Waspada
Waspada » Klaim JHT BPJAMSOSTEK Melonjak Selama Pandemi COVID-19
Aceh Ekonomi

Klaim JHT BPJAMSOSTEK Melonjak Selama Pandemi COVID-19

Protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik LAPAK ASIK BPJAMSOSTEK. Klaim JHT BPJAMSOSTEK melonjak selama Pandemi COVID-19. Waspada/Ilustrasi
Protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik LAPAK ASIK BPJAMSOSTEK. Klaim JHT BPJAMSOSTEK melonjak selama Pandemi COVID-19. Waspada/Ilustrasi

LANGSA (Waspada): Klaim Jaminan Hari Tua (JHT) yang dibayarkan oleh BPJAMSOSTEK Cabang Langsa melonjak selama Pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia hingga saat ini, akibat lonjakan jumlah pekerja yang mengalami PHK.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Langsa, S Abidin kepada wartawan, Senin (27/7) mengatakan, terhitung 15 Juli 2020, jumlah pengajuan klaim JHT mencapai  1,33 juta kasus dengan nominal mencapai Rp16,47 triliun.

“Menghadapi kondisi seperti saat ini, BPJAMSOSTEK tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada peserta dengan menggunakan protokol Layanan Tanpa Kontak Fisik-LAPAK ASIK yang telah diimplementasikan di seluruh kantor cabang sejak bulan Maret lalu,” sebutnya.

Dikatakan S Abidin, dengan adanya klaim online banyak dari luar Sumatera bagian utara mengajukan klaimnya dan diproses sesuai dengan jadwal.

“Bagi masyarakat yang ingin mengajukan klaim dapat meregistrasi melalui aplikasi BPJSTKU atau situs antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id,” tandasnya.

Bahkan, kini peserta yang mengalami kesulitan mengakses LAPAK ASIK online, dapat dilayani langsung di kantor cabang BPJAMSOSTEK di seluruh Indonesia, karena LAPAK ASIK juga memiliki kanal offline, namun dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Sambungnya, LAPAK ASIK offline ini tetap tidak mempertemukan petugas BPJamsostek dan peserta secara langsung.

Kantor cabang BPJamsostek menyediakan bilik- bilik yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data.

Melalui metode ini, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan, sehingga metode pelayanan ini disebut ‘One to Many’.

“Dengan metode One To Many, kemampuan produksi untuk meyelesaikan klaim meningkat lima kali lipat dan phsycial distancing tetap terjaga,” ujarnya.

Selain itu, BPJamsostek juga memberikan kemudahan klaim bagi peserta melalui kanal LAPAK ASIK kolektif.

Fasilitas ini ditujukan kepada perusahaan skala besar maupun menengah yang terpaksa melakukan PHK kepada minimal 30 persen tenaga kerjanya.

Dengan adanya klaim kolektif ini pihak perusahaan dapat mengakomodir klaim seluruh karyawan yang ter-PHK dengan menunjuk satu orang perwakilan.(b13)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2