Kios Geudong Segera Digusur, PD Pemkab Aceh Utara Abaikan Permintaan Pengadilan - Waspada

Kios Geudong Segera Digusur, PD Pemkab Aceh Utara Abaikan Permintaan Pengadilan

- Aceh
  • Bagikan
Salah satu kios di sudut Pasar Inpres Geudong, Aceh Utara yang dijadikan warung kopi dinilai masih layak pakai, Rabu (12/2). Sehingga keputusan PD milik Pemkab Aceh Utara, akan melakukan revitalisasi pasar sangat merugikan pedagang.  Waspada/Zainal Abidin
Salah satu kios di sudut Pasar Inpres Geudong, Aceh Utara yang dijadikan warung kopi dinilai masih layak pakai, Rabu (12/2). Sehingga keputusan PD milik Pemkab Aceh Utara, akan melakukan revitalisasi pasar sangat merugikan pedagang.  Waspada/Zainal Abidin

SAMUDERA (Waspada): Kios Geudong segera digusur oleh Perusahaan Daerah (PD) Bina Usaha.

Kuasa hukum pedagang menilai perusahaan milik Pemkab Aceh Utara itu telah mengabaikan perintah pengadilan yang meminta kios tidak diganggu selama dalam proses di pengadilan.

Kuasa hukum pedagang kios Pasar Inpres Geudong Anwar MD, SH kepada Waspada, Rabu (12/2) menjelaskan, dalam sidang di Pegadilan Negeri Lhoksukon beberapa waktu lalu, hakim telah meminta, objek kios  yang sedang ditangani di pegadilan tidak diganggu.

“Langsung dikatakan pegadilan, bahwa tergugat tidak meganggu (pasar Geudong-red) sebelum ada putusan, karena objek itu dalam berperkara,” jelas Anwar MD.

Akhir 2019 lalu, PD Binas Usaha juga telah menyurati pedagang untuk segera pindah, karena sejumlah puluhan unit kios segera dibongkar.

Akan tetapi, pedagang protes karena kios-kios tersebut telah dibeli dengan sah dari PD Binas Usaha.

Meskipun pedagang telah menempati pasar lebih dari 25 tahun, namun menurut mereka batas tersebut tidak disebutkan dalam surat jual beli pasar pada masa lalu.

Akibat kios Geudong segera digusur, pedagang telah menggugat Pemerintah Pemkab Aceh Utara dan PD Bina Usaha di Pengadilan Negeri Lhoksukon.

Ketika kasus tersebut sedang berjalan di PN Lhoksukon, pada Tanggal 6 Februari 2020 PD Binas Usaha, kembali mengeluarkan surat perintah pindah.

Tidak Beralasan

Dalam Surat Nomor 539/021/PDBU/2020 disebutkan, dalam rangka pelaksanaan pembangunan revitalisasi pasar Inpres Geudong, pedagang pasar agar dapat pindah sementara yang sudah disediakan selambat-lambatnya 15 Februari 2020.

Keputusan revitalisasi pasar menurut pedagang tidak beralasan.

Menurut salah seorang pedangang Azhar, kios masih layak pakai. Sehingga rencana revitalisasi pasar, sangat merugikan pedagang yang mencari nafkah di kios-kios tersebut.

“Ratusan orang, yaitu pedagang kios, pekerja dan pedagang lapak harus kehilangan pekerjaan kalau pasar dibongkar,” jelas Azhar.

Terkait dengan lokasi pasar masih milik Pemkab, menurutnya para pedagang bersedia membayar sewa lokasi pasar dengan biaya yang sesuai.

Sementara Ilyas pedagang lainnya juga mengaku kecewa.

Menurutnya saat ini gugatan pedagang terhadap kebijakan revitalisasi pasar sedang ditangai PN Lhoksukon. Namun PD Binas Usaha tidak pernah menghargai, sehingga kembali meminta warga pindah.

Sementara itu Humas PD Bina Usaha, Halim AB menjelaskan rencana PD akan menggusur 70 unit kios di Pasar Inpres Geudong.

“Sejumlah 70 unit, tapi konfirmasinya konkrtitnya besok setelah kita duduk bersama dengan Pemerintah Aceh Utara,” jelasnya.

Terkait dengan masalah hukum, menurut Halim pihaknya menyerahkan kepada keputusan hukum. “Informasi pasti hubungi kuasa hukum PDBU,” tegasnya kembali. (b15)

  • Bagikan