Waspada
Waspada » Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang Motivasi Petani Bawang
Aceh

Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang Motivasi Petani Bawang

Muhammad Irwan, Ketua Komisi1 DPRK Aceh Tamiang (pakai topi) saat meninjau satu areal kelompok tani budi daya bawang merah di Kabupaten Aceh Tamiang. Waspada / Yusri
Muhammad Irwan, Ketua Komisi1 DPRK Aceh Tamiang (pakai topi) saat meninjau satu areal kelompok tani budi daya bawang merah di Kabupaten Aceh Tamiang. Waspada / Yusri

KUALASIMPANG (Waspada): Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang, Muhammad Irwan,SP menyambangi kelompok tani Mekar Tani, Kampung Suka Jadi dan kelompok tani Telaga Meuku Dua, Kecamatan Banda Mulia yang sedang mengembangkan budi daya bawang merah.

“ Kita harus memberikan motivasi dan suport bagi petani agar mereka semangat untuk bercocok tanam sehingga bisa menumbuhkembangkan perekonomian para petani itu sendiri,” kata Muhammad Irwan, SP Ketua Komisi I DPRK Aceh Tamiang kepada Waspada, Senin (1/6) di Karang Baru.

Muhammad Irwan yang juga anggota Fraksi Gerindra DPRK Aceh Tamiang mengemukakan, pengembangan pertanian bawang merah di Aceh Tamiang dinilainya cukup potensial, karena itu semua pihak terutama instansi terkait di jajaran Pemkab Aceh Tamiang untuk dapat mencurahkan perhatian bagi petani seperti membimbing para petani bawang merah agar dapat melakukan penanaman secara kontinyu.

“ Jika penanaman bawang merah dapat dilakukan secara maksimal dan secara berkesinambungan, tentunya untuk kedepan sudah tidak bergantung seratus persen akan pasokan bawang merah dari luar daerah,” sebut Irwan seraya mengatakan, sebab kebutuhan bawang merah di pasar lokal sudah mampu di pasok dari hasil pertanian petani Aceh Tamiang sendiri.

Terlebih lagi, harga jual bawang merah sekarang ini sangat menjanjikan dan seperti diketahui saat ini bawang merah di pasar menembus harga Rp.60.000 – 70.000 perkilonya.

“Dengam masa panen bawang merah lebih kurang selama 105 hari, maka hasil panen di perkiraan dalam satu hektarnya dapat menghasilkan 16 ton,” ungkap Irwan yang mengunjungi kelompok tani Mekar Tani.

Irwan yang juga lulusan Sarjana Pertanian Unsyiah Banda Aceh ini menyampaikan, pertanian Aceh Tamiang akan kuat jika dilakukan pendampingan dan dukungan dari Dinas Pertanian maksimal mungkin, “ pendampingan secara intensif perlu sehingga petani bisa lebih maju ke depannya,” tegas Irwan.

Apresiasi kelompok Tani Mekar

Selain itu, Muhammad Irwan mengapresiasi usaha yang dilakukan kelompok tani Mekar Tani, Kampung Suka Jadi yang berada dibawah naungan Bapak Poniman yang dinialinya berhasil mengembangkan budi daya bawang merah, “ usaha ini patut di contoh serta harus di ikuti oleh kelompok tani lainnya,” harap Irwan.

Dari data yang diperoleh menyebutkan, budidaya bawang merah di Kabupaten Aceh Tamiang yang merupakan bantuan dari Dinas Pertanian Propinsi Aceh tersebut seluas 30 hektare yang tersebar di Kecamatan Banda Mulia, Kecamatan Seruway dan Kecamatan Rantau.(b15).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2