Waspada
Waspada » Kisah Sedih Pedagang Kecil Selama Pandemi Covid-19 Di Aceh Tamiang
Aceh

Kisah Sedih Pedagang Kecil Selama Pandemi Covid-19 Di Aceh Tamiang

Puluhan pedagang kecil yang membuka lapak menjajakan aneka makanan dan minuman di Taman komplek Perkantoran Pemkab Aceh Tamiang selama masa pandemi Covid-19 masuk ke Kabupaten Aceh Tamiang kehidupan pedagang kecil benar-benar sedih.

Pengamatan Waspada, Sabtu (14/11), pengunjung sangat sepi yang berbelanja dan nongkrong menikmati aneka makanan dan minuman yang dijajakan oleh pedagang kecil di Taman Komplek Perkantoran Pemkab Aceh Tamiang.Sehingga ratusan kursi yang disediakan oleh pedagang tampak kosong karena suasana sepi nyaris tanpa pengunjung yang datang nongkrong memnikmati aneka makanan dan minuman.

Sejumlah pedagang kecil yang berjualan di Taman ,Ati,Ani,Juli dan pedagang lainnya yang jumlahnya puluhan itu ketika ditanya Waspada,Sabtu(14/11) menceritakan ,selama pandemi Covid-19 pendapatan mereka sangat kurang karena sepi pengunjung dan kehidupan mereka sangat sedih.

Menurut mereka,sebelum ada pandemi Covid-19 banyak jumlah pengunjung yang datang berbelanja dan nongkrong menikmati makanan dan minuman di Taman.

“Kini sangat sulit mencari uang selama ada pandemi Covid-19 sehingga pengunjung yang datang berbelanja juga sangat sepi ,suasana sangat sepi terjadi sejak pandemi Covid-19 , ”ungkap para pedagang.

Menurut mereka, akibat sepi pengunjung dan pendapatan juga sangat kurang ,sehingga mereka dililit hutang pinjaman untuk modal usaha jualan kecil-kecilan .Pendapatan kami sangat kurang sehingga kami juga kewalahan untuk membayar setoran utang karena untuk modal kami jualan pinjam uang “panas” pada rentenir.

Para pedagang menyebutkan, setiap hari harus setor bayar pinjaman atau hutang yang besarnya bervariasi ada yang setor Rp20 ribu per hari dan ada juga yang setor bayar hutang uang “panas” sebesar Rp30 ribu per hari.

“Kami butuh modal usaha dan perlu uang untuk kebutuhan biaya hidup dan lainnya ,makanya kami pinjam uang pada rentenir dan harus setor bayar hutang setiap hari,”ungkap pedagang.

Para pedagang juga menjelaskan, mereka sudah mengisi fomulir sebagai pegadang kecil diserahkan kepada Koperindag Aceh Tamiang untuk diusulkan mendapat bantuan Usaha Kecil Menengah(UKM) dari Pemerintah Pusat yang jumlah bantuan tersebut sebesar Rp2.400.000 per orang. “Tetapi bantuan untuk pedagang kecil belum juga cair ,kata pegawai di Koperindag sedang diproses agar pedagang dapat bantuan Rp2.400.000 per orang,”ungkap para pedagang.

Para pedagang kecil itu juga menyatakan ,jika bantuan dari Pemerintah Pusat itu bisa cepat cair untuk diberikan kepada pedagang kecil maka tentu saja bantuan tersebut bisa digunakan untuk modal usaha .”Kami sangat berharap semoga proses administrasi cepat selesai sehingga kami bisa dapat bantuan modal usaha Rp2.400.000,” begitu harapan dari pedagang kecil di Taman .
(Muhammad Hanafiah)


Suasana sepi di lokasi pedagang kecil di Taman Kabupaten Aceh Tamiang,Sabtu(14/11). Waspada/Muhammad Hanafiah

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2