Ketua Dekranasda Aceh Kunjungi Kriya Sriwijaya Di Palembang

  • Bagikan
KETUA Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati (kanan), menyerahkan cindera mata kepada Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Deru, dalam kunjungannya ke Kriya Sriwijaya. Waspada/Ist
KETUA Dekranasda Aceh, Dyah Erti Idawati (kanan), menyerahkan cindera mata kepada Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Deru, dalam kunjungannya ke Kriya Sriwijaya. Waspada/Ist

BANDA ACEH (Waspada): Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh, Dyah Erti Idawati, melakukan kunjungan kerja ke pusat kerajinan Sumatera Selatan (Sumsel), Kriya Sriwijaya, Senin (29/11).

Agenda kunker ke Kriya Sriwijaya ini bertujuan untuk mempelajari program kerja, proses pembuatan tenun, serta melihat langsung karagaman tenun dan kerajinan tangan dari perajin di Sumsel.

Dalam kunjungan tersebut, Dyah dan rombongan disambut langsung Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Deru, yang juga istri dari Gubernur Sumsel, Herman Deru.

Hampir dua jam lebih, istri Gubernur Aceh ini diajak berkeliling melihat beragam produk kerajinan tangan dan juga menyaksikan proses pembuatan tenun.

Pada kesempatan tersebut, Dyah menyampaikan kekaguman atas inovasi produk dari hasil karya UMKM dan pencapaian yang telah dilakukan oleh Dekranasda Sumsel.

“Luar bisa kemajuan industri kerajinan Sumsel. Di sini semua lengkap ada produk tenun dari 17 kabupaten kota di Sumsel. Desainnya menarik dan anyaman sangkek purunnya bagus sekali,” ujar Dyah.

Ketua Dekranasda Aceh antusias dan siap mengadopsi cara Sumsel dalam mengembangkan produk lokal, yang siap bersaing di pasar nasional.

“Semoga ini bisa menjadi inspirasi kami (Aceh-red). Kunjungan ini kami jadikan sebagai studi banding, supaya industri kerajinan Aceh ke depan bisa lebih maju seperti Palembang,” ungkap Dyah usai berkeliling.

Ketua Dekranasda Sumsel, Feby Deru, mengaku bahagia atas kehadiran Dyah dan rombongan ke Kriya Sriwijaya.

“Semoga apa yang ditampilkan Kriya Sriwijaya dan program yang telah dilakukan oleh Dekranasda Sumsel bisa bermanfaat bagi kemajuan industri kerajinan tangan di Aceh,” ujarnya.

Untuk diketahui, Kriya Sriwijaya merupakan salah satu program dari Dekranasda Sumsel yang baru diresmikan pada tahun 2020.

Tujuan didirikan Kriya Sriwijaya adalah sebagai pusat edukasi dan kerajinan dari 17 kabupaten/kota di Sumsel dengan menampilkan beragam karya dari pelaku UMKM, di antaranya songket, batik, gerabah, kerajinan anyaman purun, kerajinan angkinan, dan ukiran. (b03)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *