KKN UNIMAL, Dampingi Petani Sayur Integrasi Budikdamber Di Aceh Singkil

- Aceh
  • Bagikan

ACEH SINGKIL (Waspada): Di era globalisasi, tidak sedikit peran wanita sebagai ibu rumah tangga turut melibatkan diri secara langsung untuk membantu dan mencukupi kebutuhan ekonomi keluarga.


Seperti di Blok VI Baru Kecamatan Gunung Meriah misalnya, peningkatan produktivitas tenaga kerja wanita tani memiliki peran dan potensi yang strategis dalam meningkatkan perekonomian warga tersebut.


Kondisi tersebut diketahui usai berlangsungnya survey lapangan yang dilakukan Mahasiswa UNIMAL (Universitas Malikul Saleh) Lhoksemauwe dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Blok VI Baru Kecamatan Gunung Meriah Aceh Singkil.


Melalui survey tersebut, Mahasiswa KKN UNIMAL melakukan pendampingan langsung kepada salah satu wadah Kelompok Wanita Tani (KWT) Tenaya.
Ridhany salah satu Mahasiswa yang terlibat langsung dalam pendampingan tersebut kepada Waspada.id, Sabtu (20/11) mengatakan, banyak ilmu pengetahuan baru yang di peroleh dalam pendampingan KWT ini. Dan ini menjadi keberlanjutan pengembangan ilmu study perkuliahan.


“Biasanya dalam study perkuliahan saya juga sering praktek untuk pengolahan dan pengembangan tanaman-tanaman seperti program KWT. Dimana pada pendampingan ini, kami di beri kesempatan praktek lapangan langsung.


Yakni membersihkan rumput pada bibit, memasukkan tanah pupuk kedalam bibit, menyiram tanaman, memberikan pupuk, mencangkul serta memanen hasil tanaman yang sudah dikelola sebelumnya” ujar Ridhany salah satu mahasiswa UNIMAL yang sedang melaksanakan KKN tersebut.


Sementara itu, Ketua KWT Hermiati yang bergabung dengan kelompok tani lainnya menjelaskan secara rinci fungsi dan tata cara dalam pengelolaan program tani tersebut.


Disebutkannya, sebagian besar ibu-ibu dilingkungannya merupakan petani sayur. Namun karena penghasilan dari sayur masih belum mencukupi kebutuhan sehari-hari, sehingga petani mengintegrasikannya dengan konsep Azolla-ikan. Yakni dengan Budi Daya Ikan di Dalam Ember (BUDIKDAMBER), sebut Hermiati.


Namun, untuk pengelolaan Budikdamber ini, perlunya pendampingan berkelanjutan bagi kelompok tani ini.
Lantaran harga pakan yang masih terlalu tinggi. Meskipun mendapatkan alternatif pakan dari azolla, tetapi harga jual ikan yang fluktuatif, cenderung tidak memberikan keuntungan bagi petani.


Untuk itu diperlukan inovasi baru tentang pengolahan ikan menjadi produk yang mempunyai nilai jual lebih tinggi dibandingkan dengan nilai jual ikan segar.


“Pembinaan Kelompok Wanita Tani (KWT) ini beranggotakan 30 orang, dengan komoditas pengembangan heltikultura,” ucap Hermi didampingi Saprizal pembimbing kelompok tani.


“Kelompok Wanita Tani ini memiliki banyak inovasi, seperti di Desa Blok VI Baru yang mengembangkan tanaman organik, membuat tanaman vertikultur, serta membuat kuliner olahan minuman, seperti jus pokcoy,” tambah Hermi.


Petani wanita lainnya, Nurhasiyah menambahkan, dengan aktifnya Kelompok Wanita Tani ini diharapkannya, selain dapat membantu perekonomian juga dapat melestarikan lingkungan dan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat melalui ragam inovasi

.
Selain melakukan pengelolaan tanah, penanaman dan pemupukan para Mahasiswa KKN ini juga diberikan kesempatan memetik dan menikmati langsung buah pepaya hasil panen KWT tersebut.


Kelompok wanita tani ini berharap, kedepannya akan lebih banyak kesempatan mahasiswa yang berkontribusi dengan kita dalam pengelolaan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).


Sementara Dosen Pembimbing Lapangan Khaidir, SSi MSi menyampaikan, bahwa pemberdayaan perempuan dalam membantu perekonomian keluarga boleh-boleh saja. “Namun demikian, perempuan juga memiliki tanggungjawab dalam mengelola rumah tangga sehingga kewajiban utamanya tidak terabaikan,” sebutnya.
(B25)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *