Waspada
Waspada » KKR Bagian Proses Perdamaian Bukan Penghukuman
Aceh Headlines

KKR Bagian Proses Perdamaian Bukan Penghukuman

Kuliah umum Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia melalui Mekanisme KKRA yang digelar UPT MKU Unsyiah, diikuti 500 peserta melalui zoom dan 2.800 lebih melalui live streaming youtube, Jumat (4/12). KKR Bagian Proses Perdamaian Bukan Penghukuman/Ist
Kuliah umum Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia melalui Mekanisme KKRA yang digelar UPT MKU Unsyiah, diikuti 500 peserta melalui zoom dan 2.800 lebih melalui live streaming youtube, Jumat (4/12). KKR Bagian Proses Perdamaian Bukan Penghukuman/Ist

BANDA ACEH (Waspada): Prof. Dr. Farid Wajdi, MA mengatakan Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh (KKRA) adalah salah satu amanat MoU Helsinki yang dituangkan dalam Undang-undang Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA).

Namun hasil amatannya belum merakyat. “Jika sekarang, kita tanya pada generasi milenial ini, apa mereka tahu apa itu UUPA, apa itu KKRA, barangkali hanya sedikit diantara mereka yang tahu,” cetus Farid.

Untuk itu, terang Farid yang menjadi pembicara kuliah umum, Jumat (4/12) yang dilaksanakan menggunakan platform aplikasi zoom dan live streaming youtube, mekanisme KKRA ini penting terus disosialisasikan dari generasi ke generasi, supaya sejarah tidak putus.

Menurut Farid, KKRA harus memperkuat rekonsiliasi dengan mekanisme penyelesaian berbasis adat. “Rekonsiliasi itu damailah dalam bahasa kita,” kata Farid pada kuliah umum yang dilaksanakan Unit Pelaksana Teknis Mata Kuliah Umum (UPT MKU) Unsyiah.

Kata ia, negara perlu serius memberi perhatian kepada korban, kepada siapa saja yang terlibat dan dirugikan dalam masa konflik itu.

Lebih lanjut, sebut Plt Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) ini, KKR merupakan bahagian dari proses perdamaian, bukan penghukuman. “Ini hampir mirip dengan penyelesaian sengketa adat dalam masyarakat Aceh, yakni menghilangkan dendam, menerima secara ikhlas. Damai itu sebenarnya,” jelasnya.

Perlu Peran MAA

Mantan komisioner KKR Aceh, Fajran Zain, Ph.D yang diberi kesempatan berbicara secara khusus oleh moderator mengungkapkan, para komisioner KKR sudah turun kesejumlah daerah untuk mendapatkan dan mengambil kesaksian korban konflik.

KKR juga, katanya, sudah membuat rekomendasi ke pemerintah supaya temuan KKRA ditindaklanjuti. “Terakhir, yang saya tahu sudah keluar Pergub (Peraturan Gubernur) Aceh tentang pemberian restitusi kepada korban, kita berharap, tahun depan sudah ada realisasi,” katanya.

Fajran mengusulkan agar Pemerintah Aceh melalui Majelis Adat Aceh memperkuat penyelesaian melalui mekanisme adat. “MAA perlu berperan menyusun mekanisme baku penyelesaian pelanggaran HAM di Aceh dengan mekanisme adat, sehingga bisa menjadi pola yang baik ke kedepan. MAA bisa menjadi leading sektor untuk itu,” imbuhnya.

Kuliah umum dengan tema Penyelesaian Pelanggaran Hak Asasi Manusia melalui Mekanisme Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi Aceh (KKRA) yang dilaksanakan UPT MKU Unsyiah itu, dipandu Dr. M. Adli Abdullah, S.H., M.CL, selaku Koordinator Mata Kuliah Umum pada UPT tersebut.

Kuliah umum itu diikuti 500 peserta melalui zoom dan 2.800 lebih mengikuti melalui live streaming youtube. Peserta terdiri dari mahasiswa yang mengambil mata kuliah umum pada UPT MKU Unsyiah, mahasiswa umum, akademisi dan praktisi baik dalam lingkungan Unsyiah maupun dari luar Unsyiah.

Wakil Rektor Bidang Akademik Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Marwan pada pembukaan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas terselenggaranya kuliah umum kali ini. “Insya Allah Senin (7/12) akan diselenggarakan kembali kuliah umum dengan tema lingkungan hidup dan perubahan iklim,” ujarnya.

Marwan mengungkapkan Aceh punya sejarah konflik yang panjang, dan Alhamdulillah akhirnya selesai pada Agustus 2005 setelah ditandatangani kesepakatan perdamaian yang dikenal dengan MOU Helsinki.

“Kita semua merasakan perdamaian itu. Hari ini, kita berdiskusi mengenai salah satu mekanisme penyelesaian konflik itu yang penyelesaiannya melalui KKRA. Tentu ini bukan untuk mengungkit luka lama,” tegasnya. (b05)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2