti ini kepada BNNP Aceh, kejadiannya Kamis (2/1) siang sekira pukul 12.30. Kemungkinan, pelaku menunggu jemputan yang akan dikirim ke Sumatera Utara, karena sebelumnya ada dua orang yang mencurigakan saat Babinsa merapat ke lokasi penemuan,” jelas Dandim.

Letkol Inf Deki juga mengatakan, selain narkoba, petugas juga menemukan nomor handphone di dalam tas tersebut. Saat dikonfirmasi dan dihubungi, diketahui si pemilik nomor handphone memiliki logat berbicara Tionghoa dan berada di Mega Mas, Sumatera Utara. “Penemuan barang bukti berjarak sekitar 200 meter dari jalan raya, kemungkinan indikasinya adalah tas tersebut menunggu jemputan yang akan dikirim ke Sumatera Utara,” katanya.

Dandim mengakui, memang mayoritas di Aceh Tamiang, tepatnya di Kecamatan Bendahara dan Seruway serta daerah pesisir, banyak pelabuhan-pelabuhan kecil yang memang sering masuk kapal-kapal, baik itu kapal nelayan mau pun kapal lain yang dari negara luar. “Sampai saat ini Keuchik di gampong tersebut menyebutkan, ciri-ciri orang yang dilihat Babinsa bukan orang dari sekitar kampung. Pelaku kabur menggunakan kendaraan bermotor, daerah itu memang kawasan sawit sehingga Babinsa berpikir kalau mereka sedang mencuri sawit,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Kepala BNNP Aceh, Amanto mengatakan, pihaknya akan melanjutkan penetapan barang bukti ke kejaksaan dalam kasus ini. Hal ini dikarenakan dalam kasus ini hanya ditemukan barang bukti tanpa tersangka.
“Dalam waktu 7 hari setelah kita terima, nanti akan kita musnahkan dengan mobil incenerator pemusnah narkoba dan nanti akan kita undang juga Dandim, juga dihadiri saksi-saksi dari Balai BPOM dan Dinas Kesehatan,” kata pria yang juga masih menjabat sebagai Kabid Berantas BNNP Aceh ini.

Temuan narkoba awal tahun ini, menurutnya dapat menghancurkan generasi bangsa. Namun karena kesigapan pihak Kodim 0117/Aceh Tamiang, ribuan orang dapat diselamatkan. “Ini merupakan bentuk sinergitas sesama kita, karena penanganan narkotika ini tidak bisa kita lakukan hanya sendiri, harus kita bersama sinergi sehingga tujuan kita menyelamatkan generasi muda bisa tercapai,” ujar Amanto.

Selain itu, pihaknya juga akan berupaya mencari pemilik tas tersebut dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut, melalui nomor handphone yang ditemukan di dalam tas. “Kita akan telusuri, siapa kira-kira pemiliknya. Kami tetap akan kembangkan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” tutupnya. (cb01)

  • Bagikan