Waspada
Waspada » Ketua PKK Resmikan Puspaga Di Lhoksukon
Aceh Pendidikan

Ketua PKK Resmikan Puspaga Di Lhoksukon

Ketua PKK Kabupaten Aceh Utara, Cut Ratna Irawati bersama Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Aceh Utara, serta anggota Puspaga membuka selubung peresmian Kantor Puspaga di Puskesmas Lhoksukon, Rabu (14/10). Waspada/Maimun
Ketua PKK Kabupaten Aceh Utara, Cut Ratna Irawati bersama Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Aceh Utara, serta anggota Puspaga membuka selubung peresmian Kantor Puspaga di Puskesmas Lhoksukon, Rabu (14/10). Waspada/Maimun

ACEH UTARA (Waspada): Jumlah kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Aceh Utara dinilai cukup tinggi. Bahkan jumlah kasus meningkat tajam di masa pandemic Covid-19. Untuk menurunkan jumlah kasus tersebut, Ketua PKK Aceh Utara, Cut Ratna Irawati meresmikan Kantor Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) di Puskesmas Lhoksukon, Rabu (14/10).

Usai meresmikan Kantor Puspaga, Ketua PKK Kabupaten Aceh Utara, Cut Ratna Irawati kepada Waspada.id menyebutkan, tingginya kasus kekerasan terhadap ibu dan anak disebabkan pengantin baru gagal dalam membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah.

“Selama ini yang terjadi adalah sebuah pernikahan. Itu saja dan tidak lebih. Pernikahan hanya mengawinkan dua anak manusia tetapi tidak untuk membentuk sebuah keluarga. Kalau pernikahan untuk membentuk sebuah keluarga adalah tidak hanya melibatkan dua orang saja tepai melibatkan keluarga, ada suami, istri, anak, mertua dan lain sebagainya. Sejatinya, pernikahan adalah mengkawinkan dua keluarga,” terang Cut Ratna Irawati.

Karena itulah, sebut Cut Ratna, kekerasan dalam rumah tenagga terjadi banyak pasangan hanya menikah tetapi tidak menjadi sebuah keluarga. Jika pasangan pengantin baru berhasil menjadikan pernikahannya menjadi sebagai sebuah keluarga, maka tidak mungkin terjadi kkerasan, karena mereka yang menikah merasa memiliki dan mencintai.

“Kalau hanya menikah melibatkan dua orang, tetapi menikah membentuk keluarga maka semua keluarga terlibat di sana. Makanya kepada KUA saya tadi meminta untuk diberikan kesempatan bicara pada setiap kegiatan bimbingan perkawinan di Kemenag. Di sana nantinya kami akan memberikan penyuluhan pada calon pengantin baru supaya tidak hanya memikirkan pernikahan tetapi mereka harus berpikir kalau menikah adakan untuk mebentuk sebuah keluarga,” sebutnya.

Untuk membentuk keluarga, kata Ketua PKK Aceh Utara itu, tidaklah mudah. Membutuhkan pemahaman agama yang cukup. “Insya Allah dengan adanya Puspaga di Aceh Utara, maka tingkat kekerasan terahdap permpuan dan anak dapat ditekan. Karena Puspaga hadir untuk mencegah itu terjadi. Saya menghimbau agar masyarakat Aceh Utara membentuk keluarga yang sakinah mawaddah warahmah,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Kasi Pemenuhan Hak Anak di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Aceh Utara kepada Waspada menyebutkan, tingkat kekerasan terahdap perempuan dan anak terbilang tinggi pada masa pandemic Covid-19. Peningkatan mencapai lebihd ari 35 persen dan sebelumnya.

Ke depan, kata Suryani, pihaknya bertekat untuk mencegah kekerasan itu terjadi lagi di Aceh Utara, karena Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak telah memberikan Aceh Utara Pusat Pemberlajaran Keluarga (Puspaga) yang berkantor di lingkungan Puskesmas Lhoksukon.

“Di Puspaga ini nanti semua orang, keluarga yang memilik persoalan tentang anak atau persoalan suami isteri dapat berkonsultasi di Puspaga. Kita akan memberikan bimbingan. Masalah yang bisa dikonselingkan di Puspaga nantinya adalah persoalan anak kecanduan main HP dan narkoba. Di Puspaga kita memiliki banyak tenaga ahli,” kata Suryani.

Dengan hadirnya Puspaga, di Aceh Utara nantinya tidak ada lagi kasus eksploitasi anak, kekerasan terhadap anak, diskriminasi anak. Di Aceh yang mendapatkan Puspaga dari kementerian adalah Aceh Utara, Aceh Besar, Bireuen, Langsa, dan Kota Banda Aceh. Kehadiran Pusga di Aceh Utara diharpkan mampu mencegah kasus-kasus kekerasan tersebut,” harap Suryani.

Ke depan, kata Suryani, pihaknya mengharapkan Puspaga tidak ada memiliki layanan di tingkat kabupaten saja, tetapi layanan Puspaga juga tersedia di 27 kecamatan dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara. “Nanti petugas turun ke desa-desa di setiap kecamatan untuk mensosilisasikan keberadaan Puspaga di Lhoksukon. Masyarakat diajak apabila memiliki persoalan kelaurga untuk berkonsultasi dengan tenaga ahli yang tersedia di Puspaga. Kantor Puspaga ada di Puskesmas Lhoksukon,” demikian Suryani. (b07).

 

 

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2