Waspada
Waspada » Kobar GB Abdya Harap Orang Tua Tetap Didik Anak
Aceh

Kobar GB Abdya Harap Orang Tua Tetap Didik Anak

Ketua Kobar GB Abdya Iliek Pantoe Mungil. Rabu (18/3) Waspada/Syafrizal
Ketua Kobar GB Abdya Iliek Pantoe Mungil. Rabu (18/3) Waspada/Syafrizal

BLANGPIDIE (Waspada) : Kobar GB Abdya Harap orang tua dan wali murid, yang ada dalam wilayah Aceh Barat Daya (Abdya) khususnya, diharapkan untuk mengawasi anaknya, selama aktivitas belajar mengajar diliburkan oleh pemerintah setempat, terhitung sejak 16 hingga 29 Maret mendatang.

Harapan itu disampaikan Kobar GB Abdya (Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu) , Rusli, atau akrab disapa Iliek Pantoe Mungil. Kepada Waspada Rabu (18/3).

Laki-laki bertubuh mungil ini mengatakan, keputusan meliburkan peserta didik dari aktivitas belajar di sekolah itu, beradasarkan surat edaran Gubernur Aceh nomor: 440/4989, terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di rumah, guna antisipasi meluasnya penyebaran virus Covid-19. “Mulai dari PAUD, TK, SD sederajat hingga SMP sederajat diliburkan dan dianjurkan untuk belajar di rumah,” paparnya.

Meskipun demikian katanya, tidak belajar di sekolah bukan bermakna libur dalam hal belajar. Peran orang tua dan wali murid, sangat penting dalam mendampingi anak mereka untuk tetap belajar di rumah, serta mengawasi setiap kegiatan mereka di luar rumah.

Menurut Iliek Pantoe Mungil, masih banyak hal yang berbau positif, yang bisa dilakukan anak dibawah pengawasan orang tua. Sehingga anak tidak mengalami kejenuhan, serta tetap terhindar dari serangan virus covid-19.

“Meskipun anak berada di rumah, orang tua tetap harus melakukan kebiasaan, yang selalu diterapkan saat bersekolah. Misalnya, anak harus bangun pagi, mandi, sarapan, dan bersiap-siap untuk ke sekolah,” urainya.

Dicontohkan Iliek Pantoe Mungil, setelah anak makan, orang tua bisa meminta anak untuk belajar hingga waktu istirahat tiba. “Sebaiknya ikuti jadwal pelajaran seperti di sekolah.

Misalnya jika pukul 8 anak biasanya belajar tentang kesenian di sekolah, maka lakukan hal yang sama di rumah,” sebutnya.

Keputusan libur selama 14 hari itu tambahnya, jangan dianggap sebagai beban oleh orang tua. Namun dijadikan sebagai momen untuk mendidik anak, serta memaksimalkan upaya pencegahan dari serangan penyakit, dengan menerapkan pola hidup sehat kepada anak.(cza)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2