Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara Tuding Serapan Anggaran Tri Wulan I Lemah

- Aceh
  • Bagikan
KETUA dan Sekretaris serta anggota Komisi III DPRK Aceh Utara berkunjung ke Kantor Bupati Aceh Utara untuk mempertanyakan sejauh mana realisasi APBK Tahun 2022 pada tri wulan I kepada Bupati, Plt Sekda, Kepala Bappeda, dan Kepala BPKD Aceh Utara, Senin (25/4). Waspada/Maimun
KETUA dan Sekretaris serta anggota Komisi III DPRK Aceh Utara berkunjung ke Kantor Bupati Aceh Utara untuk mempertanyakan sejauh mana realisasi APBK Tahun 2022 pada tri wulan I kepada Bupati, Plt Sekda, Kepala Bappeda, dan Kepala BPKD Aceh Utara, Senin (25/4). Waspada/Maimun

ACEH UTARA (Waspada): Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara, Razali Abu kepada Waspada, Senin (25/4) siang di ruang kerjanya menyebutkan, serapan anggaran untuk tri wulan I di Aceh Utara lemah, hanya 9,3 persen dari total APBK tahun 2022.

Untuk itu, Bupati dan Plt Sekda diminta dapat memaksimalkan kinerja seluruh SKPK agar serapan anggaran pada tri wulan III berjalan normal.

“Tadi, Senin (25/4) pagi melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Bupati Aceh Utara untuk melihat sejauh mana sudah terjadi serapan anggaran APBK tahun 2022. Plt Sekda, Kepala BPKD dan Bappeda menjelaskan pada tri wulan I telah tererealisasi anggaran 9,3 persen. Menurut hemat saya, 9,3 persen itu sangat rendah karena ini sudah masuk tri wulan ke dua,” sebut Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, Razali Abu.

Agar serapan APBK tahun 2022 berjalan maksimal, maka Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara, Plt Sekda, Kepala Bappeda dan Kepala BPKD bekerja lebih maksimal lagi demi terjadinya pembangunan yang lebih baik ke depan di bandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Kalau pada tri wulan I dan tri wulan ke II masih terkesan lambat, maka di tri wulan ke III nanti kita kalang kabut sehingga tidak cukup waktu dan lain sebagainya,” kata Razali Abu.

Ditanya tentang dana alokasi khusus yang belum ditransfer ke daerah oleh Pemrintah Provinsi Aceh, Razali mengatakan, benar kalau transfer dana tersebut belum ditransfer ke kabupaten/kota, tetapi Kabupaten Aceh Utara memiliki APBK sendiri dan untuk saat ini harus dipacu pembangunan yang menggunakan dana sendiri. “Sekarang ini kita lebih fokus ke APBK saja,” katanya.

Masih menurut Razali, pada tahun-tahun sebelumnya, pihaknya tidak pernah melakukan kunjungan kerja ke kantor bupati. Jika ingin melakukan evaluasi terhadap kinerja pemerintah, anggota dewan memanggil pihak Pemda Aceh Utara ke gedung dewan terhormat.

“Biasanya mereka kita panggil untuk datang ke Gedung DPRK Aceh Utara, tapi untuk tahun ini tidak kita lakukan seperti itu lagi. Kalau mereka kita panggil ke kantor dewan ada banyak alasan yang mereka buat, tinggal data di kantor dan lain sebagainya. Nah kalau kita yang berkunjung maka semua data pasti ada pada mereka. Dengan cara ini baru dapat kita temukan data yang valid,” ujar Razali.

Selain Razali Abu turut berhadir, Sekretaris Komisi III DPRK Aceh Utara, Ismed AJ Hasan, Alfuadi, dan beberapa anggota Komisi III lainnya.

Plt Sekda, Dayan Albar saat dihubingi Waspada via telepon kepada Waspada, Senin (25/4) siang membenarkan kalau pihaknya dikunjungi oleh Ketua dan Anggota Komisi III DPRK Aceh Utara dalam rangka silahturahmi. Dan mengapa kegiatan silahturahmi ini perlu dilakukan karena inikan AKD yang baru. Dalam kegiatan tersebut dibahas sejauh mana realisasi APBK Tahun 2022 dan tentang hal tersebut sudah disampaikan oleh Kepala BPKD, Salwa dan masalah RKPD sudah disampaikan Kepala Bappeda, M. Nasir.

Ditanya apakah benar serapan APBK tahun 2022 pada tri wulan I masih rendah, Dayan mengatakan, serapan tersebut sudah sesuai dengan target. Misalnya untuk triwulan pertama 10 persen baik realisasi anggaran maupun fisik. Kalau hanya terjadi perbedaaan hanya 1 digit maka itu merupakan sebuah kewajaran dan itu pun masih dalam tri wulan I.

“Kalau tri wulan I itukan prinsipnya baru tahap persiapan SK dan berbagai persiapan-persiapan lainnya. Belum ada yang namanya eksekusi. Dan itu masih batas normal. Jika kita bandingkan dengan tahun sebelumnya, ini masih cukup bagus di tahun ini. Tahun sebelumnya masalh di bawah 9,3 persen realisasinya pada tri wulan I,” terang Dayan Albar. (b07)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.