SIGLI (Waspada): Ketua Kadin, Kabupaten Pidie, Muhammad Junaidi, Jumat, (28)2) mengungkapkan tingginya harga daging ternak sapi dan Kerbau setiap megang di pasar tradisional, di daerah itu karena besarnya biaya operasional yang dikeluarkan pedagang.
Selain itu, kata kader Golkar, Kabupaten Pidie, ini populasi ternak sapi yang kecil juga berpengaruh tingginya harga daging sapi dan kerbau mahal karena tidak dapat mencukupi permintaan konsumen yang banyak setiap datang megang.
” Kan begini, terbatasnya populasi ternak sapi atau kerbau, ini menyebabkan penawaran tidak dapat mencukupi permintaan konsum ini kan hukum ekonomi” katanya.
Karena itu, Muhammad Junaidi, menyarankan Pemkab Pidie dapat meningkatkan populasi ternak, supaya kebutuhan akan akan daging dapat tercukupi dan dapat menekan harga daging.
Pada megang hari pertama Ramadhan, Jumat (28/2) pagi, Muhammad Junaidi bersama tim Kadin Pidie sempat memantau harga daging megang di beberapa tempat. Diantaranya, di Kembang Tanjong, Grong Grong, dan Kecamatan Muara Tiga.
Ditiga lokasi ini kata Muhammad Junaidi, harga daging Sapi dan Kerbau mencapai Rp190.000-200.000/Kg nya. Artinya, harga daging di kabupaten itu tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, mahalnya harga daging di Pidie setiap tahun terjadi. Tingginya cost operasional ikut menyeret harga daging megang sangat tinggi.
” Bagi para pedagang harus mengeluarkan modal yang cukup besar. Sudah harga hewan ternak mencapai Rp 18 juta – Rp 20 juta, ditambah biaya tak terduga lain-lain terlalu tinggi, sehingga menyebabkan mahalnya harga daging” katanya.
Jujur saja, kata Muhammad Junaidi setiap pedagang daging megang, mereka harus mengeluarkan cost per lapak hingga Rp 600.000. (b06)
Update berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran favoritmu akses berita Waspada.id WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaZRiiz4dTnSv70oWu3Z dan Google News Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp dan Google News ya.