Ketua YDBUL: Jaga Almamater Dari Perilaku Anomali Dan Amoral
banner 325x300

Ketua YDBUL: Jaga Almamater Dari Perilaku Anomali Dan Amoral

  • Bagikan
Ketua Umum Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa (YDBUL), Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA saat membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2020/2021 di Aula STIKes. Ketua YDBUL: Jaga almamater dari perilaku anomali dan amoral. Waspada/dede
Ketua Umum Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa (YDBUL), Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA saat membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2020/2021 di Aula STIKes. Ketua YDBUL: Jaga almamater dari perilaku anomali dan amoral. Waspada/dede

LANGSA (Waspada): Ketua YDBUL menyebutkan, jas almamater merupakan kebanggaan mahasiswa, alumni dan civitas akademika. Para mahasiswa harus mencintai dan menjaga kebesaran almamaternya dari polusi perilaku anomali dan amoral.

Ketua Umum Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa (YDBUL), Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA mengatakannya, Rabu (28/10) usai membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2020/2021 yang diikuti 104 mahasiswa di Aula STIKes.

Ketua Umum Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa (YDBUL), Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA saat membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2020/2021 di Aula STIKes. Ketua YDBUL: Jaga almamater dari perilaku anomali dan amoral. Waspada/dede
Ketua Umum Yayasan Dayah Bustanul Ulum Langsa (YDBUL), Dr. Amiruddin Yahya Azzawiy, MA saat membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2020/2021 di Aula STIKes. Ketua YDBUL: Jaga almamater dari perilaku anomali dan amoral. Waspada/dede

Dikisahkannya, dulu sekitar tahun 1998, saat dirinya masih menjadi mahasiswa juga memakai jas almamater dan tidak malu memakainya, bahkan sangat optimis penuh kebanggaan.

“Ketika melihat mahasiswa memakai jas almamater, spontan saja ingatan saya remaja lagi. Seakan-akan menjadi mahasiswa kembali, ikut orientasi dan memimpin organisasi mahasiswa,” ungkapnya.

Menurut Amiruddin Yahya, menjadi mahasiswa sebenarnya sebuah pilihan, bukan paksaan meskipun ada dorongan dari orang tua ataupun teman sejawat, namun yang terpenting adalah motivasi untuk kuliah harus kuat. Sebab, butuh kesabaran dan waktu untuk menjalaninya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua STIkes Bustanul Ulum Langsa, Risnati Malinda, SST, M.Keb, PKKMB merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh STIKes bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), sebagai salah satu syarat sebelum memulai proses belajar mengajar.

Menurutnya, PKKMB dilakukan dalam rangka menyiapkan mahasiswa baru melewati proses transisi menjadi mahasiswa yang dewasa dan mandiri, serta mempercepat proses adaptasi mahasiswa dengan lingkungan yang baru dan memberikan bekal untuk keberhasilannya menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Kegiatan ini dapat dijadikan titik tolak pembinaan idealisme, penguatan rasa cinta tanah air, dan kepedulian terhadap lingkungan, juga dalam rangka menciptakan generasi yang berkarakter, religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas.

Melalui kegiatan PKKMB diharapkan menjadi wahana penanaman lima program gerakan nasional revolusi mental yaitu Indonesia melayani, Indonesia bersih, Indonesia tertib, Indonesia mandiri, dan Indonesia bersatu.

“Melalui PKKMB memberikan bekal awal agar mahasiswa kelak akan menjadi alumni perguruan tinggi yang memiliki kedalaman ilmu, keluhuran akhlak, cinta tanah air, dan berdaya saing global,” katanya.(b13)

 

  • Bagikan